Connect with us

Politik

Tolak Deklarasi, Sandi Diusir Prabowo

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Untuk menjaga etika politik jangan sampai terulang seperti tahun 2014, Sandiaga Uno (SU) memberi saran ke Prabowo Subianto (PS) agar tidak membuat deklarasi apa pun dulu.

Tapi, PS mempertanyakan ke SU, “Apa alasan Anda??!!” PS langsung gebrak meja dgn kasar dan keras.

“Dengan Anda tidak setuju dgn klaim kemenangan ini…, silahkan Anda keluar dr koalisi ini! Artinya Saudara secara tdk langsung mendukung pasangan “bajingan” yg menang itu!!” Sempat dilerai Sohibul Imam (Presiden PKS) dkk.

SU bilang, “Saya lebih baik kehilangan nyawa dibanding kehilangan harga diri, klaim menang, taunya yang dilantik orang lain!!”

Makanya saat mengeluarkan pernyataan, PS tidak didampingi SU.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Ferdinand Hutahaean membantah adanya keributan yang terjadi antara Prabowo dan Sandiaga.

“Itu fitnah. Tidak benar,” kata Ferdinand kepada wartawan, Kamis (18/4/2019) siang.

Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) Sohibul Iman pun kaget disebut ada saat Prabowo usir Sandiaga, Rabu (17/4/2019) malam kemarin. Sohibul Iman membantah kejadian itu.

Adanya kabar Capres – Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno bertengkar hebat perihal deklarasi kemenangan. Nama Sohibul disebut sebagai penengah di antara keduanya.

Kabar pertengkaran Prabowo dan Sandiaga beredar cepat di grup-grup Whatsapp dan Twitter. Sohibul sempat kebingungan masih ada fitnah yang menyerang kubunya.

“Waduh cerita apalagi nih. Apalagi saya disebut menengahi,” kata Sohibul melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Kamis (18/4/2019).

Sohibul kemudian menceritakan soal suasana di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Saat itu seluruh pimpinan partai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur berkumpul termasuk Prabowo dan Sandiaga untuk memantau hasil penghitungan cepat suara Pemilu 2019.

Baca Juga :   KPK OTT 9 Orang. Anggota DPR yang OTT Terkait APBN 2018

Menurut Sohibul, dirinya memang ada pada saat itu dari pukul 14.00 WIB hingga malam. Di sana kata Sohibul tidak ada ketegangan yang terjadi seperti yang dikabarkan. Malah para tamu-tamu yang hadir bersikap bijaksana saat menyikapi soal hasil suara Pilpres 2019.

“Tidak ada suasana perbedaan pendapat yang mengarah pada ketegangan, yang ada adalah saling tukar-tukar data dan informasi, lalu membicarakan penyikapan. Semua happy dan menunjukkan kedewasaan menyikapi sikon politik yang ada,” pungkasnya.[suara]

Advertisement
Loading...
Loading…