Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Agas Andreas Pecat 16 Pejabat Matim, 11 Orang Menangkan Gugatan

Published

on

MANGGARAI TIMUR, Realitarakyat.com– Sebelas dari 16 pejabat yang dipecat Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas kembali bekerrja sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) di kabupaten kepulauan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

Kepala Bagian Hukum Kabupaten Manggarai Timur, Toby Suman kepada awak media, Rabu (13/6) mengatakan, 11 dari 16 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dipecat Agas memenangkan gugatan mereka di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Dikatakan Toby, gugatan dua ASN lainnya belum diputuskan PTUN. Sedangkan tiga dari 16 PNS yang dipecat tidak melakukan gugatan seperti 13 rekan mereka.

“Dengan adanya putusan PTUN itu, ke-11 ASN tersebut mempunyai hak untuk kembali bekerja di lingkungan Pemkab Matim. Kita tengah menunggu persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengaktifkan dan menempatkan kembali ke-11 ASN itu,” kata Toby.

Untuk menentukan jabatan dan penempatan ke-11 ASN yang memenangkan gugatan mereka di PTUN itu, kata Toby, tentu harus melalui prosedur atau ada proses lanjutannya. “Kami meminta persetujuan BKN, sebab mereka telah di blokir BKN beberapa bulan lalu.”

Ke-11 PNS yang memenangkan gugatannya itu adalah: Crisanto Enggong, Rokus Jumpa, Stephanus Kut, Siprianus Nena, Geradus Galus, Kristoforus Menjulung, Ignasius Tora, Yulianus Nggame, Maksimus Rondindan, Yosef Burhanudin dan Martinus Durvan.

Sedangkan yang masih dalam proses persidangan adalah Philipus Mantur dan Siprianus Pelang. Tiga yang belum mengajukan gugatan adalah Adol Jemeo, Gabriel D Judenli dan Damianus Damai.

Seperti diberitakan Agas memecat 16 pejabat di daerah itu Desember lalu. Pemecatan 16 ASN sudah mendapat Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri PAN RB dan Kepala BKN.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Matim, Boni Hasudungan saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/6) membenarkan hal itu. Dari 16 pejabat yang dipecat, 11 mengajukan gugatan PTUN Kupang, 27 Desember lalu.

Baca Juga :   Miliki Ganja, Ibu dan Anak Diringkus Polres Langsa

Hasil gugatan itu, 11 ASN dinyatakan menang berdasarkan putusan sidang Majelis Hakim PTUN Kupang 15 Mei 2019. “Kan sudah ada putusan resmi,” kata Boni.

Lebih jauh dikatakan, dua kasus lainnya masih menunggu putusan PTUN Kupang. “Masih dalam proses di PTUN, karena mengajuan gugatan tidak sama. Dalam waktu dekat juga putusan akan di umumkan. Sedangkan 3 orang lainnya ini belum ajukan gugatanya.”

Diterangkan, untuk menentukan jabatannya di lingkup Pemda Matim, tentu harus melalui prosedur atau ada proses lanjutannya. Pihaknya akan meminta persetujuan BKN, sebab mereka telah di blokir oleh BKN beberapa bulan lalu. (efren)

Advertisement
Loading...
Loading…