Connect with us

Kriminal

Pentolan Perampok Ojek Online Mati Ditembak Polisi, Tsk Lainnya Diamankan

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com – Pentolan komplotan rampok ojek online (ojek) ditembak mati polisi. Tersangka, KL, 27 terpaksa ditembak lantaran menodongkan pistol rakitan kepada polisi ketika diringkus di Jalan Kali Sekretaris, Gerogol Petamburan, Jakarta Barat.

Tersangka SJ, 29, SI, 17, TK, 20 dan MO, 24 terlebih dulu ditangkap, Minggu (21/4/2019) di lokasi terpisah di kawasan Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Tangerang. Tiga tersangka ini kakinya ditembak petugas.

Komplotan perampok ojek online

“Tersangka KL saat kami tangkap, dia mencoba melawan petugas dengan menggunakan senjata api rakitan, sehingga terpaksa ditembak hingga meninggal dunia karena kehabisan darah,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu, Selasa (23/4).

Dikatakan, dari hasil tes urine terhadap tersangka ternyata positif menggunakan narkoba jenis sabu. “Mereka ini sebelum mencari target kerap memakai narkoba. Dan selalu membawa senjata tajam dan senjata api naik sepeda motor,” ucap AKBP Edi.

Dari kawanan garong ini polisi menyita, pistol rakitan, 10 Handphone, 5 dompet, satu set kunci leter T, 2 STNK, 2 golok, 3 kunci motor, tas ransel coklat, 2 tas sandang selempang, sepeda motor Beat biru putih B A 6460 MS, Satria FU hitam A 2034 LY dan Beat hitam coklat B 4356 BIX (alat kejahatan).

Sedangkan dua sepeda motor merupakan hasil kejahatan di kawasan Kuningan Setiabudi, Jakarta Selatan dan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat juga disita.

Aksi perampokan dialami pengendara Ojol, AK, 37 terjadi di Jalan Arjuna Kemanggisan, Palmerah Jakarta Barat, pada Senin (8/4). Saat itu korban hendak pulang dan ketika melintas di TKP, tiba-tiba korban didatangi tiga sepeda motor dikendarai lima tersangka kemudian menyerang korban.

Salah satu tersangka langsung mengambil kunci kontak sepeda motor korban. Sedangkan tersangka lain mengancam menggunakan pistol rakitan dan golok lalu merampas barang-barang milik korban termasuk sepeda motornya.

Baca Juga :   Mantan Wali Kota Kupang Kembali Diperiksa Jaksa

“Kami masih dalami aksi tersangka, termasuk senjata api rakitan yang dimilikia,” sambung Kanit Krimum Iptu Dimitri Mahendra.

Iptu Dimitri menjelaskan, rampok ini kerap beraksi pada malam hingga dinihari dengan berkelompok naik sepeda motor.

“Target mereka acak yang ditemukan di tengah jalan. Tersangka yang tewas bersama 3 rekannya yang ditembak kakinya selalu beraksi bersama. Satu lagi anak dibawah umur baru kali ini beraksi,” tukas Iptu Dimitri.(Nanang)

Advertisement
Loading...
Loading…