Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Organisasi Lingkungan Dunia Nilai Habitat Gajah Sumatera Semakin Kritis

Published

on

JAKARTA, Realitarakyat.com– Delapan kantong yang menjadi habitat gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) dalam kondisi kritis dan sangat memprihatinkan. Bila dibiarkan, binatang dilndungi ini bakal punah. Artinya, anak cucu kita tinggal mengenal gajah dari cerita saja.

Organisasi dunia non pemerintah, World Wide Fund for Nature (WWF) yang menangani masalah konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan menyebutkan, ancaman itu akibat perubahan bentang alam yang menjadi tempat habitat gajah.

Akibatnya, sering terjadi konflik bintang mamalia ini dengan manusia.
“Habitat gajah banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Ini yang membuat konflik gajah dengan manusia sering terjadi,” kata Humas WWF, Syamsidar, pekan ini.

Dikatakan Syamsidar, alih fungsi hutan di kantong gajah mengancam kelestarian satwa dilindungi itu. Berdasarkan survei WWF, populasi gajah di sejumlah kantong tinggal segelintir dan berpeluang terjadi kepunahan lokal (local extinction).

Seperti di kantong gajah Rokan Hilir, berdasarkan survei tinggal satu individu tersisa, begitu juga di kantong Batang Ulak. Di kantong Mahato-Barumun tinggal tiga individu dan kantong Balai Raja hanya lima individu.

“Di Mahato, tiga individu yang tersisa semuanya betina, tidak ada peluang reproduksi lagi. Bisa terjadi apa yang disebut ‘local extinction’,” kata Syamsidar.

Populasi gajah sumatera cukup banyak di kantong gajah Giam Siak Kecil yang mencapai 50-60 individu. Di kantong Tesso Nilo Utara 30-38 ekor dan Tesso Nilo Tenggara 50-60 ekor.

Hanya saja, kata dia, kondisi kantong Tesso Nilo juga memprihatinkan sehingga rawan terjadi konflik dengan manusia, seperti yang kini terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu. Enam ekor gajah liar berkeliaran di kebun warga dua pekan terakhir dan meresahkan masyarakat setempat.

Baca Juga :   Kasus Dana Hibah, Alex Noerdin Diperiksa Kejagung

Untuk menghindari kepunahan, perlu upaya bersama menghindari atau menekan konflik gajah dengan manusia. Pemegang izin konsesi perkebunan dan kehutanan yang berada di area kantong gajah perlu menerapkan manajemen perlindungan terhadap satwa ini. “Konflik gajah dengan manusia akan terus terjadi karena kantong gajah semakin sempit,” demikian Syamsidar. (tanjung)

Advertisement
Loading...
Loading…