Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Yenti: Pimpinan KPK Butuh Unsur Polri dan Kejaksaan

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Ketua panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Yenti Ganarsih menegaskan jika calon dari unsur instansi penegak hukum seperti Polri masih diperlukan. Selain berpengalaman, kalau terbukti jejak rekamnya bagus, kenapa tidak?

Yenti Garnasih menyatakan itu menanggapi pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang meminta agar Pansel mengesampingkan calon dari Polri dan Kejaksaan Agung.

Menurut ICW, kualitas rekam jejak kedua instansi itu kurang baik dalam pemberantasan korupsi. Juga, tidak ada kewajiban dalam peraturan perundang-undangan bahwa calon pimpinan KPK harus berasal dari penegak hukum.

“Memang tidak ada yang mengatakan wajib dari penegak hukum. Tapi kan unsur pemerintah. Dan logikanya ini penegakan hukum, kalau dia bagus, ya lebih bagus dari sana (penegak hukum) dong. Karena dia kan sudah pengalaman sekali menghadapi itu,” kata Yenti, Selasa (26/5/2019).

Menurut Yenti, KPK berkembang hingga saat ini juga karena kontribusi pihak-pihak di Polri dan Kejaksaan. “Justru kita tak bisa membayangkan jika Pimpinan KPK tak ada yang berasal dari unsur penegak hukum,” ujarnya.

Yenti mengaku sebagai orang pidana, memikirkan bagaimana jadinya kalau pimpinan KPK sama sekali tidak paham tentang penyidikan dan penuntutan. “Jadi kalau ada yang memang bagus, ya saya pikir lebih bagus dari sana. Harus ada. Kan lima ya. Kita kan juga tidak minta lima-limanya harus (dari penegak hukum),” kata dia.

Yenti sendiri menilai, setidaknya Pimpinan KPK diisi oleh masing-masing satu perwakilan dari Kepolisian dan Kejaksaan. Hanya saja mereka harus orang-orang yang memenuhi syarat.

“Kan bagus sekali, kalau memang mereka memenuhi syarat. Daripada semuanya dosen misalnya, kan belum tentu semuanya bisa. Karena kita berbicaranya di ranah filosofi, di ranah akademis belum tentu juga secara teknis menguasai, gitu,” ungkapnya.

Baca Juga :   Yenny: Dialog Peradaban Lintas Agama untuk Persatukan Umat

Terkait potensi konflik kepentingan yang disampaikan ICW, Yenti meyakini calon pimpinan KPK terpilih memiliki kedewasaan yang matang, dan mereka bisa fokus bekerja jika terpilih memimpin KPK.

“Mereka juga punya maturity, semakin dewasa. Kan nanti kita lihat mereka itu kalau sudah tugasnya di KPK ya dia fokus tugas di situ gitulah. Jadi jangan melihat (calon dari penegak hukum) itu enggak ada yang benar,” kata Yenti lagi.

Dikatakan, kerja KPK dalam pemberantasan korupsi merupakan kolaborasi bersama dari berbagai latar belakang. Sebab, pemberantasan korupsi bukan perkara mudah. Modus kejahatan korupsi dinilainya juga semakin berkembang. Di sisi lain, para koruptor juga siap melakukan perlawanan terhadap KPK.

“Bahkan orang di balik koruptor pun ada korporasi juga dihadapi, ya kan. Musuhnya itu di situ. Koruptor itu musuh bersama kita, dan kita punya satu tugas lain upaya pemberantasan dan penindakan terhadap korupsi ini harus berkontribusi positif untuk pembangunan bangsa, kesejahteraan masyarakat. Jadi berpikirnya harus secara grand design, secara komprehensif,” pungkas Yenti.(mm)

 

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Alami Trauma, Lathifa Minta Wanita Papua Direhabilitasi

Published

on

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Lathifa Al Anshori (berjilbab) / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua barat bukan hanya memiliki dampak kerugian pada sektor ekonomi saja. Wanita Papua yang terkenal lembut dan ramah, banyak yang psikologisnya terganggu.

Melihat itu, Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Lathifa Al Anshori meminta kepada pemerintah untuk melakukan rehabilitasi psikologi terhadap wanita papua yang mengalami trauma pasca kerusuhan di Papua.

