Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Juli Mendatang Tim Gabungan Bentukan Kapolri Akan Sampaikan Hasil Penyelidikan Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Novel

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Hari ini Penyidik dari Polda Metro Jaya dan tim gabungan bentukan Kapolri akan memeriksa penyidik senior KPK Novel Baswedan terkait kasus penganiyayaan dan penyiraman air keras yang menimpanya. Tim gabungan menyebut hasil penyelidikan kasus Novel Baswedan akan disampaikan pada Bulan Juli mendatang

“Jadi itu sedang bekerja sampai diberi waktu kan 6 bulan sejak Januari sampai nanti Juli kira kira. Juli kami selesai, kami akan launching,” kata anggota tim gabungan bentukan Kapolri, Herdardi, saat datang di gedung KPK, Kamis (20/6/2019).

Hendardi menyatakan tim gabungan hingga kini terus bekerja menyelidiki kasus yang menimpa penyidik senior Novel Baswedan. Pemeriksaan kali ini merupakan pendalaman dari pemeriksaan yang sebelumnya pernah dilakukan.

“Ini kelanjutan saja dari yang lalu, dia pernah diperiksa di Singapura. Ini pendalaman pemeriksan biasa setelah dia diperiksa di Singapura kita kan juga periksa yang lain-lain gitu kan, selain itu pendalaman lagi” tambah Hendardi.

Dirinya menambahkan, nantinya tim gabungan akan berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelum menyempaikan hasil penyelidikan selama kurang lebih 6 bulan tersebut, setelah itu semua keputusan berada ditangan Kapolri.

“Akan dilaporkan ke Kapolri, kan tim yang bentuk Kapolri, nanti Kapolri perintahnya bagaimana apakah kami mengumumkan atau beliau sendiri yang mengumumkan itu terserah yang memberikan mandat,” kata Hendardi.

Hari ini direncanakan Novel Baswedan akan diperiksa sebagai saksi oleh penyidik dari Polda Metro Jaya dan tim gabungan terkait teror yang menimpanya. Pemeriksaan ini dilakukan tepat 800 hari setelah penyiraman air keras terjadi terhadap Novel. dan direncanakan pemeriksaan akan dilakukan di gedung KPK.

Kasus ini bermula dua orang tak dikenal menyiram air keras ke wajah Novel di dekat kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada tanggal 11 April 2017. Penyerangan itu terjadi, usai Novel melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ihsan yang berlokasi dikompleks perumahannya.

Baca Juga :   Kapolres Bogor : Wanita Pembawa Anjing Ke Mesjid Terancam Pasal Penistaan Agama

Akibat siraman cairan korosif itu, mata kiri Novel mengalami kerusakan sampai 95 %. Dia harus menjalankan sejumlah operasi di Singapura untuk memulihkan matanya. Kurang lebih hampir 800 hari peristiwa itu berlalu, namun hingga saat ini Polisi belum mampu menangkap kedua pelaku.(Willi)

Advertisement
Loading...
Loading…