Connect with us

Luar Negeri

Lagi – lagi KJRI Arab Saudi Keluarkan Surat Himbauan Agar Semua WNI di Jeddah Waspada

Published

on

Jeddah, Realitarakyat.com – Pasca serangan milisi Houthi ke bandara Abha, Warga negara Indonesia di Arab Saudi, khususnya di sekitar wilayah Abha, diminta untuk waspada.

Imbauan ini disampaikan oleh Konsulat Jenderal RI di Jeddah usai serangan pertama Houthi ke bandara Abha pada Rabu lalu (12/5) dah hari ini KJRI Indonesia kembali Keluarkan Surat Himbauan kepada WNI yang berada diseputaran Bandara Abha Jeddah.

Kelompok milisi Yaman, Houthi, kembali melancarkan serangan ke Bandara Abha pada Minggu 23/6/2019.

“Sehubungan dengan adanya serangan rudal terhadap Bandar Udara Abha kedua pada 23 Juni 2019 kemarin, diimbau kepada seluruh WNI yg berada di Wilayah Abha dan sekitarnya untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta menjaga komunikasi dengan KJRI Jeddah maupun Satgas KJRI Jeddah di Abha,” ujar KJRI dalam Surat pernyataannya yang diterima Realitarakyat.com ,Selasa (24/6/2019).

Serangan Houthi ke Abha dibalas oleh koalisi Saudi yang membombardir Sanaa. Selang dua hari setelah serangan itu, Jumat (14/6), Houthi kembali menyerang Abha. Houthi mengklaim telah mengerahkan drone bersenjata ke bandara Abha.

Arab Saudi mengatakan angkatan udara mereka berhasil mengintersepsi lima serangan drone Houthi tersebut. Bandara Abha dilaporkan masih beroperasi dengan normal.

Pemerintah Indonesia mengecam serangan ke bandara Abha. Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri, Indonesia menyebut serangan tersebut membahayakan keamanan dan stabilitas keamanan kawasan.

“Indonesia mendorong dialog dan mendukung proses politik di Yaman, di bawah kepemimpinan PBB,” ujar pernyataan RI.

Pernyataan koalisi Saudi mengatakan, serangan tersebut mengincar “pakar asing dari organisasi teroris yang bekerja untuk Houthi”.

Saudi tidak menyebut kewarganegaraan mereka, namun diduga kuat yang dimaksud adalah Iran. Sebelumnya Saudi juga mengatakan bahwa Garda Revolusi Iran telah memasok senjata untuk Houthi dalam menyerang Abha.

Baca Juga :   Kerajaan Belgia Berikan Penghargaan kepada Deputi Kemenko Maritim

Houthi adalah milisi Syiah yang disokong Iran untuk menggulingkan pemerintahan yang sah di Yaman. Saat ini Houthi masih menguasai Sanaa, belum dapat direbut Saudi yang mendukung Presiden Mansour Hadi.

Konflik di Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang, tidak sedikit di antaranya warga sipil. Menurut PBB, konflik ini memicu krisis kemanusiaan dengan 24,1 juta, atau sepertiga populasi Yaman, butuh bantuan pangan dan obat-obatan.

Untuk WNI yang membutuhkan bantuan di Saudi, KJRI membuka hotline dengan nomor +966 50 360 9667.

Sedangkan untuk bantuan WNI di Abha bisa menghubungi Sdr. Harun di nomor +966 50 9983 atau +966 55 838 3901.(Hasyim)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending