Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Yusril Sebut Dalil TSM Kubu 02 Lemah Sekali

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Tuntutan dari tim hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang disampaikan di hadapan hakim Mahkamah Konstitusi tidak relevan dan tidak siap.

Demikian pendapat Ketua tim hukum pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra kepada wartawan, di gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6/19).

Menurut Yusril, tim hukum pasalon 02 belum bisa menggali fakta-fakta kecurangan yang disebut terstruktur, siatimatif dan masif.

“Kalau misalnya dikatakan, gaji pegawai negeri naik, bayar THR terus diasumsikan bahwa ini bagian dari kecurangan TSM, harus dibuktikan itu,” kata Yusril.

“Kan kekalahan mereka (kubu 02) itu 17 juta suara. Berapa banyak jumlah pegawai negeri di seluruh Indonesia dan keluarganya. Harus ditunjukkan, bahwa misalnya dengan dinaikkannya gaji pegawai negeri, THR diberikan lebih awal, lantas kemudian misalnya terjadi peningkatan suara dari pegawai negeri. Terjadi di mana saja? Sehingga kecurangan itu betul-betul terjadi secara terstruktur dan terukur, tapi tidak bisa secara asumsi seperti itu,” kata Yusril.

Bukan itu saja, Yusril mengaku aneh mengapa pernyataan Capres Petahana Jokowi “ayo datang pakai baju putih” bisa disebut sebagai kecurangan. Karena, dinilainya baju dengan kotak suara tidak ada hubungannya.

“Orang yang pakai baju putih dan baju hitam, terus milih di kotak suara, bagaimana cara membuktikannya. Jadi masih merupakan asumsi-asumsi dan belum merupakan bukti yang harus dihadirkan di persidangan ini,” kata Yusril.

Atas hal itu, dirinya yakin tuduhan-tuduhan kecurangan dalam pilpres 2019 yang disebutakan tim hukum Pasalon 02 bisa dipatahkan dalam sidang berikutnya.

“Lemah sekali menurut saya. Nggak relevan. Jadi kalo orang belajar hadist itu ada asbabul wurudnya.”

Baca Juga :   KPK Akui Ada Kebocoran Penerimaan Negara 2000 Triliun

Ditegaskan Yusril, semua dalil kubu 02 bisa dipatahkan lantaran hanya asumsi-asumsi tidak merupakan bukti-bukti yang dibawa ke persidangan. Kalau terjadi pelanggaran, kata dia, pelanggaran itu harus ditunjukkan di mana terjadinya, kapan, siapa pelakunya mana buktinya.

“Tapi kalau hanya mengatakan secara umum terjadi pelanggaran TSM tanpa secara kongkrit menunjukkan di mana itu terjadi, siapa pelakunya, berapa banyak, maka omongan seperti itu tidak punya nilai pembuktian sama sekali,” kata dia. [ipunk]

Advertisement
Loading...
Loading…