Connect with us

Nasional

Teroris Sibolga Tanam 4 Bom di Depan Rumahnya

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Terduga teroris Husain alias Abu Hamzah menanam 4 bom ranjau di halaman rumahnya di Sibolga, Sumut. Satu bom meledak dan melukai satu personel polisi saat berupaya melakukan penggeledahan, pada Selasa (12/3) malam.

“Jadi, ada 4 buah bom yang sudah tertanam di halaman rumah sebagai bom ranjau,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dari rumah Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, polisi menyita banyak barang bukti aykni 2 bom pipa, 4 buah casing tabung pipa dari LPG, 100 kg flash powder, 2 bom pipa tabung termasuk 1 bom pipa elbow.

Kemudian dari hasil olah TKP kemarin, tim berhasil mengamankan 5 buah bom kontainer yang tadi jam 08.00 WIB sudah dilakukan disposal. Dan, pada Kamis ini tinggal sisa-sisanya saja disterilisasikan.

Abu Hamzah diciduk pada Selasa (12/3) siang. Penangkapan terduga teroris di Sibolga merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris berinisial R di Lampung pada Sabtu (9/3).

“Yang jelas sasarannya aparat keamanan. Musuh utamanya kepolisian karena kepolisian yang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris,” kata Dedi, Rabu (13/3).

Meledakkan Diri

Sebelumnya, aparat kepolisian menjelaskan, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah (AH) meledakkan diri di dalam kamar bersama anaknya pada Rabu (13/3/2019).

Aksi tersebut membuat polisi berhati-hati saat melakukan evakuasi jasad istri AH dan anaknya. Diduga kuat banyak bom yang telah dirakit oleh AH dan istrinya di rumah tersebut.

Menurut polisi, istri AH lebih militan daripada suaminya. Hal tersebut disampaikan oleh AH kepada polisi.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo memberi apresiasi kepada tim Densus 88 Antiteror Polri terkait penangkapan teroris di Sibolga. Berikut ini fakta lengkapnya:

Baca Juga :   Dilantik, Staquf Gantikan Hasyim Muzadi sebagai Wantimpres

AH sempat bujuk istrinya untuk menyerahkan diri Petugas kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019).

Ledakan tersebut diduga terkait penangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri.

Petugas kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019).

Terduga teroris bernama Husain alias Abu Hamzah (AH) sempat membujuk istrinya untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian saat proses negosiasi. Istrinya bergeming dan memilih meledakkan diri bersama anaknya.

“Telah dilakukan negosiasi dan imbauan selama hampir sepuluh jam. Terakhir istrinya nekat untuk melakukan bom bunuh diri itu,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019).

Sebelumnya, Husain telah ditangkap terlebih dahulu oleh tim Densus 88 Antiteror Polri di Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019).

Saat akan menggeledah rumah AH di Jalan Cenderawasih, Kota Sibolga, ledakan terjadi di rumah tersebut. Baca Juga: Polri: Husain Rakit Puluhan Bom, 4 Bom Dibawa Istrinya 2. Polisi belum pastikan jumlah korban tewas di rumah AH Ilustrasi ledakan.

Setelah istri Husain meledakkan diri di dalam rumah, polisi menemukan dua jasad, yaitu seorang perempuan berusia 30-an tahun dan seorang anak berusia dua tahun.

“AH menginformasikan anaknya tiga, yang diketahui tetangga dekat ada dua. Yang diketemukan di TKP, potongan tubuhnya saat ini baru dua yang sudah dapat diidentifikasi,” kata Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga :   Sultan Bolkiah : TKI Banyak Memberikan Kontribusi Bagi Brunai

Menurut Dedi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri saat ini masih bekerja guna mengidentifikasi lebih lanjut jasad yang ditemukan di rumah Husain. Kedua jasad ditemukan dalam kondisi hancur.

“Biarkan tim bekerja dulu, persoalan TKP membutuhkan kecermatan dan kehati-hatian yang sangat tinggi. Sementara dugaan kami, dia menggunakan bom rakitan bom lontong. Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari lapangan,” kata Dedi Prasetyo di Medan, Rabu.

Bom lontong tersebut merupakan bom rakitan dari pipa paralon yang berisikan berbagai bahan berbahaya, seperti potasium, paku, baut, dan pecahan kaca.

Bom jenis yang sama sebelumnya juga ditemukan dari terduga teroris di Lampung, R alias P, yang dapat diamankan pekan lalu oleh petugas.

“Jadi di Lampung kami juga menemukan jenis bom yang sama, cuma bom yang di Lampung tidak sebanyak yang kami temukan di sini. Di Sibolga cukup banyak, baik yang sudah terakit maupun yang belum terakit,” katanya.

Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah (AH) disebut lebih militan atau lebih kuat terpapar paham radikalisme. Hal itu disampaikan AH saat menjalani pemeriksaan polisi.

“AH menyampaikan kepada penyidik Densus, istrinya lebih keras pemahamannya dibanding dia. Lebih militan istrinya itu,” kata Dedi saat konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019).

Kepolisian menduga hal itu yang membuat istri AH nekat meledakkan diri di rumahnya pada Rabu dini hari. Padahal, aparat telah membujuk, menghadirkan AH, hingga tokoh masyarakat setempat dalam proses negosiasi.

“Telah dilakukan negosiasi dan imbauan selama hampir sepuluh jam, terakhir istrinya nekat melakukan suicide bombing,” katanya.

Kepolisian menyebut, istri AH meledakkan diri di dalam kamar. Di dalam kamar itu juga ada anaknya yang berusia dua tahun. “Dapat dipastikan yang berada di kamar saat meledakkan diri ibu dan seorang anak kecil berusia dua tahun lebih,” ujar Dedi, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga :   Lagi-lagi Lagi Presiden Jokowi Bagi Bagi Sertifikat Tanah di Sukabumi

Dedi menuturkan, tim di lapangan sangat berhati-hati untuk melakukan proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). TKP, katanya, belum steril dari ancaman ledakan Baca.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja keras Densus 88 Polri yang kembali berhasil mengungkap jaringan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara. Hal itu dikatakan Jokowi di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

“Yang pertama kita mengapresiasi kerja keras Polri, terutama Densus 88 yang telah membuka dan menangkap jaringan yang ada di Sibolga dan tempat lain,” kata Jokowi.

“Ini pengembangan dari penangkapan di Lampung dan kita lihat memang barangnya berupa bom itu ada,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga turut menyampaikan rasa dukacita atas terlukanya aparat kepolisian dan masyarakat akibat ledakan yang terjadi di rumah terduga pelaku.

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending