Connect with us

Daerah

Wali Kota Tidak Hadir, Paripura LKPJ Memanas, PDIP dan Gerindra WO

Published

on

TANJUNG BALAI, Realitarakyat.com– Wali Kota Tanjung Balai HM Syahrial tidak hadir rapat paripurma DPRD Kota Tanjung Balai di Aula DPRD Tanjung Balai tanpa alasan yang jelas.

Padahal paripurna itu terkait dengan Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tanjung Balai Tahun Anggaran (TA) 2018.

Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Tanjung Balai, H Maralelo Siregar itu langsung memanas sehingga Fraksi PDIP dan Fraksi Gerindra melakukan aksi Walk Out (WO).

Hadir dalam paripurna itu Wakil Wali Kota Tanjung Balai, Drs H Ismail, unsur Forkopimda dan pimpinan OPD Pemkot Tanjung Balai. Setelah Maralelo membuka paripurna, Ketua Fraksi PDIP Herna Veva menginterupsi. Doa mempertanyakan alasan ketidak hadiran dari Wali Kota.

“Kami dari Fraksi PDIP mempertanyakan alasan tidak hadirnya Wali Kota rapat paripurna hari ini. Soalnya, paripurna untuk penyampaian laporan kerja dari Wali Kota 2018. Karena itu, Wali Kota wajib hadir,” ujar Herna.

Apa yang di pertanyakan Herna Veva langsung mendapat tanggapan dari anggota DPRD lainnya, baik yang pro dan kontra. Walau Wakil Wali Kota menjelaskan Walikota sedang urusan dinas tetapi alasan tersebut dianggap tidak tepat oleh anggota DPRD.

“Kita perlu penjelasan, tentang keberadaan Wali Kota sehingga tidak bisa hadir. Karena pimpinan tidak dapat memberikan jawaban, kami dari PDIP WO,” ujar Herna dan langsung meninggalkan ruangan diikuti kedua anggota fraksi PDIP.

Tak berapa lama, menyusul Fraksi Gerindra melakukan WO sehingga Maralelo mensekors rapat lima menit dengan alasan, menunggu Wakil Wali Kota menjelaskan alasa tidak hadirnya orang nomor satu di Tanjung Balai itu.

Wakil Wali Kota bertahan untuk tidak menjelaskan keberadaan Wali Kota Tanjungbalai. Dan, paripurna dilanjutkan tanpa Fraksi PDIP dan Gerindra.

Usai membacakan nota pengantar draf LKPJ, Wakil Wali Kota menyerahkan LKPJ kepada Ketua DPRD H Maralelo Siregar selaku pimpinan rapat paripurna.

Dalam LKPJ Walikota Tanjung Balai itu diungkapkan, APBD Kota Tanjung Balai 2018 adalah Rp671,34 milyar lebih. Sementara, realisasi belanja daerah adalah Rp657,77 milyar lebih atau 75 persen dari Rp877,04 milyar yang ditargetkan. (ign)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending