Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Kondisi Bangsa Rawan Konflik, MUI Keluarkan Tausyiah Kebangsaan

Published

on

Jakarta,Realitarakyat com.- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Tausyiah Kebangsaan di kantor MUI Pusat, jalan Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (19/4) malam.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, posisi tausyiah ini tinggi sekali karena dikeluarkan berdasarkan rapat bersama antara Dewan Pertimbangan MUI dan Dewan Pimpinan MUI.

“Jadi sangat kuat dan tinggi posisinya,” ujar Din.

Ada 7 point yang dikeluarkan lembaga formil para ulama tersebut dalam menghadapi kondisi nasional terkini;

1, Mengajak seluruh keluarga besar bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk bersyukur atas kehadiran Allah Swt bahwa tahapan pemilu, yakni proses pencoblosan kertas suara yang berjalan lancar dan terkendali.

“Walaupun disana-sini masih terdapat kekurangan dan kelemahan,” ujar salah satu Ketua Dewan Pimpinan MUI Yusnar Yusuf Rangkuti saat membacakan Tausyiah Kebangsaan.

2, Mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan pemilu hingga penetapan KPU atas Presiden dan Wakil Presiden Terpilih secara definitif.

“Maka oleh karena itu, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional tersebut melalui cara-cara langsung dan tidak langsung,” ujar Yusnar.

Yakni, melalui pemberitaan hasil Quick Count,klaim kemenangan kedua pasangan Capres dan Cawapres dan pemberitaan media massa yang tidak berimbang.

Dengan pertimbangan, untuk quick count dapat menimbulkan eforia berlebihan dari rakyat pendukung. “Yang pada gilirannya dapat mengundang reaksi dari pihak lain,” jelasnya.

Begitu juga dengan klaim kemenangan dari pasangan Capres dan Cawapres. “Yang dapat dan telah menimbulkan eforia dari pendukung masing-masing, hal mana potensial menimbulkan konflik di kalangan rakyat,” jelasnya.

Kemudian, untuk pemberitaan yang tidak berimbang, kata Yusnar, hal itu dapat menimbulkan kebingungan di kalangan rakyat.

3, Menyerukan kepada semua pihak, baik tim sukses, relawan dan pendukungan pasangan Capres dan Cawapres untuk dapat menahan diri melakukan tindakan main hakim sendiri. “Namun menyerahkan penyelesaikan sengketa melalui jalur hukum berdasarkan prinsip taat konstitusi,” jelas Yusnar.

Baca Juga :   Potensi Zakat Rp 286 T, Ketua DPR Dorong Umat Islam Zakat melalui BAZNAS

4, Mendesak kepada penyelenggara Pemilu, sesuai amanat konstitusi yaitu Pemilu diselenggarakan sesuai dengan prinsip Pemilu. “Langsung, Bebas, Rahasia serta Jujur dan Adil,” jelasnya.

Hal ini untuk pelaksanaan tahapan-tahapan berikutnya dengan senantiasa berpegang teguh  kepada asas-asas tadi khususnya kejujuran dan keadilan.

“Maka KPU, Bawaslu, DKPP dan pihak keamanan beserta jajarannya masing-masing untuk berlaku profesional, obyektif, transparan, dan imprasial/non partisan,” tuturnya.

5, Secara khusus mendesak lembaga penegak hukum dan keamanan seperti Mahkamah Konstitusi (MK), TNI dan Polri untuk mengemban amanat dan tanggung jawab. “Dengan tidak mengedepankan kepentingan kecuali kepentingan bangsa dan negara.”

6, Menyerukan kepada umat Islam agar dapat menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk menegakkan persaudaraan keislaman dan persaudaraan kebangsaan. “Dalam koordinasi Majelis Ulama Indonesia.”

7, Mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa berdoa agar bangsa Indonesia aman dan sentosa, rukun dan damai, dan terhindar dari malapetaka perpecahan.

Ketika ditanya mengapa MUI sampai mengeluarkan tausyiah kebangsaan, anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Didin Hafidhuddin menjawab, pihaknya mendapatkan informasi adanya potensi kuat akan gesekan di tataran akar rumpun.

“Berdasarkan pertemuan siang tadi kita mendengarkan informasi-informasi dari pimpinan ormas-ormas Islam yang melihat secara langsung adanya hal-hal semacam kekeliruan.”

Kekeliruan itu, kata mantan Ketua Badan Amil Zakat itu merusak cermin keadilan. “Dan kita menangkap adanya percikan-percikan. Khawatir kalo tidak diawasi bukan percikan lagi jadi sedini mungkin kita melakukan tausyiah ini,” ungkapnya.(Bisma R)

Advertisement
Loading...
Loading…