Connect with us

Daerah

Bermula Kasus Pribadi, Ormas PP Bentrok Dengan Ormas GPK Di Magelang

Published

on

Magelang, Realitarakyat.com – Aksi bentrok antar organisasi masyarakat (Ormas) terjadi di Magelang Kota, Minggu (21/4/2019) dini hari. Bentrok dipicu masalah pribadi anggota dari kedua ormas tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan, kejadian bermula pukul 01.30 WIB, saat terjadi duel antara Junaidi alias Joned dan kawan-kawannya yang merupakan anggota ormas Pemuda Pancasila dengan Heri Prasetyo alias Tiyok, anggota Ormas GPK Kota Magelang.

“Kejadian dipicu masalah pribadi dari kedua anggota ormas tersebut,” ujar Kombes Pol. Agus Triatmaja, saat dikonfirmasi, Senin pagi (22/4/2019).

Dari perkelahian keduanya itu akhirnya merembet menjadi bentrok dua ormas di Kampung Tidar Baru RW 08 Magersari Magelang Selatan Kota Magelang.

Bentrok tersebut berhasil dikendalikan setelah polisi dari Polresta Magelang dan dari Polsek Magelang Selatan tiba di lokasi. Bahkan petugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan bentrokan itu.

“Polisi menghentikan keributan tersebut dan membawa orang-orang yang terlibat, selanjutnya diamankan ke dalam mobil patroli. Mereka yang luka dibawa RSU Magelang untuk mendapatkan perawatan,” tambah Kabid Humas.

Meski sudah berhasil dikendalikan polisi, kedua ormas tersebut saling berjaga-jaga di Kampung Paten dan Kampung Tidar Baru Magelang Selatan.

Hal ini dikuatkan dengan video yang beredar. Nampak dalam video tersebut, sekelompok pemuda berjalan kaki dengan membawa berbagai pentungan.

“Yang berkembang, keributan dengan saling lempar antara massa GPK dengan ormas PP saat ini sudah dapat dikendalikan,” tandasnya.


Adapun Kronologis kejadian tersebut menurut Sumber yang di temui Realitarakyat.com di lapangan mengatakan :

Kejadian tersebut berawal puluhan orang dari massa GPK bergerak dari Kampung Baben berjalan kaki dengan membawa senjata tajam berupa pedang, celurit, golok, dan puluhan balok kayu. Mereka menuju RSUD Tidar berencana menengok rekannya yang dirawat akibat berkelahi dengan anggota Pemuda Pancasila (PP) pada Minggu dini hari.

Namun mendangar kabar tersebut Pihak kepolisian sempat pertemukan kedua ormas ini, dan akhirnya sepakat untuk berdamai, Namun berselang beberapa jam kemudian, Setelah negosisasi antara GPK dan kepolisian, massa akhirnya mau kembali ke markasnya di Baben dengan berjalan kaki melewati Jalan Tidar-Jalan Ikhlas. Puluhan polisi bersenjata lengkap ikut mengawal.

Namun sesampainya di depan Bank Magelang, ratusan warga yang diduga dari Paten Jurang telah menghadang di simpang empat Pasar Rejowinangun.

Tawuran pun terjadi dengan aksi lempar batu dan botol. Massa GPK yang tersulut emosinya langsung membalas melempar batu dan botol, serta mencabut papan rambu-rambu yang berada di sepanjang Jalan Tidar.

Polisi berusaha membubarkan massa dengan mengeluarkan tembakan peringatan puluhan kali, namun massa tidak mau menghentikan aksi tawuran.

Aksi tawuran berhasil dibubarkan setelah ratusan personel Dalmas dan polisi menembakkan gas air mata dan merangsek ke dua kubu untuk menyingkir. Massa GPK akhirnya mau mundur dan berkumpul di depan RSUD Tidar.

Dua truk Kodim 0705/Magelang terlihat langsung bersiaga dan ratusan personel Dalmas langsung mensterilkan Jalan Tidar. Terlihat bekas tawuran yakni pecahan botol, kayu, dan batu di pinggir jalan.

Kapolres Magelang Kota kemudian meminta Ketua GPK untuk memulangkan anak buahnya dengan menggunakan truk Dalmas dan TNI. Namun, Ketua GPK menolak untuk menaiki truk. Ketua GPK memaksa untuk berjalan kaki menuju markas GPK di Baben.

Massa GPK kemudian dikawal secara ketat oleh personel Dalmas dan TNI dengan berjalan kaki. (Hadi D)

(Hadi D)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending