Connect with us

Kriminal

Terindikasi Korupsi, Kejati Naikan Status Proyek NTT Fair

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Setelah dilakukan ekspose oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, disepakati pengalihan status dari Penyelidikan (Lid) menjadi Penyidikan (Dik) proyek NTT Fair pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT senilai Rp 31 Miliar tahun 2016.

Pengalihan status dari Penyelidikan menjadi Penyidikan oleh Kejati NTT karena ditemukan adanya perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugiab negara.

Demikian diungkapkan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim yang ditemui diruang kerjanya, Rabu (24/4).

Dijelaskan Abdul, saat ini proses pemeriksaan terhadap pemeriksaan saksi – saksi terus dilakukan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT.

Dilanjutkan Abdul, hingga saat ini sedikitnya 20 orang telah diperiksa sebagai saksi oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT.

“Kasusnya sudah pengalihan status dari Lid ke Dik berdasarkan hasil ekspose tanggal 10 April 2019 lalu karena ditemukan adanya perbuatan melawan hukum oleh penyidik,” kata Abdul.

Ditegaskan Abdul, setelah berkas dirampungkan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT akan dilakukan gelar perkara maka akan ditetapkan tersangka.

“Statusnya sudah Dik, artinya tinggal cari siapa yang paling bertanggung jawab dalam proyek itu untuk ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Abdul.

Untuk diketahui, proyek NTT Fair senilai Rp 31 Miliar tahun 2016 ini dikerjakan oleh PT Kencana Raya Abadi dan CV Saba Consultan.(rey)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending