Connect with us

Ragam

Zakat Fitrah Hukumnya Wajib, Kemenag Himbau Penyalurannya Sesuai Ketentuan Agama

Published

on

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M. Fuad Nasar

Jakarta,Realitarakyat.com – Kementerian Agama mengingatkan bahwa salah satu jenis zakat yang berkaitan secara langsung dengan ibada bulan suci ramadhan, adalah zakat fitrah.

Karena itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M. Fuad Nasar mengatakan, zakat fitrah hukumny wajib bagi setiap umat muslim, baik orang dewasa maupun anak-anak, tidak terkecuali bagi mereka yang meninggal di bulan ramadhan tetap ditunaikan zakatnya tersebut.

“Sejalan dengan ketentuan syariah dan kontekstualisasi kehidupan beragama di Tanah Air, zakat fitrah dapat berupa beras (makanan pokok) atau dapat diganti dengan uang yang senilai dengan harga beras yang dikonsumsi sehari-hari,” kata Fuad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/5).

“Syarat dan tata cara penghitungan zakat fitrah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 52 Tahun 2014,” tambahnya.

Menurut Fuad, PMA memberi panduan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Kualitas beras atau makanan pokok, sambung dia, sesuai dengan yang dikonsumsi sehari-hari. “Beras atau makanan pokok dapat diganti dalam bentuk uang senilai harga 2,5 kg atau 3,5 liter beras,” jelasnya.

Mengenai waktu membayar zakat fitrah, Fuad menjelaskan bahwa itu dimulai sejak awal Ramadhan dan paling lambat sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri tanggal 1 Syawal. “Zakat fitrah disalurkan kepada fakir miskin paling lambat sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri,” papar dia.

“Setiap daerah bisa berbeda nilai zakat fitrahnya bila diukur dengan nilai uang sesuai harga makanan pokok yang dikonsumsi dalam suatu keluarga,” sambung Fuad yang juga pernah menjabat sebagai Anggota dan Wakil Sekretaris BAZNAS tahun 2004 sampai 2015 itu.

Ia juga mengimbau, agar Kementerian Agama di setiap provinsi untuk mematau pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah di wilayah masing-masing.

Baca Juga :   Saat Penelitian, Mahasiswa UPN Temukan Tengkorak di Gua Kuno Kebumen

Menurut dia, peran aparatur negara adalah memastikan zakat fitrah yang dihimpun dari umat dapat disalurkan sesuai dengan ketentuan agama.

“Kita tidak ingin mendengar adanya berita bahwa zakat fitrah dikelola tanpa panduan. Misalkan, hak amilnya dibagi-bagi melampaui ketentuan dan sebagainya. Kami yakin panitia zakat fitrah di masjid dan mushalla pada umumnya adalah orang-orang yang alim dan terpercaya di lingkungan masyarakatnya.” pungkas dia.(Zal)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Loading...

#Trending