Connect with us

Daerah

Jaksa Agendakan Pemeriksaan Kedua Mantan Gubernur NTT

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT berencana untuk kembali memanggil mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya bakal dipanggil lagi untuk diperiksa karena diduga meminta fee pada kontraktor melalui perantara dalam proyek pembangunan gedung pameran NTT Fair tahun 2018 senilai Rp 29 miliar.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim kepada wartawan, Selasa (25/6) mengaku bahwa tim penyidik Tipidsus Kejati NTT bakal memanggil lagi mantan Gubernur NTT.

Menurut Abdul, panggilan kedua tersebut dilakukan untuk dikonfrontir terkait beberapa saksi yang mengaku jika mantan orang nomor satu ini meminta fee dari kontraktor melalui perantara.

“Untuk mengklirkan pengakuan beberapa saksi maka Frans Lebu Raya bakal dipanggil lagi untuk diperiksa terkait pengakuan saksi,” ujar Abdul.

Dijelaskan Abdul, sejauh inikan baru pengakuan saksi namun jaksa belum mengantongi alat bukti yang cukup kuat adanya keterlibatan Frans Lebu Raya.

“Alat buktinya belum cukup kuat makanya penyidik masih dalami lagi. Itukan baru pengakuan saksi makanya akan panggil lagi untuk dikonfrontir,”tambah Abdul.

Ditegaskan Abdul, jika dalam hasil pemeriksaan terdapat alat bukti yang kuat keterlibatan mantan gubernur NTT maka penyidik pasti meminta pertanggung jawaban dari Frans Lebu Raya.

“Jika alat buktinya.kuat kenapa tidak. Secara otomatis pasti mantan Gubernur NTT diminta pertanggung jawaban,”tegas Abdul.

Abdul kembali.menegaskan bahwa semua saksi berpeluang menjadi tersangka dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 6 miliar termasuk Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Informasi yang berhasil diperoleh di Kejati NTT menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka Yuli Afra diakui bahwa mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pernah meminta fee proyek kepada kontraktor.(rey)

Baca Juga :   Operasi Rencong 2019 Turunkan Angka Kecelakaan di Aceh Timur
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending