Connect with us

Opini

Harapan kepada generasi muda situbondo

Published

on

 

Oleh : Rasyuhdi Mahasiswa Di
Tiongkok

Di pertengahan tahun 2019 sudah usai pesta demokarasi. Akan tetapi suhu hangat masih tetap kita rasakan pada saat ini, sama halnya di kota situbondo(bumi sholawat nariyah) yang biasa di juluki kota ludrok oleh beberapa netizen situbondo.

Padahal kota itu sudah enam kali menerima penghargaan adipura. Akan tetapi tingkat ketidak puasan masyarakat kita kepada pemerintah kabupaten dan daerah tidak bisa terelakkan.

Jika kita melihat kebelakang mengenai kinerja pemkab dan pemda situbondo kita sudah bisa menganalisis bersama, bagaimana pembangunan di beberapa daerah sudah mulai terbangun dengan baik, bahkan pemerintah tidak tangung-tanggung dalam rangka menyambut tamu wisatawan lokal dan asing di kawasan pantai bahari situbondo pasir putih itu, dalam alokasikan dana sebesar Rp.4 Miliar.

Meskipun wisata itu sempat di katakan nyaris bangkrut, dan bahkan untuk menggaji karyawanya, perusahaan daerah itu masih menunggu pendapatan karcis masuk.

Dalam memasuki dunia kepemerintahan atau perpolitikan kita seharusnya sudah harus belajar kepada beberapa kota tengga yang sudah matang dalam berpolitik.

Jadi jangan sampai dalam kepemerintahan itu ada sosok-sosok kerdil yang culas dan memainkan segala cara untuk mempertahankan suatu kepemerintahan.

kita bisa kontekstualkan dengan pengalaman politik jawa kono, ken Arokistik.

Dan kita juga bisa mundur ke penjelasan yang pernah di lansir oleh Kuntowijoyo, politik bisa membuat pelakunya berkacamata kuda atau miopik.

Menurut kuntowijoyo, politik hanya memikirkan masalah-masalah jangka pendek.

Kita sungguh takut bahwa dengan berpolitik jadi miopik, hanya mampu melihat realitas-realitas yang dekat.

Orientasi bahwa kekuasaan akan menyelesaikan banyak hal. Ternyata hanya benar dalam janggka pendek.’’repubkila, 18 juni 1998’’
dalam pandangan Kuntowijoyo itu diperlukannya sifat rasionalitas dalam membangun sebuah politik yang dinamis, dan harus di jauhkan dari mitos (demistifikasi) yang membuat pelakunya itu berkacamata kuda.

Baca Juga :   CATATAN KERJA PEMERINTAH MENANGANI GEMPA NTB: JANGAN TERULANG DI SULAWESI TENGAH & DAERAH BENCANA LAINNYA

Olehkarena itu di perlukannya obyektivikasi yang merupakan sebuah nilai rasional (wertraditional) kedalam kehidupan nyata yang rasional.

Sehingga dari semua kalangan di luar menikmatinya secara bersama tanpa harus menyetujui nilai asal muasalnya.
Sengaimana yang di katakana –john F.Kennedy- musuh besar kebenaran sangat sering bukanlah kebohongan, tapi mitos.

Oleh karena itu pentingnya para pemuda situbondo untuk membangun peradaban baru tanpa harus meninggalkan culture yang sudah lama ada di dalanya, dengan cara mengubah minsed masyarakat yang masih terlalu fanatik kepada satu golonggan, sehingga tidak dapat menumbuhkan perubahan akan ketertinggalan yang kita alami.

Apalagi di perlukannya perubahan social di kalangan masyarkat dengan mengubah lembaga-lebaga kemasayarakat di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system social, termasuk dalam nilai-nilai sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok masyarakat dan oleh karena itu semua sistem kemasyaratkat itu tidak bisa kita jauhi karena semua saling mempengaruhi secara timbal balik.

Para sosiologi pernah mengadakan klasifikasi antara masyarakat-masyarakat statis dan dinamis.

Masyarakat yang statis adalah masyarakat yang sedikit sekali mengalami perubahan dan berjalan lambat.

Masyarakat yang dinamis adalah masyarakat yang mengalami berbagai perubahan dengan cepat.

Jadi setiap masyarakat, pada suatu masa dapat dianggap sebagai masyarakat yang statis.

Sedangkan pada masyarakat yang lainya, dianggap sebagai masyarakat yang dinamis.

Perubahan-perubahan bukanlah semata-mata berarti suatu kemajuan (progress) namun dapat pula berarti kemunduran dari bidang-bidang kehidupan tertentu.

Dari semua hal itu generasi muda di situbondo harus menjadi satu. agar terbentuknya pemuda kuat dan bisa membumi hanguskan sosok-sosok kerdil dan culas yang berda di sekitar kita.

Sejatinya pemuda situbondo adalah sosok baru yang bisa membuat ketertinggalan di situbondo menghilang.

Baca Juga :   KORUPSI & TERORISME ITU SAMA PENANGANANNYA, YAITU SISTEM. PAKAI OTAK BUKAN UANG.

Kita semua mempunyai peranan penting dalam akselerasi pembangunan termasuk pula peranan penting dalam berbagsa dan bernegara.

Baik buruknya suatu kota di lihat sejauh apa para pemudanya memberikan kontribusi kepada suatu daerah itu. Para pemuda seperti kita mempunyai fungsi agent of change ,moral forcol and social contor sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.

Di tambah lagi sejarah pergerakan dan perjuangan Indonesia, pemuda selalu mempunyai peran yang sangat strategis dalam mengambil hal itu, mengingat sejarah pemuda yang menjatuhkan soeharto (orde baru), pemuda menjadi tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan.

Pemuda akan selau menjadi people make history (orang yang membuat sejarah) di setiap waktu.

posisi strategis bagi para muda situbondo untuk membuktikan hal itu. Karena kita hidup dalam lingkup yang masih kurang maksimal.

Kita jangan hanya menjadi orang yang bisa membaca sejarah, jadilah orang yang berada dalam sejarah.

Kepercayaan kepada pemuda situbondo memang tidak bisa di pungkiri lagi dengan adanya beberapa aksi yang sempat turun ke jalan oleh beberapa organiasi ke mahasiswaan di situbondo.

Salah satu langkah bagus untuk memotivisai pemuda yang lain agar tidak hanya berdiam diri.

Meski kondisi beberapa pemuda situbondo saat ini, mengalami degdarasi moral, terlena dengan kesenagan dan lupa akan tanggung jawab sebagai seorang pemuda.

mereka lupa akan peranan pentingnya dan sikap apatis dengan apa yang terjadi di sekitar mereka dan lebih bayak berorientasi pada hedonism (hura-hura).

Padahal mereka adalah insan akedemisi yang dapat memberikan banyak manfaat kepada masyartakat yang berada di situbondo.

Kita hanya perlu bersabar dan memberikan sedikit letupan kepada mereka, karena bagaimanapun juga mereka adalah aset Negara yang tak bisa kita kucilkan.

Baca Juga :   Kenapa Baru Sekarang Rizal Ramli Bicara Freeport?

Melihat dinamika yang berada di situbondo itu, keberhasilan suatu peradaban di ukur bukan hanya dari prestasi estestika, tetapi juga dalam durasi dan kualitas hidup warga.

Dari semua itu kita harus mempunyai sikap mental dan tindakan yang dapat mempengaruhi faktor budaya dalam system politik, agar mindset masyarakat dan perkembangan di daerah situbondo lebih membaik.

Rasyuhdi adalah alumni ponpes nurul jadid probolinggo, yang sekarang sedang menempuh pendidikan di Nanjing university, china. Dan tercatat sebagai sekretaris PCINU Tiongkok.****

 

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Loading...

#Trending