Connect with us

Daerah

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Matim Rendah

Published

on

MANGGARAI TIMUR, Realitarakyat.com– Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Manggarai Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2014-2018 tercatat 146 kasus terdiri dari kekerasan fisik 72, psikis 3, seksual 57, rumah tangga 12 dan human trafficking 2 kasus.

Hal itu disampaikan Bupati Matim, Agas Andreas dalam sambutan yang dibacakan staf ahli Bupati Hendrik Ganggur saat sosialisasi Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Matim yang dilakukan LSM Indosterling Jakarta, Kamis (13/6).

Dijelaskan, dari jumlah itu 22 kasus kekerasan terhadap anak dengan rincian kekerasan fisik 2 kasus dan kekerasan seksual 20 kasus. Data menggambarkan, perlindungan bagi perempuan dan anak di Matim masih rendah.

Diharapkan, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi tanggug jawab bersama. Sebab perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, baik itu di bidang pemerintahan, politik, ekonomi, kesehatan, hukum dan lain-lain.

“Ini penting dilakukan karena akar permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak akibat ketimpangan dalam berbagai sektor baik
di lingkungan keluarga, masyarakat di tempat-tempat kerja atau layanan umum,” kata Hendrik.

Ditambahkan, komitmen menjadikan Matim sebagai kabupaten yang ramah terhadap perempuan dan anak telah tergambar dalam visi pembangunan 2019-2024. Visi itu yakni, Mewujudkan Masyarakat Manggarai Timur Sejahtera, Berdaya dan Berbudaya (Matim Seber). (efren)

Baca Juga :   BPJS Kesehatan Gandeng Dinkes Optimalkan Layanan
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending