Connect with us

Nasional

Menag RI Lukman Hakim Penuhi Panggilan KPK

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Lukman bersaksi untuk tersangka mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim Haris Hasanudin dan Kakanwil Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi, dan Romahurmuziy (Romi).

Lukman tiba di lokasi sekitar pukul 09.55 WIB. Saat dihampiri awak media, Lukman bungkam. Selain Lukman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga akan menjadi saksi.

Jaksa KPK Wawan Yunarwanto mengatakan pihaknya memang memanggil Khofifah. Namun, ia mengaku masih menunggu konfirmasi kehadiran dari yang bersangkutan. “Hari ini memang kita panggil namun kita masih menunggu konfirmasi kehadiran,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan majelis hakim perlu menanyakan banyak hal, terkait fakta yang muncul dalam penyidikan kasus ini. Saksi, juga perlu dikonfirmasi dan menjelaskan apa yang diketahui.

“Apa yang ia dengar, terlepas dari fakta yang kami tulis dalam dakwaan. Yang tentu itu juga akan menjadi concern dalam persidangan KPK,” jelas Febri.

Selain Lukman dan Khofifah, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kiai Asep Saifuddin Halim, Tersangka Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan panitia seleksi di Kementerian Agama.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Mohammad Nur Kholis menyatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ‘ngotot’ meloloskan Haris Hasanudin dalam proses seleksi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Padahal jika merujuk surat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Haris dinilai tak memenuhi syarat karena pernah dikenai sanksi.

Baca Juga :   Inilah Kronologis Penyebab Jatuhnya Helikopter di Poliwali Mandar

“Saya ingat beliau (Lukman) bilang akan tetap lantik. Dia bilang ‘saya akan pasang badan, risikonya paling nanti diminta dibatalkan’,” ujar Nur Kholis.

Sementara itu, Muafaq didakwa memberi uang sejumlah Rp50 juta kepada Romi sebagai kompensasi atas bantuannya melancarkan pengangkatan dirinya sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Muafaq kini didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasa 64 ayat (1) KUHP.(mm)

 

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending