Connect with us

Daerah

Soal Tapal Batas, Warga Bentuk Tim Kaji Putusan Bupati Matim

Published

on

MANGGARAI, Realitarakyat.com– Sebagai warga Manggarai Raya, Damianus Hambur tidak menerima keputusan yang diambil Bupati Manggarai Timur (Matim) Nusa Tenggara Timur (NTT), Agas Andreas soal tapal batas Kabupaten Manggarai Timur dengan Kabupaten Ngada.

Dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp (WA), Minggu (23/6), tokoh masyarakat ini mengatakan, sejumlah warga Manggarai Raya di Jakarta, Jumat (21/6) melakukan diskusi dengan tema “Kembalikan Tanah Congka Sae” dan membentuk tim advokasi penolakan terkait tapal batas kedua kabupaten bertetangga itu.

Damianus mengatakan, Agas telah menyalahi aturan. Karena itu, warga Manggarai Raya membentuk tim advokasi terdiri dari pakar hukum untuk menggali dan mengkaji, keputusan yang telah ditandatangani Agas di Kupang, 14 Mei lalu.

“Terbentuk tim advokasi yang anggotanya pakar hukum dari Manggarai Raya. Tim hukum ini bertugas menggali dan mengkaji hasil keputusan di Kupang, 14 Mei lalu,” tegas Damianus.

Dikatakan, sebagai bentuk ketidaksepakatan Masyarakat diaspora Mangarai Raya bakal menggelar unjuk rasa di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Juli mendatang. “Masyarakat Manggarai Raya akan unjuk rasa ke Kemendagri Juli 2019 yang dikoordinir Ikatan Perempuan Manggarai Raya,” demikian Damianus Hambur. (efren)

Baca Juga :   Pro-Kontra Pembangunan Portal, Warga Datangi DPRD Tanjung Balai
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending