Connect with us

Lintas Agama

Hari ini Perayaan hari Bakcang atau Pe Cum dan Sejarahnya

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Festival Bakcang, atau Duan Wu Jie (端午節), atau biasa disebut Festival Twan Yang (Peh Cun, Bak Cang) jatuh setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek. Twan Yang memiliki arti, yakni ‘Twan’ yang artinya lurus, terkemuka, terang, yang menjadi pokok atau sumber; dan ‘Yang’ artinya sifat positif atau matahari.

Pada hari tersebut, masyarakat Tionghoa biasanya menyantap penganan khas yang bernama Zongzi (粽子), atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Rou zong (Hanzi : 粽子; Hokkian : Bakcang, bacang).

Jadi Twan Yang ialah saat matahari memancarkan Cahaya paling keras. Hari Raya ini dinamai pula Duan Wu. “Wu” artinya saat antara jam 11.00 s/d 13.00 siang, pada saat tengah hari.

Orang-orang percaya bahwa rebusan obat-obatan yang dipetik pada saat itu akan besar khasiatnya. Karena letak matahari tegak lurus, orang percaya telur ayam pun bila ditegakkan saat itu akan dapat berdiri tegak lurus. Hari raya ini disebut pula dengan nama Peh Cun, yang artinya “Merengkuh Dayung” atau “Beratus Perahu”.

Dinamai demikian, karena pada hari festival ini sering diadakan perlombaan dengan banyak perahu, yakni Festival Perahu Naga.

Namun di Indonesia, Warga keturunan Tionghoa memperingati Hari Bakcang atau Peh Cun pada Senin, 18 Juni 2018. Peringatan itu dirayakan rutin setiap tahun pada hari kelima bulan lima penanggalan Lunar atau kalender Imlek.

Bakcang, yang dalam bahasa Indonesia disebut bacang, adalah makanan yang terbuat dari beras atau ketan, lalu dibungkus dengan daun bambu. Penganan ini sudah cukup familiar bagi masyarakat di Tanah Air lantaran kerap dijual di pasar-pasar tradisional, sejajar dengan kudapan lain seperti lumpia dan pastel.

Hari Bakcang sejatinya dirayakan untuk memperingati keberadaan makanan yang ternyata bersejarah. Konon, lahirnya bakcang tak lepas dari peringatan untuk mengenang tokoh Cina bernama Qu Yuan.

Pengamat budaya Tionghoa, Suwarni, mengatakan Yuan dikenal sebagai pejabat penting yang cukup berpengaruh di Negeri Tirai Bambu. “Bukan menteri, tapi ia seperti menteri perannya,” kata Suwarni kepada Realitarakyat.com , Kamis (6/6/2019).

Yuan adalah tokoh yang berhasil mempersatukan enam negeri. Enam negeri itu bersatu menjadi Negeri Cho dan menyerang Negeri Chien yang dianggap mengancam.

Sayangnya, warga Negeri Chien menyerang balik dengan menyebar fitnah sehingga Yuan terusir dari negerinya sendiri. Yuan diasingkan. Pada tahun 278, saat mendekam di pengasingan, ia mendengar kabar bahwa pasukan Chien menyerbu ibu kota negaranya. Yuan pun meluapkan amarah dengan menuliskan sajak berjudul Li Sao yang berarti Jatuh dalam Kesukaran.

Selepas menulis sajak, Yuan menunggang perahu di Sungai Bek Lo dan menceburkan dirinya. “Penduduk di sana khawatir dengan Yuan yang akan dimakan ikan. Lalu mereka melemparkan bakcang ke sungai sambil menabuh genderang supaya ikan-ikan tidak makan Yuan,” ujar Suwarni.

Kegiatan melempar bakcang lantas menjadi ritus yang dilakukan terus-menerus setiap tahun untuk mengenang jasa Yuan. Bahkan sampai sekarang.

Bukan cuma sarat nilai sejarah, bentuk penganan yang memiliki empat sudut itu menyimpan makna filosofis. Sudut pertama berarti zhi zu. Artinya ialah merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Bisa bermakna pula bahwa orang tak boleh serakah.

Sudut kedua ialah gan en atau bersyukur. Artinya, orang tidak boleh iri dengan apa pun yang dimiliki sesamanya. Sedangkan sudut ketiga berarti shan jie atau pikiran positif. Maksudnya, orang harus menilai sesamanya dari sisi baik.

Sisi terakhir dari bakcang yakni sisi keempat adalah bao rong yang berarti merangku. Ini dimaksudkan supaya manusia mampu mengembangkan cinta kasih kepada sesama.(Es)

Loading...
Loading...

Lintas Agama

Meluruskan yang Tidak Lurus

Published

on

Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali / Ist
Continue Reading

Lintas Agama

Anies Hadiri Perayaan Hari Jadi ke 21 FPI di Jakarta Utara

Published

on

Continue Reading

Lintas Agama

BI : Imlek 2018 memberi dampak ekonomi

Published

on

Continue Reading




Loading…