Connect with us

Daerah

Penjualan Hortikultura Manggarai Raup Keuntungan Rp 19 Miliar Lebih

Published

on

MANGGARAI, Realitarakyat.com– Penjualan hortikultura Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mearaup keuntungan Rp 19 miliar lebih. Keuntungan itu, diperoleh tiga tahun terakhir.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Manggarai, Deno Kamelus dalam Rapat Kerja bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskidat dengan sejumlah pelaku usaha di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin 10/06.

Dikatakan, pemasaran hortikultura dan komoditas unggulan lainnya seperti kopi tidak hanya menyebar di wilayah Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur) tetapi sudah sampai ke provinsi tetangga, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Produksi kopi Kabupaten Manggarai 2.702 ton. Penjualan kopi green bean Rp 148 miliar, kopi olahan Rp15 miliar dan kopi bubuk RP 4,7 miliar,” papar Deno.

Memang Kabupaten Manggarai tiga tahun terakhir fokus mengembangkan hortikultura karena kontribusi PDRB terbesar berasal dari sektor pertanian.

“Serapan tenaga kerja di sektor pertanian 51 persen,” kata Bupati Deno melalui rilis Humas dan Protokol Pemkab Manggarai yang diperoleh Realitarakyat.com, Selasa 11/06

Selain instansi teknis, tambah dia, Pemerintah Kabupaten Manggarai juga akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan, Bank NTT dan Pertamina dalam rangka memaksimalkan potensi kopi dan hortikultura.

“Saya berkoordinasi supaya petani diberi sertifikat gratis. Tahun lalu, melalui CSR Bank NTT, kami dapat Rp 250 juta dan itu dimanfaatkan untuk mensertifikatkan tanah petani hortikultura maupun kelompok pengembangan. Pertamina akan membantu dua unit cool storage atau pendingin agar sayur-sayur bisa disimpan hingga dua minggu,”

Untuk mendukung pemasaran komoditi dan holtikutra itu, pelabuhan Reo dan Kupang harus menjadi pelabuhan ekspor sehingga devisa dari ekspor kopi Manggarai dapat dicatat di Provinsi NTT.

“Kami berharap kolaborasi meningkatkan dengan memberi dukungan penuh kepada para pedagang kopi karena kopi Manggarai selama ini dicatat sebagai hasil pengolahan Provinsi Jawa Timur. Akibatnya, devisa kopi Manggarai dicatat pihak Pemprov Jawa Timur.”

Baca Juga :   Hilang Saat Melaut, Jasad Petrus Jowe Ditemukan SAR Maumere

Viktor Laiskodat menyarankan agar konsep pertanian terintegrasi (Simantri) dan program hortikultura yang telah digagas Kabupaten Manggarai dapat diadopsi kabupaten lain.

Menurut Viktor, konsep dan program itu bukan hanya buat pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga mendukung pada aspek pariwisata. Dinas terkait dan perangkat daerah juga harus bersinergi dalam menerapkan konsep tersebut.

“Cara mendesain pekerjaan dan program yang dilakukan Bupati Manggarai sebenarnya dalam rangka pengembangan pariwisata. Kalau Kabupaten Manggarai sudah siap berarti Provinsi tidak perlu lagi buat program sehingga anggaran dari Pemprov akan disalurkan pada program milik kabupaten itu,” demikian Viktor Bungtilu Laiskidat. (efren)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Loading...

#Trending