Connect with us

Nasional

Polisi Periksa Ustadz Lancip dan Mantan Kapolda Metro Terkait Ujaran Kebencian

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Penyidik Polda Metro Jaya hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap dua orang dalam kasus yang berbeda. Pemeriksaan akan dilakukan pada mantan Kapolda Metro Irjen (Purn) Sofyan Jacob terkait kasus dugaan makar dan Ahmad Rifky Umar alias Ustaz Lancip dalam kasus ujaran kebencian.

“Ya benar, agendanya seperti itu (hari ini pemeriksaan Sofyan Jacob dan Ustaz Lancip),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019).

Argo mengatakan, sampai saat ini keduanya masih belum mengonfirmasi hadir. Polisi menunggu kedatangan Sofyan dan Ustaz Lancip pada pukul 10.00 WIB sesuai agenda.

“Insyaallah hadir. Kita tunggu saja kedatangan yang bersangkutan,” ujar mantan kabid humas Polda Jatim ini.

Sebelumnya, Sofyan melalui kuasa hukumnya, Ahmad Yani memastikan datang sesuai jadwal pukul 10.00 WIB. Pemanggilan tersebut merupakan yang kedua di mana dalam panggilan sebelumnya, Senin (10/6/2019) dia tidak hadir.

“Iya pukul 10.00 WIB, Insya Allah kita akan datang, Pak Sofyan juga,” ujar kuasa hukum Sofyan Jacob, Ahmad Yani saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (16/6/2019).

Sedangkan Ustaz Lancip, polisi akan memeriksaanya sebagai saksi dalam kasus ujaran kebencian di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pemeriksaan Ustaz Lancip terkait ceramahnya yang menyebutkan 60 orang meninggal dunia saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Pemeriksaan kali ini merupakan penjadwalan ulang dari sebelumnya pada Senin, 10 Juni 2019 kemarin. Saat itu, Ustaz Lancip tidak memenuhi panggilan lantaran sedang menjalani kegiatan.

Ustaz Lancip sedianya akan dimintai keterangan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan berita bohong yang diketahui terjadi pada 7 Juni 2019 di Depok, Jawa Barat saat memberikan ceramah.

Dalam ceramahnya, Ustaz Lancip membahas demo pada 21 dan 22 Mei 2019 yang berujung rusuh. Dalam video tersebut, Ustaz Lancip menyebut korban jiwa dalam kerusuhan tersebut mencapai hampir 60 orang dan ratusan orang masih hilang.

Pemeriksaan hari ini merupakan rujukan atas adanya laporan polisi (LP) yang masuk pada 7 Juni 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit Reskrimsus.

Kemudian, rujukan Surat Perintah Penyelidikan nomor SP/Lidik/875/VI/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 8 Juni 2019.
Pada pemeriksaan perdana ini, Ustaz Lancip diminta membawa dokumen atau bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Ustaz Lancip disangkakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.(Iwan K)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Putusan MK Soal Pencalonan Eks Koruptor Jadi Kado istimewa

Published

on

Ilustrasi (Net)
Continue Reading

Nasional

Indonesia dan Laos Tandatangani MoU Pertahanan

Published

on

Prabowo disambangi Menhan Laos / Twitter
Continue Reading

Nasional

Jelang Nataru, Seat Kapal PELNI Terbatas 

Published

on

Penumpang KM Lambelu. (Foto: Ist)
Continue Reading




Loading…