Connect with us

Nasional

Cak Imin Yakin Dukungan UAS Tidak Bawah Suara Akar Rumput NU

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com.- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebutkan, barisan bawah atau grassroots Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan terpecah atas sikap politik Ustadz Abdul Somad yang disebut-sebut mendukung calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Perlu survei sih untuk mengetahui persis, kita lihat lah dua hari ini. Tetapi enggak akan mempengaruhi,” ujar Wakil Ketua MPR RI itu saat ditemui wartawan usai peluncuran bukunya berjudul ADEMPOL di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (15/4).

Cak Imin membenarkan, pemuka agama yang mendapatkan julukan ustadz Sejuta Viewer itu adalah pengurus NU di daerah terutama di Kepulauan Riau.

Namun, dalam hal pilihan politik, kata Cak Imin, UAS berbeda dengan barisan NU. “Iya (bagian NU) tetapi dia kan menyatakan tidak sama-sama NU kan jadi beda. UAS berbeda dengan NU karena bukan barisan NU,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily melalui keterangan tertulis pada Sabtu (13/4).

Dirinya bahkan menyebutkan, dukungan UAS dan Ustadz Adi Hidayat (UAD) di last time hanyalah manuver kubu pasangan calon Presiden RI 02.

Upaya di last match itu tidak banyak membantu mendongkrak elektabilitas. Menurut Ace, ada 3 alasan dukungan para ulama itu tak mendongkrak elektabilitas;

Pertama, di last match pemilih cenderung sudah mantap menentukan pilihannya.

Survei Carta Politika menemukan kemantapan pilihan sudah mencapai 84,2 persen. Hanya 7,2 persen yang mungkin bisa berubah.

Kedua, kolam pemilih pendukung UAS dan juga Ustaz Adi Hidayat berada di kolam yang sama dengan pendukung Prabowo-Sandi, karena berada yang sama, maka dukungan UAS dan Ustaz Hidayat tidak akan membawa tambahan elektabilitas yang signifikan bagi kubu 02.

Ketiga, pemilih undecided justru tidak suka dengan manuver kubu 02 karena tidak mengusung gagasan baru dan justru lebih asyik main-main dengan politik identitas dan dukungan elite agama.

Pemilih undecided tidak menemukan ide-ide segar dari program kubu 02. Ini justru menjadi backfire bagi elektabilitas kubu 02.

“Melihat kampanye Konser Putih Bersatu hari ini yang sangat dahsyat di GBK, sesungguhnya kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin tidak terbendung lagi,” pungkas Ace.

Namun menurut Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, pertemuan UAS dengan Prabowo bukanlah dukungan. “Bukan berarti beliau mendukung Prabowo,” ujar Karding dalam keterangan tertulis, Jumat (12/4).

Dirinya menyebutkan, bahwa UAS bersikpa netral dan pertemuan tersebut adalah pemberian wejangan semata.”Apalagi beliau seorang ulama. Lumrah jika ulama memberikan wejangan kepada orang lain.”

Menurut Karding, dalam pertemuan itu, UAS juga tidak menyatakan mendukung Prabowo. Sehingga, dalam tatap muka tersebut dapat memunculkan multitafsir.

“Sebagai seorang ustaz, wajar jika UAS memberikan pesan dan nasihat kepada orang lain. Atau, mungkin saja UAS ingin mengingatkan Prabowo yang kerap mengangkat hal-hal negatif selama berkompetisi di Pilpres ini. Wallaualam,” ujar politikus PKB ini.

Sementara itu, soal NU sendiri, Kiai Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menyebutkan, tidak ada kewajiban bagi warga NU untuk memilih pasangan calon Presiden nomor urut 01.

Meskipun Joko widodo (Jokowi) mengandeng KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

“Tidak ada kewajiban warga Nahdlatul Ulama harus milih Pak Ma’ruf Amin. Begitulah cara menyikapinya. Jadi kiai-kiai jangan sembarangan. Kita warga NU wajib milih Pak Ma’ruf? Hei bro, mulutmu dibayar berapa?” kata kiai yang sudah 14 tahun menyampaikan ceramah di dunia remang-remang dan lingkungan esek-esek itu.

Ia mengatakan kiai yang demikian salah kaprah. Kiai menurut dia, tidak boleh memanfatkan status kiai yang disandangnya.

“Pak Ma’ruf Amin boleh nyapres, boleh nyawapres. Tetapi juga tidak ada kewajiban warga Nahdlatul Ulama untuk memilih Pak Ma’ruf Amin. Tapi ingat, seandainya saja tidak memilih Pak M’ruf, tidak boleh kita meninggalkan rasa hormat kepada Kiai Ma’ruf sebab bagaimanapun juga beliau kiai,” katanya. (Bisma R)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending