Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

TNI -POLRI

Poldasu Kerahkan 86 Personil Untuk Indentifikasi Korban Kebakaran Pabrik Korek Api

Published

on

Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol dr Harianja

Medan, Realitarakyat.com – Polda Sumatera Utara (Sumut) mengerahkan 86 personel termasuk bantuan enam dari Mabes Polri untuk proses identifikasi korban kebakaran pabrik korek api gas di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumut. Tragedi memilukan di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat itu memakan 30 korban jiwa, termasuk anak-anak.

“Sebanyak 80 orang personel berasal dari dokter Polda Sumut dan rumah sakit yang mayoritas berasal dari Kota Medan dan Sumatera Utara akan dilibatkan dalam proses identifikasi korban,” kata Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol dr Harianja di Medan, Sabtu (22/6/2019).

Selain itu, kata Harianja, untuk mempercepat proses identifikasi, Mabes Polri juga akan membantu dengan menurunkan enam orang tim dokternya. Dengan demikian, total ada 86 petugas dikerahkan sehingga para korban kebakaran juga bisa secepatnya diidentifikasi.

“Hari ini tim dokter dari Mabes Polri akan sampai di Medan untuk membantu proses identifikasi para korban,” katanya.

Saat ini, seluruh korban kebakaran yang tewas masih berada di ruangan jenazah RS Bhayangkara Medan dan diautopsi oleh Tim DVI Polda Sumut. Kondisi para korban yang tewas terpanggang membuat mereka sulit dikenali oleh keluarga.

Para korban yang merupakan kaum perempuan, baik ibu-ibu, remaja dan anak-anak itu, diduga tewas karena terjebak saat kebakaran terjadi, Jumat (21/6/2019) pukul 12.05 WIB. Mereka terkunci di dalam bangunan sehingga tidak bisa menyelamatkan diri.(M Sianturi)

Baca Juga :   Megawati Soekarnoputri : Calon Menteri Berasal Dari Anak Muda Boleh Saja Asal Mampu
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

TNI -POLRI

TNI Terus Bantu Penanggulangan Karhutla Riau

Published

on

Pekanbaru, Realitarakyat.com – Tentara Nasional Indonesia telah dan akan terus membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di Provinsi Riau dan sekitarnya. Yakni mulai dari mitigasi sampai penanggulangannya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di Provinsi Riau. (Foto: Puspen TNI)

“TNI membantu membuat hujan buatan di wilayah-wilayah yang ada titik apinya. Yaitu dengan cara mempertahankan kebasahan dari gambut, supaya di wilayah ini tidak terjadi karhutla,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Balai Serindit, Gedung Daerah, Pekanbaru, Riau, Sabtu (14/9).

Hal; itu dikatakannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di Provinsi Riau. Rakor tersebut juga dihadiri Gubernur  Riau Syamsuar dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Munardo.

“Apabila bapak-bapak mengetahui ada sedikit api di daerahnya, segera lapor dan akan segera ditindaklanjuti. Kita sudah menempatkan satuan yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin, helikopter, termasuk juga pesawat-pesawat water bombing yang segera memadamkan api,” ujar Panglima TNI.

Dia menambahkan, TNI dan Polri beserta seluruh stakeholder tidak akan tinggal diam dalam membantu mencegah terjadinya karhutla. Untuk itu, dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla.

Rakor tersebut juga diikuti oleh Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Asops Kapolri Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadhilah, Kapolda Riau Irjen Pol. Widodo Eko Prihastopo, Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, serta Forkopimda Riau dan Kabupaten/Kota.[sas]

Baca Juga :   Polisi Kerahkan 26.500 Personil Amankan May Day
Continue Reading

Olahraga

Mabes AD Pimpin Sementara Perolehan Medali

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Karateka Markas Besar TNI Angkatan Darat untuk sementara memimpin perolehan medali dalam Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI ke-VII tahun 2019. Yakni dengan 4 medali emas, 3 perak dan 1 perunggu.

Atlet peraih medali tengah memamerkan medali yang diperolehnya dalam Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI ke-VII. (Foto: Puspen TNI)

 

“Kemudian, Mabes TNI Angkatan Udara dengan 1 emas dan dan 1 perunggu. Diikuti Kodam Jaya dengan 1 emas. Lalu, Koarmada 3 dengan 1 perak, Kodam XIV/Hasanuddin dengan 1 perak, Ditziad 1 perak dan Kopassus dengan 3 perunggu,” kata Ketua Humas Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) Letkol Laut (KH) Bazioskhi Gea, Sabtu (14/9).

Selanjutnya, Puspomal memperoleh 2 perunggu, Polda Metro 2 perunggu dan Polda Banten 1 perunggu. Menurut Bazioskhi, kejurnas tersebut berlangsung mulai tanggal 13 sampai dengan 16 September mendatang.

Dikatakan, kejurnas tersebut juga mengundang perhatian dari seluruh perguruan karate di bawah pembinaan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI). Kejurnas diikuti oleh 1.066 karateka, yang terdiri dari 402 atlet TNI-Polri (putra 334 dan putri 68 orang) serta 664 atlet umum (putra 373 dan putri 291 orang).

“Kejurnas yang diselenggarakan oleh KOMI tersebut berlangsung di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta. Di hari pertama, Jumat (13/9) telah dipertandingkan kategori TNI-Polri yaitu Kata Perorangan (putra dan putri) dan Komite Perorangan Kelas (+ 68 kg, – 68 kg, – 61 kg dan – 50 kg),” jelasnya.

Pertandingan Kata Perorangan Putri diikuti oleh 21 peserta dan dibagi dalam dua Tatami. Sedangkan Kata Perorangan Putra diikuti 43 peserta dan dibagi dalam 4 Tatami.

Dia menjelaskan, perolehan medali di hari pertama tersebut berdasarkan kategori pertandingan. Kata Perorangan Putri: Serda (K) Nawar Kautsar Mastur (Mabes AD) medali emas, Serda (K) Nadya Baharuddin (Kodam IV/Hasanuddin) medali perak. Serda PDK/W Ni Kadek Megy Wilantari (Puspomal) dan Serda (K) Catherine (Mabes AD) masing-masing mendapatkan medali perunggu.

Baca Juga :   Arus Mudik Diperkirakan Sekitar 8 - 9 Juni One Way Diberlakukan

“Kata Perorangan Putra, Prada Abdul Thalib (Kodam Jaya) medali emas, Serda Irfan Arsal (Ditziad) medali perak, Bripda Nurdian Syah (Polda Banten) dan Lettu Inf Didik Fendi Supriyadi (Kopassus) masing-masing meraih medali perunggu,” paparnya.

Sedangkan untuk pertandingan Komite Perorangan Putri pada kelas (+ 68 kg), juara satu dan dua dari Mabes AD atas nama Serda (K) Rima Apriyanti medali emas. Serda (K) Vina Nurjayanti medali perak, Serda (K) Junice BR Hutajulu (Kopassus) dan Bripda Nime Kartika (Polda Metro Jaya) masing-masing mendapatkan medali perunggu.

Pada kelas (- 68 kg). Dari Mabes AD, Serda (K) Rima Apriyanti medali emas dan  Serda (K) Astri Khusnul K. medali perak. Sedangkan Serda (K) Salsa Ummi Fatimah dari Kopassus dan Serda Bethari Kintan Bella Angelica dari Mabes AU masing-masing meraih medali perunggu.

“Untuk Kelas (- 61 kg),  Serda Yofin Yoga Paramita dari Mabes AU meraih medali emas. Kemudian, Serda TTU Nina Puji Syafitri dari Koarmada 3 meraih medali perak. Lalu, Serda TTU Syamtia Weni dari Puspomal dan Serda (K) Cintalia N. dari Mabes AD masing-masing mendapatkan medali perunggu,” ucapnya.

Sementara untuk Kelas (- 50 kg), Serda (K) Vina Romazona (Mabes AD) medali emas dan Serda (K) Ni Made Mindy’s (Mabes AD) medali perak serta Bripda Amelia Yulianti (Polda Metro Jaya) mendapatkan medali perunggu.

Ketua Humas KOMI menambahkan di hari kedua ini masih berlangsung pertandingan Kategori TNI-Polri Kata Beregu dan Kumite. Sedangkan Kategori Umum (PB/PP Perguruan dan Pengprov FORKI) kelas Junior, Cadet, dan Under-21, mempertandingkan Kata dan Komite perorangan untuk putra dan putri.[sas]

Continue Reading

TNI -POLRI

Didedikasikan untuk Teknisi, Panglima TNI Resmikan Monumen MIG 17 Fresco

Published

on

Malang, Realitarakyat.com – Revolusi industri memiliki sejarah yang cukup panjang, termasuk dalam industri alutsista. Sejak ditemukannya mesin uap, industri terus berkembang hingga saat ini.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto resmikan Monumen MIG 17 Fresco. Selain didedikasikan untuk para teknisi yang telah meng-overhaul mesin pesawat tersebut, monumen itu juga menjadi destinasi wisata baru di Kota Malang. (Foto: Puspen TNI)

“Revolusi industri kedua terjadi saat manusia dapat menciptakan ruang pembakaran. Hal itu dimanfaatkan dengan mengganti alat tempur bertenaga piston, dengan tenaga jet,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Komplek Pagas, Singosari, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/9).

Hal itu disampaikannya saat Panglima TNI didampingi Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Wakasau Marsekal Madya TNI Fahru Zaini Isnanto meresmikan monumen pesawat legendaris MIG 17 Fresco. Pesawat canggih pada masanya itu memiliki nomer registrasi 1130.

Panglima TNI mengisahkan, pada waktu itu Indonesia memang belum bisa mengubah teknologi tersebut. Namun, Presiden Sukarno memiliki visi dan misi yang sangat jauh ke depan.

“Yakni dengan mendatangkan teknisi dari  luar negeri. Para teknisi itulah yang kemudian melakukan overhaul pada mesin, sehingga saat itu TNI memikiki pesawat modern,” ujarnya.

Menurut Panglima TNI, dengan diresmikannya monumen pesawat MIG 17 Fresco menjadi bagian dari sejarah, sekaligus sebagai bentuk penghargaan. Khususnya kepada para teknisi.

“Karena dari tangan para teknisi, overhaul engine pesawat MIG 17 pun berjalan sempurna. Monumen  MIG 17 ini juga didekasikan untuk para teknisi yang berjasa dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Danlanud Abdulrahman Saleh Marsma TNI Hesly Paat. Karena yang bersangkutan telah melakukan renovasi monumen MIG 17 dan juga mempercantik kawasan monumen.

Baca Juga :   Megawati Soekarnoputri : Calon Menteri Berasal Dari Anak Muda Boleh Saja Asal Mampu

“Monumen Mig 17 yang berada di Kompleks Pagas ini menjadi destinasi wisata baru yang indah dan banyak dikunjungi masyarakat,” ucapnya.[sas]

Continue Reading
Loading…