Connect with us

Daerah

Soal Tapal Batas, Bupati Matim Diduga Langgar Hukum

Published

on

MANGGARAI TIMUR, Realitarakyat.com– Ada agenda terselubung dibalik persoalan tapal batas Kabupaten Manggarai Timur dengan Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas diduga melanggar hukum dibalik persoalan tapas kedua kabupaten bertetangga itu.

Dugaan itu diungkapkan advokat asal Manggarai Timur, Plasidus Asis De Ornay kepada Realitarakayat.com, Sabtu (14/6). “Saya menduga penyelesaian tapal batas telah melalui lobby. Bisa jadi intervensi kekuasaan. Andreas terkesan tak berkutik melawan dan membatalkan kesepakatan,” ungkap Asis.

Pada hal, kata dia, jelas kesepakatan itu berbeda dengan persetujuan sebelumnya. “Pada tahap ini, saya menilai karena ambisisus kekuasaan sehingga Andreas terkesan mengikuti pikiran orang di luar Matim. Dan, ada agenda terselubung dibalik tapal batas itu,” tegas dia.

Dari sisi hukum, ada perbuatan melawan hukum dilakukan Andreas. Ada hak privat dan publik yang dilanggar, misalnya soal tanah. “Jika digeser batas tanah, yang rugi siapa? Selain warga Matim, daerah Manggarai Timur ikut rugi,” ungkap advokat Peradi itu.

Karena itu, tidak ada pilihan lain. Warga Matim harus segera melakukan langkah non litigasi dan litigasi. Untuk itu Asis menyarankan untuk mengedepankan upaya musyawarah. Banyak jalan menuju Roma. Yang penting, apa Andreas mau mendengarkan suara warganya?

Kalau ada warga Matim yg mempertahankan tanahnya diatas sengeketa perbatasan, itu berarti dia sedang memperjuangkan hak privat yang dimilikinya. Begitu juga dengan publik.

Sengketa perbatasan ini tidak hanya masalah orang di perbatasan tetapi masalah bersama. Masalah Manggarai Raya secara keseluruhan.
“Sejarah ini tidak boleh direkayasa,” demikian Plasidus Asis De Ornay. (efren)

Baca Juga :   Merusak Masa Depan, Kapolres Langsa Imbau Pelajar Jauhi Narkoba
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending