Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Dewan Pers Minta Jangan Percaya Media Abal – Abal

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Ketua Dewan Pers Stanley Yosep Adi Prasetyo menyebut jurnalis abal-abal kian marak. Data Dewan Pers per Desember 2018 terdapat 2.000 media cetak, 43.300 siber, 674 radio, dan 523 televisi.

Definisi abal-abal, suatu kelompok yang memakai jurnalisme, tapi bukan jurnalis. Mereka juga gunakan media yang bukan pada umumnya.

“Di antaranya tak berbadan hukum, alamat redaksinya tak jelas, dan tak cantumkan penanggung jawab, tidak menggaji wartawannya, serta tidak mendaftarkan BPJS maupun asuransi karyawannya,” katanya di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Selain itu, Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi, Juga meminta masyarakat tidak menjadikan berita dari media yang belum terverifikasi atau Media abal-abal sebagai rujukan untuk menentukan pilihan dalam Pemilu 2019.
“Masyarakat jangan buang-buang waktu dengan mengonsumsi berita dari media yang tidak jelas atau belum terverifikasi di Dewan Pers,” kata Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi.

Menurut Jimmy, hingga saat ini banyak produk pemberitaan dari media abal-abal yang justru dijadikan rujukan oleh berbagai kalangan mulai dari masyarakat biasa hingga pemangku kepentingan baik di tingkat daerah maupun pusat.

Padahal, pemberitaan dari media abal-abal, kata dia, sebagian besar memuat data yang belum terverifikasi dengan penyajian yang tidak sesuai kode etik jurnalistik. Berita tentang pemilu yang disajikan cenderung berpihak dan tidak berimbang.

“Sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas, sepihak serta tidak memberikan edukasi politik bagi masyarakat,” kata dia.

Pemberitaan yang disajikan media abal-abal, menurut dia, berpotensi menyesatkan masyarakat yang justru mengganggu kondusivitas pemilu dan bermasyarakat.

“Banyak media abal – Abal buat berita , Wartawannya tidak di gaji, dan cenderung buat berita hanya menakut nakuti pejabat, Politisi, Pengusaha , tujuannya hanya untuk memeras,” ucapnya.

Baca Juga :   Tahun Politik, Susi Berjanji Akan Tetap Setia Kepada Jokowi

Ia menyebutkan, hingga saat ini dalam pendataan Dewan Pers tercatat sebanyak 47.000 situs atau portal pribadi yang mengklaim sebagai portal berita. Adapun media yang resmi atau yang telah terverifikasi khususnya yang berbasis daring tercatat sebanyak 4.200 media.

Untuk itu lanjut Jimmi, Masyarakat, kata dia, dapat memilah media massa yang telah terverifikasi dengan melakukan pengecekan langsung di laman Dewan Pers.

“Kami mendorong masyarakat untuk sementara ini menjelang Pemilu 2019 agar mengonsumsi berita dari media-media yang sudah jelas atau telah terverifikasi,” kata dia.

Selain itu,Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, kepolisian menggunakan pendekatan persuasif untuk memberantas media abal-abal di seluruh daerah di Tanah Air.

“Jika ada permintaan Dewan pers tentang penertiban media abal – Abal kita siap menertibkannya, dan jika itu menyangkut pidana kita akan proses.” Tutupnya.(Willi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Moeldoko: Tak Boleh Demo Agar Pelantikan Presiden Bisa Khidmat

Published

on

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko / Net
Continue Reading

Nasional

Rentan Konflik dan Berbiaya Tinggi, Pengamat ini Sarankan Pilkada Dikembalikan ke DPRD

Published

on

Pengamat politik, Munandi Saleh (foto:ist/net)
Continue Reading

Nasional

NPHD Cair, Anggaran Harus Dibagi Proporsional

Published

on

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Racmat Bagja. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading




Loading…