Connect with us

Ragam

Sentil Bupati Situbondo, Mahasiswa ini Kirim Surat Terbuka Dari Tiongkok

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com – RASYUHDI salah satu warga situbondo yang sedang menempuh pendidikan di luar negri, aktifis pelajar di luar negri, menyampaikan uneg-unegnya terkait IPM masih rendah dan Prostitusi

Berikut surat terbuka Rasyuhdi kepada Bupati Situbondo, H.Dadang Wigiarto SH :

Bismillahirrahmanirrahiim, assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang, salam sejahtera, om swastyastu, namo buddhaya, salam kebajikan!

Yang terhormat bapak bupati situbondo H.Dadang Wigiarto SH. dan jajaran pemerintah daerah yang saya banggakan, sebelumya izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya RASYUHDI salah satu warga situbondo yang sedang menempuh pendidikan di luar negri, aktifis pelajar di luar negri, kader NU yang di luar negri, dan mahasiswa yang cinta akan daerah asalnya sendiri(situbondo)

Tujuan saya membuat surat terbuka ini kepada yang mulia tak lain bertujuan agar suara kami rakyat yang berada di bawah rumput bisa terdengar dan di apresiasi dengan selayaknya,

yang pertama mungkin saya barus berterimakasih kepada pemerintah daerah yang sudah menjadi pemimpin selama ini, bahkan bapak bupati yang telah dapat mandat dua priode memimpin kota tercinta (situbondo).jadi langsung saja, saya berharap situbondo menjadi kota yang lebih maju bukan lagi menjadi kota yang tertinggal atau dengan kata lain di sebut kota lodrok oleh netizen situbondo.

Sebagaimana yang kita ketahui kabupaten itu masuk dalam daftar daerah tertinggal karena Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah, di bawah rata-rata IPM nasional. IPM bisa ditingkatkan dengan memperbaiki daya beli masyarakat. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal PDT mengucurkan bantuan Rp10,2 miliar pada 2015 untuk pembangunan jaring apung, peningkatan produksi jagung dan kopi, serta pengangkut produk pertanian. Akan tetapi dari semua itu apakah rakyat situbondo sudah mendapatkan hasil yang memuaskan. Di tambah lagi ujar bapak Edy Wiyono, Sekretaris Bappeda Kabupaten Situbondo mengungkapkan, dalam Rapat Koordinasi Daerah 2018 Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal di Semarang, mewakili Kabupaten Situbondo, bahwa Kabupaten berjulukan Bumi Sholawat Nuriyah itu, akan segera keluar dari daerah tertinggal pada tahun 2019. Tapi sampai di pertengahan tahun ini kami belom merasakan akan hilangnya ketertinggalan yang di punyai kota itu. Padahal situbondo merupakan kota yang mempunyai potensi besar untuk bersaing dengan kota-kota lain seperti banyuwangi dan jember hanya saja pemda kurang maksimal dalam mengelola hal yang ada, mungkin dari pemda butuh banyak belajar kepada dua kota tetangga kita itu, jangan hanya belajar di dalam saja, kita juga butuh inofasi baru dan pendapat baru dari orang luar, karena pendapat yang di dalam belom tentu menyandang predikat profesional dalam menyelesaikan masalah yang bukan pada ranahnya.

Dan mengenai Peraturan Daerah (Perda) No. 27 Tahun 2004 tentang Larangan Pelacuran. Yang saat ini sedang banyak di perbincangkan di akar rumput karena kurang tegasnya pemerintah dalam mengatasi tempat porstitusi yang berada di daerah yang di juluki bumi sholawat nariyah itu. Sebagai pemkab atau pun pemda seharusnya bapak lebih mempertegas jangan jadikan peraturan yang sudah ada sebagai peraturan yang ompong ,apalagi dilemma atas janji setahun yang lalu. Dan karena hal itu yang berpotensi membuat rakyat di bawah melihat ketidak seriusan pemerintah dalam menjabat.

Di tambah lagi masalah kemiskinan di situbondo yang masih tidak bisa di katakana di bawah rata-rata, dan di tambah lagi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Lutfi Joko Prihatin menyatakan tidak tahu menahu mengenai keberadaan data Angka Kemiskinan Partispatif (AKP) yang menjadi polemik di Pemkab Situbondo. Ia mengaku, selama ini pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan data tersebut. hal semacam itu membuat saya dan teman-teman situbondo yang berada di luar negri sangat kegirangan berkeinginan cepat pulang agar bisa berkontribusi secara langsung kepada kota situbondo, jadi selama ini saya hanya merenungkan, apa saja yang di lakukan pebkab untuk kota situbondo selama dua priode menjabat, karena masih saja tidak ada perubhan secara signifikan.

Saya selaku mahasiswa sebenarnya sudah gerah melihat situbondo sebagai salah satu kota tertinggal dan tempat porstitusi dan dengan adanya surat terbuka ini saya berharap:

Bapak bupati lebih mendengar apresiasi dari semua kalangan masyarakat

Secepat mungkin menindak lanjuti permasalahan tempat eks porstitusi

Menuntaskan kemiskinan yang berada di situbondo

Melakukan survey / riset yang lebih matang terhadap pokok permasalahan yang ada

Lebih maksimal melakukan studi banding ke kota-kota yang sudah lebih maju dan mencari solusi yang terbaik untuk situbondo.

Akhir kata, saya ucapkan terimakasih.

Demi situbondo lebih maju

RASYUHDI (Nanjing university). (Hasyim)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Ragam

DKPP Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu

Published

on

Ilustrasi (Net)
Continue Reading

Ragam

Gaji Guru Honorer Diupayakan Diambil dari Dana Pendidikan

Published

on

Demo guru honorer beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
Continue Reading

Daerah

Teliti Sistem Tata Udara Hotel, Ketua IAI Sulsel Raih Gelar Doktor

Published

on

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan Nasrullah. (Foto: realitarakyat.com/M Darwis)
Continue Reading




Loading…