Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Luar Negeri

Lagi – lagi Militer Israel Hancurkan Dua Apartemen di Tepi Barat

Published

on

Palestina,Realitarakyat.com. – Militer Israel mengatakan pihaknya telah menghancurkan dua apartemen di kawasan Tepi Barat pada Jumat (19/4) yang merupakan kediaman keluarga seorang Palestina terduga pembunuh seorang wanita Israel pada Februari lalu.

Tentara sudah mengelilingi kawasan apartemen tersebut di Hebron sejak Kamis malam (17/4/2019).

Mereka kemudian menghancurkan dua apartemen tempat kediaman keluarga dari Arafat Irfaiya (29) dengan peralatan berat saat dini hari.

Jurnalis AFP melaporkan, sejumlah bentrokan pecah antara penduduk Palestina dan tentara Israel selama operasi tersebut dilakukan.

Pembunuhan Ori Ansbacher yang berusia 19 tahun pada Februari lalu menggegerkan dan memancing amarah masyarakat Israel. Ansbacher dilaporkan ditikam beberapa kali.

Jenazahnya ditemukan pada 7 Februari lalu di sebuah hutan di selatan Yerusalem dan Irfaiya telah ditahan dua hari kemudian di Ramallah, Tepi Barat.

Pihak otoritas Israel menyebut kasus tersebut sebagai “serangan keamanan nasional” yang mengacu pada konflik negara Yahudi itu dengan Palestina.

Israel secara rutin menghancurkan kediaman-kediaman warga Palestina yang dituduh melakukan serangan terhadap warganya sebagai bagian dari kebijakan yang disebut mencegah kekerasan di masa depan.

Salah satu penghancuran kediaman warga Palestina oleh Israel terjadi pada Desember 2018, yaitu rumah keluarga Abu Humaid.

Israel menuding Islam Abu Humaid (32) melempar piring marmer seberat 18 kg dari atap dan menewaskan seorang sersan pasukan khusus Israel, Ronen Lubarsky (20). Peristiwa itu terjadi pada Mei lalu di kamp pengungsi El Amari di Ramallah, Palestina.

Berdasarkan keterangan militer, pasukan Israel tiba di kamp El Amari pada Sabtu (15/12) subuh, menutup rumah empat lantai Abu Humaid lalu menghancurkannya.

Tindakan ini menuai kecaman dari penduduk Palestina dan pemerhati Hak Asasi Manusia, menyebutkan bahwa kebijakan tersebut merupakan hukuman kolektif berupa anggota keluarga ikut menanggung hukuman akibat salah satu tindakan seorang kerabatnya. (Hasyim)

Baca Juga :   Kepala Interpol CHina Menghilang Misterius

 


 

Advertisement
Loading...
Loading…