Connect with us

TNI -POLRI

Surat Suara Dibakar di Papua, Polri: Itu Logistik Tak Terpakai

Published

on

 

Jakarta, Realitarakyat.com – Surat dan kotak suara pemilihan umum yang dibakar di Distrik Tingginambut, Papua, Puncak Jaya, Papua merupakan sisa logistik yang tidak terpakai.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019), menanggapi sebuah video yang viral di media sosial.

“Dibakar itu sisa-sisa dari logistik pemilu yang tidak dipakai pada saat 17 April kemarin, karena di sana sistemnya sistem noken,” kata Brigjen Dedi.

Dirinya menjelaskan alasan dibakarnya surat dan kotak suara untuk menghindari penyalahgunaan logistik yang tidak terpakai.

Adapun pembakaran terhadap surat dan kotak suara tersebut, kata dia, merupakan keputusan petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Apalagi, pembakaran sudah dimuat dalam berita acara. Dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), lanjutnya, juga sudah memeriksa peristiwa tersebut.

“Dengan cara dimusnahkan biar tidak terjadi penyalahgunaan oleh orang-orang tertentu,” kata Dedi.

Untuk diketahui, ramainnya rekaman video berdurasi lima menit terkait pembakaran surat dan kotak suara di Papua, menjadi perbincangan di media sosial.

Sebab, dalam video itu, si perekam menyebut logistik dibakar lantaran kecewa pada pelaksanaan pemungutan suara. Sebab, warga hanya mendapat surat suara pemilu legislatif dan tak mendapat surat suara pilpres.

Si perekam juga mengatakan pemungutan suara pilpres di wilayah itu menggunakan sistem noken atau ikat. Warga merasa sistem ini tidak adil.

Sekedar informasi, sistem noken di 12 kabupaten di Papua ditetapkan oleh KPU. Penetapan penggunaan sistem noken/ikat ini tertuang dalam PKPU Nomor 810 Tahun 2019 tertanggal 5 April 2019. Adapun 12 kabupatennya yaitu; Tolikara, Puncak Jaya, Puncak, Jayawijaya, Nduga, Paniai, Deiyai, Lanny Jaya, Yahukimo, Mambramo Tengah, Intan Jaya dan Dogiyai. [ipunk]

Baca Juga :   Masuk Daftar Usul Kenaikan Pangkat, 68 Personel Armed 12/Kkostrad Ikut Tes Garjas

 

 

 

 

 

 

Advertisement
Loading...
Loading…