Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

PMI Bengkulu Terjun ke Daerah – Daerah Terparah Terdampak Banjir

Published

on

Bengkulu,Realitarakyat.com – Setelah kejadian banjir dan tanah longsor melanda wilayah Bengkulu pada Sabtu, 27 April 2019 lalu, pihak Palang Merah Indonesia (PMI) telah bergerak cepat menurunkan para relawannya ke lokasi daerah yang terkena dampak bencana, dengan tersebar hampir merata di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Bahkan pada Senin (29/4/2019) hari ini, juga mengirimkan tim pertolongan pertama, dan evakuasi serta tim layanan kesehatan keliling ke daerah Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), untuk membantu penanganan korban bencana.

“Kita ketahui daerah Merigi Kelindang merupakan daerah terparah terkena bencana banjir dan tanah longsor. Kita sudah berangkatkan tim lengkap ke lokasi,” ungkap Sekretaris PMI Provinsi Bengkulu Joni Saputra, kepada Realitarakyat com, Senin (29/4/2019).

Selain itu dijelaskan, selama lebih kurang dua hari terakhir, pihaknya juga telah melakukan layanan kepada korban banjir Bengkulu, meliputi pelayanan pertolongan dan evakuasi pada saat pertama kali terjadi banjir, dengan kondisi terparah di Kota Bengkulu, tepatnya di Kelurahan Tanjung Jaya, Tanjung Agung, Sukamerindu, Pasar Bengkulu, Surabayadi wilayah Kecamatan Sungai Serut.

Kemudian, di Kelurahan Bentiring dan Rawa Makmur di wilayah Kecamatan Muarabangkahulu.Lalu juga di Kecamatan Teluk Segara dan Kecamatan Ratu Agung.

Sedangkan di Kabupaten Bengkulu Tengah,disebutkan, banjir terjadi di Desa Sri Kuncoro Blok 7, Harapan, Abu Sakim, Pondok Kelapa, Sidodadi di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa.

Selanjutnya, Desa Talang Empat, Kembang Seri, Pulau Panggung, Jayakarta dan Nakau di wilayah Kecamatan Talang Empat, Desa Rindu hati dan Surau di wilayah Kecamatan Taba Penanjung, Desa Keroya di Kecamatan Pagar Jati dan Desa Genting di Kecamatan Bang Haji.

Bahkan diwilayah itu terjadi longsor di 7 titik Desa, yakni Desa Kelindang, Lubuk Unen, Jambu, Pagar Jati, Datar Penokot, Arga Indah I dan Kertapati.

Baca Juga :   Mahkamah Agung Resmi Berhentikan Hakim PN Balikpapan yang OTT KPK

Di Kabupaten Kepahiang, dijelaskan, banjir terjadi di Desa Tebat Monok, Bermani Ulu, Suro dan Ujan Mas. Bahkan terdapat korban bencana sebanyak 3 orang dengan rincian 1 orangselamat, dan 2 belum ditemukan sampaisekarang ini. Disamping itu, banjir juga terjadi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kaur, yang mengakibatkan arus lalu lintas terhambat.

Di Kabupaten Rejang Lebong yang mengalamibanjir dan longsordi 7 Desa, yaitu, Desa Tabarna, Dataran Tapus dan Pahlawan di wilayah Kecamatan Curup Utara.

Lalu, Desa Air Lanang di wilayah Kecamatan Curup Selatan, Desa Purwodadi dan Kampung Melayu di wilayah Kecamatan Bermani Ulu, serta Desa Beringin Tiga di wilayah Kecamatan Sindang Dataran, mengakibatkan 8 rumah terendam banjir, danada 3 titik jalan yang tidak dapat dilewati.

“Kita sudah lakukan mobilitasi untuk melakukanassessment, evakuasi manual dan menggunakan perahu karet terhadap masyarakat yang terperangkap banjir hampir diseluruh wilayah Bengkulu. Kemudian memberikan pelayanan kesehatan dan Mobile Ambulance Tim, serta membantu evakuasi bahan makanan,” terangnya, Senin (29/4/2019).

Disisi lain ia juga menambahkan, dari laporan tim dan relawan yang berada di lapangan, dampak banjir yang hampir merata di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu ini, air merendami hampir seluruh rumah warga, dan lumpuhnya jalur lalu lintas yang menghubungkan antara Desa.

“Kita ketahui banyak warga mengalami gagal panen, akibat lahan pertaniannya terendam air mencapai 50 hektar, rusaknya peralatanelektronik serta perabotan rumah tangga serta matiatau hilangnya hewan ternak,” tukasnya.(Arsyad)

Advertisement
Loading...
Loading…