Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Pemkot Tanjung Balai Belum Siap Salurkan Dana Kelurahan

Published

on

TANJUNG BALAI, Realitarakyat.com– Dana Kelurahan 2019 sudah masuk Kas Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjung Balai. Namun, dana dari Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN) ini belum disalurkan ke Kelurahan yang ada di Kota ‘Kerang’ ini.

Alasannya, Pemkot Tanjung Balai belum selesai menyusun petunjuk teknis (juknis) termasuk perangkat pengelolanya di kelurahan. “Dananya sudah masuk ke Kas Daerah. Namun, belum disalurkan karena kita tidak ingin Lurah dan perangkat pengelola tersandung hukum,” kata Kepala Bidang Anggaran di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjung Balai, Erwin Parlindungan, Selasa (25/6).

Untuk itu, jelas Erwin, benahi dulu perangkat untuk mengelolanya agar jangan sampai salah sasaran. Penyerahan dana itu ke kelurahan harus mengacu kepada aturan main tentang pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, pemerintah juga harus mempersiapkan perangkat kelurahan seperti pelaksana teknis agar tidak menimbulkan ketakutan. “Selain itu, terlebih dahulu juga harus ditentukan kreteria kelurahan sesuai dengan kinerja pelayanan dasar publik yakni perlu ditingkatkan dan sangat perlu
ditingkatkan. Besaran dana kelurahan disesuaikan dengan kriteria
pelayanan dasar publiknya.”

Erwin tidak dapat memastikan, kapan dana kelurahan itu disalurkan.
Pemkot belum mau menyalurkan dana itu walau sekarang sudah pertengahan tahun. Akibatnya, 31 Kelurahan di Tanjung Balai tak nyaman karena dicurigai warga telah menyalahgunakan dana itu.

“Sampai saat ini, kita belum menerima dana untuk kelurahan. Untuk lebih jelas, coba tanya langsung ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemkot,” kata Lurah Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk, Fitra Adi yang dihubungi melalui HP.

Hal senada juga diungkapkan sejumlah lurah lainnya saat dihubungi secara terpisah. Bahkan, para lurah ini mengaku setiap hari ada saja masyarakat yang datang ke kelurahan hanya menanyakan dana kelurahan itu. Juga diperoleh keterangan, dana kelurahan 2019 telah dikucurkan April lalu. Pengelolaannya mirip dana desa. (ign)

Baca Juga :   Kaltara Merupakan Salah Satu DOB Paling Berhasil
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

PMI Dirikan Posko Kesehatan untuk Bantu Korban Kabut Asap Riau

Published

on

Riau, Realitarakyat.com – Dalam rangka membantu korban kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di beberapa tempat di Provinsi Riau, Palang Merah Indonesia (PMI) mendirikan posko kesehatan.

Kepala Markas PMI Provinsi Riau, Amrina Ramli mengatakan, posko kesehatan itu dirikan di Markas PMI Provinsi Riau, dan juga berkoordinasi dengan PMI kabupaten dan kota untuk melakukan upaya respons dengan mendistribusikan masker kepada masyarakat yang terdampak langsung kabut asap karhutla.

Pihaknya juga sudah mendistribusikan ribuan masker PMI kabupaten maupun kota yang berada di bawah jajaran PMI Provinsi Riau, serta membagikan masker N95 untuk para petugas di lapangan.

Segala bentuk pelayanan di posko kesehatan diberikan secara gratis sebagai antisipasi banyaknya masyarakat yang mengalami permasalahan gangguan kesehatan karena terpapar kabut asap karhutla yang kondisinya saat ini mengkhawatirkan.

“Kondisi seperti ini sangat mengkhawatirkan, dan berdampak pada kesehatan warga, bahkan tidak sedikit masyarakat yang menderita ISPA maupun kesulitan bernafas,” kata dia.

Amrina mengatakan PMI provinsi, kabupaten, dan kota saat ini terus mengoptimalkan semua pelayanan antisipasi kabut asap karhutla, mulai dari ikut terlibat dalam proses pemadaman, pembagian masker gratis, posko kesehatan, serta mendorong pembuatan sarana ruang sehat bebas asap. [ipg]

Baca Juga :   Kaltara Merupakan Salah Satu DOB Paling Berhasil
Continue Reading

Daerah

Kabut Asap, Puskesmas Siaga 24 Jam

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Puskesmas di Provinsi Riau beroperasi selama selama 24 jam, untuk bersiaga melayani masyarakat yang terganggu kesehatannya karena terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu sebagaimana keterangan pers resmi dari Kementerian Kesehatan Minggu (15/9/2019).

Menurut pernyataan itu, seluruh masyarakat terdampak asap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas tanpa dikenakan biaya.

“Satgas kesehatan juga telah melaksanakan tugasnya. Seluruh puskesmas sekarang adalah posko tempat mengadu seluruh masyarakat Riau yang terkena ISPA,” kata Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution.

Dia menyatakan Gubernur Riau juga telah menginstruksikan kepada 15 kabupaten-kota/kota di Provinsi Riau untuk melakukan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah masing-masing.

“Bahkan hari ini Satgas Kesehatan mengoperasikan tiga ambulans yang siap sewaktu-waktu dihubungi di nomor 119 selama 24 jam,” kata Edy.

Selain Puskesmas, Dinas Kesehatan Riau mewajibkan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di Pekanbaru untuk melayani masyarakat terdampak karhutla. “Masyarakat yang terdampak karhutla wajib dilayani tanpa pungutan biaya satu rupiah pun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.

Menurut Mimi, Rumah sakit harus menyediakan ruangan evakuasi yang aman jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Ruang evakuasi juga tersedia di seluruh Puskesmas yang sudah disiagakan selama 24 jam.

Dinas Kesehatan Riau telah membagikan lebih dari 700 ribu masker kepada masyarakat yang membutuhkan. Pembagian masker dilakukan di delapan titik di Pekanbaru, yaitu di depan kantor gubernur, simpang Harapan Raya, Rumbai, Kubang, Pattimura dan lainnya.

Menurut catatan Dinas Kesehatan terjadi peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan dengan kasus ISPA. Hingga tanggal 11 September 2019, Dinkes Riau mencatat 9.931 kunjungan kasus ISPA.

Berdasarkan data Kemenkes, efek buruk paparan asap kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada balita. PSC 119 membawa pasien seorang balita ke RSUD Arifin Ahmad dengan kondisi tubuh demam, batuk pilek, dan mata merah berair.

Baca Juga :   Pedagang Serobot Trotoar, Pemkot Tanjung Balai Ambil 'Keuntungan'

Pasien balita mendapat pemeriksaan kesehatan, nebulizer dan cek darah di laboratorium. Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak menyebutkan pasien menderita ISPA.

Kualitas udara di Provinsi Riau masih dalam kategori buruk karena dampak asap serta polutan kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. [ipg]

Continue Reading

Daerah

Asap Kendaraan dan Bongkar Muat Batu Bara Penyumbang Polusi Cirebon

Published

on

Cirebon, Realitarakyat.com – Asap kendaraan bermotor dan aktivitas bongkar muat batu bara menjadi penyumbang terbesar polusi udara di wilayah Kota Cirebon, Jawa Barat.

Hal itu berdasarkan hasil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, yang melakukan pengukuran kualitas udara setiap dua kali dalam setahun yaitu pada saat musim kemarau dan juga musim hujan.

“Yang paling besar menyumbang polusi udara itu merupakan asap kendaraan bermotor,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon Jajang Yaya Suganda di Cirebon seperti yang ditulis, Minggu (15/9/2019).

Belum lagi, kata dia, angin kencang yang biasa melanda wilayah Kota Cirebon saat kemarau membuat kadar debu yang beterbangan meningkat. Sehingga menambah polusi udara semakin tinggi dibandingkan dengan musim hujan. Karena pada saat itu batu bara basah dan tidak menimbulkan debu.

“Setiap musim kemarau pasti ada peningkatan polusi terutama di sekitar pelabuhan, dimana di situ ada aktivitas bongkar muat batu bara,” ujarnya.

Yaya memastikan dari hasil pengecekan dan pemantauan jajarannya, kadar debu yang diterbangkan tidak terlalu parah mencemariKarena udara di Kota Cirebon.

“Dalam setahun kita melakukan uji kualitas udara yaitu pada musim kemarau dan hujan,” katanya. [ipg]

Baca Juga :   Penegak Hukum Dijadikan Alat Untuk Jatuhkan Kader Partai Golkar
Continue Reading
Loading…