Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Emir Qatar Wisata ke NTT, TPDI: Ini Bukan Menerapkan Wisata Halal

Published

on

MAUMERE, Realitarakyat.com– Emir Qatar Syaikh Tamim Bin Hamad Al-Thani beserta rombongan melakukan wisata ke Maumere, Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir pekan lalu.

Kunjungan itu dinilai semakin memperkokoh posisi Pulau Flores sebagai Kawasan super prioritas pariwisata terbuka tanpa syarat khusus.
Sebab, parawisata Flores memiliki potensi dan pengaruh penting dalam aspek pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup dan pertahanan keamanan.

Itu disampaikan Kordinator Tim Pembela Demokrasi Idonensia (TPDI) Petrus Salestinus. Praktisi hukum ini menegaskan, kedatangan Emir Qatar di Maumere bukan karena program Wisata Halal tetapi murni wisata.

“Kunjungan ini juga sekaligus memperkuat alasan penolakan masyarakat NTT terhadap program Wisata Halal dari Kementerian Pariwisata yang pada beberapa waktu lalu hendak diterapkan Badan Otorita (BOP) Labuan Bajo. Namun, hal itu, mendapat resistensi masyarakat NTT sebab bertentangan dengan konstitusi,” tegas Kordinator TPDI itu melalui WhatsApp (WA), Senin (10/6).

Ditegaskan, kunjungan Emir Qatar dan rombongannya ke Maumere dan beberapa tempat lain di Flores dan Alor diharapkan dapat mengakhiri perdebatan panjang soal perlu tidaknya Wisata Halal diterapkan Kementerian Pariwisata di Flores khususnya Kawasan Wisata di bawah BOP Labuan Bajo yang sempat jadi polemik dunia pariwisata NTT.

Kedatangan Emir Qatar, lanjut Petrus, murni rekreasi. Pihaknya sudah memahami hukum positf Negara Indonesia yang mewajibkan setiap wisatawan harus menjaga dan menghormati norma agama, adat istiadat, budaya dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat di daerah itu.

Hal ini, kata Petrus, harus menjadi pelajaran bagi semua pihak terutama Kementerian Pariwisata bahwa tidak semua destinasi wisata dengan status super prioritas dapat diterapkan program Wisata Halal dan hukum positif Indonesia khususnya UU Kepariwisataan

Baca Juga :   Team Tipikor Polres Labuhanbatu Datangi Kantor DPRD Labusel

“Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan konsep hidup dalam kesimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, lingkungan, keberagaman budaya dan kearifan lokal,” demikian Petrus Salestinus. (efren)

Advertisement
Loading...
Loading…