“Saya menemui ada Ibu atau Mama Papua yang sedang mengandung mengalami trauma. Dimana sangat protektif dan mengambil sikap berjaga jaga dengan pembicaraan nada tinggi dan rata-rata begitu semua. Hal ini saya harap perlu dipulihkan jangan hanya ekonomi saja,” kata Lathifa dalam diskusi di kawasan, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Politsi wanita muda ini pun mengaku bahwa pemulihan dan menjaga perdamaian di satu daerah memang bukan perkerjaan yang mudah dan singkat. Oleh karena itu dirinya berharap semua pihak dapat saling gotong royong saling menjaga dan membangun Indonesia lebih baik.

“Menjaga dan mempertahankan kedamaian itu memang lebih sulit ketimbang kericuhan. Tapi kesulitan itu dapat terminimalisir bilamana ada kerjasama gotong royong dari semua pihak,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   DPRD DKI Dukung Anies, Ibukota Dijadikan Tempat Kejuaraan Formula E
Continue Reading

Nasional

Papua Bisa Jadi Tumpuan Dunia

Published

on

Peneliti Papua Center, Bambang Shergi Laksmono / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Peneliti dari Papua Center, Bambang Shergi Laksmono mengatakan, usai terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua Barat, seharusnya dapat menjadi motivasi semua pihak, untuk bersatu membangun lebih baik, dan lebih maju.

Dirinya berkeyakinan bila semua aspek bersatu, masalah Papua yang begitu kompleks dapat menjadi suplemen penguatan agar bumi cendrawasih menjadi tumpuan dunia.

“Masalah yang begitu kompleks jangan menjadi halangan tetapi menukan solusi bagaimana secara global Papua tidak hanya menjadi tumpuan nasional, tetapi juga menjadi tumpuan ekonomi dunia,” kata Bambang dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Usai terjadi kerusuhan, Bambang pun optimis perhatian pemerintah ke Papua dan Papua Berat akan seimbang layaknya seperti pemindahan Ibukota ke Kalimantan Timur.

Dimana dirinya menyampaikan semua aspek yang ada akan diperhatikan tidak hanya soal infrastruktur tetapi juga sektor lainnya.

“Saya nilai pemerataan pembangunan di Papua pasti akan efektif layaknya di Kalimantan karena hal ini terjadi secara bersamaan sehingga penuntasannya pun akan dilakukan secara waktu yang sama,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   Wauuu...! Setelah Masuk Islam, Deddy Corbuzier Resmi Menjadi Anggota NU
Continue Reading

Nasional

Penumpang Pesawat Diimbau Pantau Status Penerbangan

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Meski sejumlah penerbangan ada yang dibatalkan, bandara-bandara Angkasa Pura II saat ini tetap beroperasi, Pembatalan tersebut dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan.

Sejumlah penerbangan dibatalkan dengan pertimbangan keselamatan penerbangan. (Foto: ist/net)

“Kami mengimbau kepada para penumpang pesawat agar memperhatikan informasi terkini. Khususnya terkait status penerbangan, menyusul adanya asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang penerbangan,” kata VP of Corporate Communications Angkasa Pura II Yado Yarismano.

Menurutnya, informasi mengenai status penerbangan terkini dapat diketahui dari maskapai yang mengoperasikan penerbangan tersebut. Sejauh ini Lion Air Group telah menginformasikan pembatalan sebanyak 20 penerbangan.

Diantaranya terdapat rute penerbangan di bandara Angkasa Pura II, yang terletak di Sumatera (Kualanamu, Jambi, Pekanbaru) dan Kalimantan (Palangkaraya). Dia menambahkan, personil Angkasa Pura II di seluruh bandara akan menyiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan penumpang di terminal.

Khususnya bagi penumpang yang terdampak keterlambatan atau pembatalan penerbangan akibat adanya asap. Angkasa Pura II secara intens juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti AirNav Indonesia, BMKG dan maskapai terkait dengan operasional penerbangan.

“Faktor utama adalah keselamatan dan keamanan penerbangan.  Informasi terbaru akan selalu disampaikan kepada masyarakat dan juga penumpang pesawat,” tandasnya.

Dikatakan, bandara Angkasa Pura II yang ada di Kalimantan, Sumatera, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau masih tetap beroperasi. Namun pihaknya tetap mengimbau agar penumpang pesawat memperhatikan informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan.

Di Sumatera, Angkasa Pura II mengelola Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Minangkabau (Padang), Sultan Thaha (Jambi), Silangit (Siborong-borong) dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Sementara itu di Kalimantan, Angkasa Pura II mengelola Bandara Supadio (Pontianak) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya). Di Bangka Belitung, Angkasa Pura II mengelola Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang) dan di Kepulauan Riau ada Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).[sas]

Baca Juga :   Sejak hari ini Polda Metro Gelar Razia Zebra

 

Continue Reading
Loading…