Connect with us

Ekonomi

Naik 8, 06 Persen, Aset Bank NTT Mencapai Rp 11, 21 Triliun

Published

on

Foto : Plt. Dirut Bank NTT, Absalom Sine

 

Kupang, realitarakyat.com – Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggekar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT pada pekan kemarin.

Dalam RUPS tersebut untuk tahun buku 2018 diketahui jumlah aset bank NTT meningkat sebesar Rp973 miliar, sehingga total aset menjadi Rp11,21 triliun.

Jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu total aset hanya mencapai Rp 10, 49 triliun. Namun, ditahun 2018 mengalami kenaikan hingga 8, 06 persen menjadi Rp 11, 49 Triliun.

“Jika dibanding tahun 2017 total aset hanya sebesar Rp10,49 triliun, sehingga mengalami kenaikan sebesar 8,06 persen,” demikian diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Direktur utama (Dirut) Bank NTT, Absalom Sine, Senin (15/4).

Menurut Absalom, pada 2018, Bank NTT juga mengalami keuntungan atau laba bersih sebesar Rp250 miliar. Sedangkan dana pihak ketiga pada tahun buku 2018 meningkat sebesar Rp594 miliar menjadi Rp7,60 triliun dibandingkan total DPK tahun buku 2017 sebesar Rp7,01 triliun atau naik 8,48 persen.

Terkait kredit yang disalurkan pada tahun buku 2018 meningkat sebesar Rp774 miliar menjadi Rp8,76 triliun, dibandingkan total kredit di tahun buku 2017 Rp7,99 triliun atau meningkat sebesar 9,68 persen.

Laba bersih yang diraih pada tahun buku 2018 meningkat sebesar Rp4 miliar menjadi Rp250 miliar, dibandingkan laba di tahun buku 2017 sebesar Rp246 juta atau meningkat 1.86 persen.

Selain mampu mempertahan pertumbuhan kinerja kekuangan, kata Absalom, Bank NTT juga mencatat peningkatan penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial Korporat (CSR) sebesar Rp420 miliar pada tahun 2018 atau naik 34,94 persen  dari penyaluran CSR di tahun buku 2017 sebesar Rp3,11 miliar.

“Untuk memaksimalkan potensi pasar yang sekaligus meningkatkan layanan kepada masyarakat, maka Bank NTT telah menambah jumlah jaringan kantor yang hingga tahun buku 2018 telah mencapai 214 unit,” kata Absalom.

Baca Juga :   Jika Tak Terbukti, Helda Pellondou Bakal Dipolisikan

Absalom mengatakan untuk meningkatkan likuiditas dan meningkatkan ekspansi kredit, Bank NTT pada tahun 2019, Bank NTT telah menyetujui Obstruksi Pengembangan Tahap I sebesar Rp500 Miliar.

Dari penawaran sebesar Rp500 miliar tersebut terjadi kelebihan permintaan (pelampauan) sebesar Rp65 miliar. Hal ini membuktikan bahwa kinerja keuangan Bank NTT sampai saat ini tetap mendapat kepercayaan kuat juga memiliki prospek sukses dari para investor pasar modal di Indonesia.

Pada 2019, kata Absalom, dalam meningkatkan volume bisnis dan bantuan untuk masyarakat NTT, maka Bank NTT telah menyetujui pengaturan langkah strategis, seperti revitalisasi dukungan struktur dana, penyaluran kredit dan perbaikan kualitas kredit, penguatan likuiditas bank, dan peningkatan laba bank.(rey)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending