Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Ditanya Soal Kasus RSJ Naimata, Kajari Minta Kasi Pidsus Yang Menjelaskan

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Winarno terus menghindar ketika ditanya soal kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata tahun 2016 senilai Rp 10 miliar yang ditangani Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Kajari Kota Kupang, Winarno saat ditanya media ini, dirinya mengatakan bahwa saat ini dirinya tidak bisa menjelaskan letak kasus itu.

Winarno justrumeminta Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang, Fredix Bere untuk menjelaskan letak kasus dugaan korupsi RSJ Naimata.

“Saya tidak bisa jelaskan kasusnya,biar nanti Kasi Pidsusa

Diduga kuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang telah “ninabobokan” kasus tersebut. Bahkan, kasus tersebut berulang tahun di tangan Kejari Kota Kupang. Padahal kasus itu ditangani sejak tahun 2017 lalu.

Dalam kasus itu, tim penyidik Tipidsus Kejari Kota Kupang telah memeriksa sejumlah pejabat pada Dinas Kesehatan NTT termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Bukan saja itu, rencana pemeriksaan terhadap mantan Kadis Kesehatan NTT yang kini menjabat sebagai Bupati Malaka, Stef Bria Seran hanyalah bualan belaka oleh jaksa Kejari Kota Kupang.

Kajari Kota Kupang, Winarno yang dihubungi secara terpisah tidak meresponnya hingga berita ini diturunkan.

Untuk diketahui, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata yang berlokasi di RT 07/RW 08 Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang. sejak tahun 2016 lalu pemerintah melalui DPRD NTT telah mengucurkan dana hingga Rp 10 milyar untuk operasional gedung RSJ Naimata. Namun, hingga saat ini RSJ Naimata belum beroperasi sejak dibangunnya oleh pemerintah sejak beberapa tahun lalu.

Bahkan ditahun 2016 lalu, Pemerintah provinsi NTT melalui DPRD NTT juga mengucurkan dana sekitar Rp 3 milyar untuk RSJ Naimata yang dikelolah oleh Dinkes NTT. Untuk itu, pihaknya akan benar-benar fokus untuk menuntaskan kasus-kasus itu terutama kasus dugaan korupsi di RSJ Naimata.

Baca Juga :   Anggota DPRD Kenakan Pakaian Adat, Tiga Menteri Dipastikan Hadir Perayaan HUT NTT

Terkait dengan penuntasan kasus dugaan korupsi RSJ Naimata, tim penyidik Tipidsus Kejari Kota Kupang telah mengantongi Surat Perintah Tugas (Sprintug) dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Winarno untuk dilakukan penyilidikan terkait dengan dana bernilai milyaran rupiah itu.(rey)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Kabut Asap, Puskesmas Siaga 24 Jam

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Puskesmas di Provinsi Riau beroperasi selama selama 24 jam, untuk bersiaga melayani masyarakat yang terganggu kesehatannya karena terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu sebagaimana keterangan pers resmi dari Kementerian Kesehatan Minggu (15/9/2019).

Menurut pernyataan itu, seluruh masyarakat terdampak asap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas tanpa dikenakan biaya.

“Satgas kesehatan juga telah melaksanakan tugasnya. Seluruh puskesmas sekarang adalah posko tempat mengadu seluruh masyarakat Riau yang terkena ISPA,” kata Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution.

Dia menyatakan Gubernur Riau juga telah menginstruksikan kepada 15 kabupaten-kota/kota di Provinsi Riau untuk melakukan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah masing-masing.

“Bahkan hari ini Satgas Kesehatan mengoperasikan tiga ambulans yang siap sewaktu-waktu dihubungi di nomor 119 selama 24 jam,” kata Edy.

Selain Puskesmas, Dinas Kesehatan Riau mewajibkan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di Pekanbaru untuk melayani masyarakat terdampak karhutla. “Masyarakat yang terdampak karhutla wajib dilayani tanpa pungutan biaya satu rupiah pun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.

Menurut Mimi, Rumah sakit harus menyediakan ruangan evakuasi yang aman jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Ruang evakuasi juga tersedia di seluruh Puskesmas yang sudah disiagakan selama 24 jam.

Dinas Kesehatan Riau telah membagikan lebih dari 700 ribu masker kepada masyarakat yang membutuhkan. Pembagian masker dilakukan di delapan titik di Pekanbaru, yaitu di depan kantor gubernur, simpang Harapan Raya, Rumbai, Kubang, Pattimura dan lainnya.

Menurut catatan Dinas Kesehatan terjadi peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan dengan kasus ISPA. Hingga tanggal 11 September 2019, Dinkes Riau mencatat 9.931 kunjungan kasus ISPA.

Berdasarkan data Kemenkes, efek buruk paparan asap kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada balita. PSC 119 membawa pasien seorang balita ke RSUD Arifin Ahmad dengan kondisi tubuh demam, batuk pilek, dan mata merah berair.

Baca Juga :   Maks Oder Sombu Jabat Kajari Kota Kupang

Pasien balita mendapat pemeriksaan kesehatan, nebulizer dan cek darah di laboratorium. Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak menyebutkan pasien menderita ISPA.

Kualitas udara di Provinsi Riau masih dalam kategori buruk karena dampak asap serta polutan kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. [ipg]

Continue Reading

Daerah

Asap Kendaraan dan Bongkar Muat Batu Bara Penyumbang Polusi Cirebon

Published

on

Cirebon, Realitarakyat.com – Asap kendaraan bermotor dan aktivitas bongkar muat batu bara menjadi penyumbang terbesar polusi udara di wilayah Kota Cirebon, Jawa Barat.

Hal itu berdasarkan hasil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, yang melakukan pengukuran kualitas udara setiap dua kali dalam setahun yaitu pada saat musim kemarau dan juga musim hujan.

“Yang paling besar menyumbang polusi udara itu merupakan asap kendaraan bermotor,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon Jajang Yaya Suganda di Cirebon seperti yang ditulis, Minggu (15/9/2019).

Belum lagi, kata dia, angin kencang yang biasa melanda wilayah Kota Cirebon saat kemarau membuat kadar debu yang beterbangan meningkat. Sehingga menambah polusi udara semakin tinggi dibandingkan dengan musim hujan. Karena pada saat itu batu bara basah dan tidak menimbulkan debu.

“Setiap musim kemarau pasti ada peningkatan polusi terutama di sekitar pelabuhan, dimana di situ ada aktivitas bongkar muat batu bara,” ujarnya.

Yaya memastikan dari hasil pengecekan dan pemantauan jajarannya, kadar debu yang diterbangkan tidak terlalu parah mencemariKarena udara di Kota Cirebon.

“Dalam setahun kita melakukan uji kualitas udara yaitu pada musim kemarau dan hujan,” katanya. [ipg]

Baca Juga :   Terpenuhi Unsur Pidana, Kasus Kredit Fiktif Bank NTT Naik Status
Continue Reading

Daerah

Edi Kamtono Tantang Anak Muda Pontianak Ciptakan Alat Pemadam Karhutla

Published

on

Pontianak, Realitarakyat.com – Para pemuda di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ditantang untuk berinovasi dalam menciptakan alat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tantangan dilayangkan Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat meninjau stand PKP di Rumah Radakng Pontianak, dalam Pekan Kreasi Pemuda (PKP) 2019, Minggu (15/9/2019).

“Buatlah inovasi-inovasi, misalnya menciptakan sebuah alat atau cairan yang bisa memadamkan kebakaran di lahan gambut,” kata Edi Kamtono.

Walikota Pontianak yakin tantangannya akan mampu dilakukan oleh anak-anak muda Kota Pontianak. Sebab, ia menilai anak-anak muda di Kota Pontianak cukup kreatif dan inovatif, bahkan beberapa di antaranya sudah mampu unjuk kebolehan hingga di tingkat internasional.

“Ini harus diteruskan untuk memasuki Industri 4.0,” katanya.

Era Industri 4.0 ini, kata dia, semuanya serba digital, menurutnya secara alamiah pemuda akan mampu beradaptasi masuk dalam era digital atau teknologi informasi. Lambat laun cara-cara konvensional mulai ditinggalkan seiring semakin berkembangnya kemajuan teknologi yang serba canggih.

“Mereka harus jeli melihat potensi apa yang bisa dikembangkan di Kota Pontianak sehingga generasi muda di sini tidak akan ketinggalan,” kata Edi. [ipg]

Baca Juga :   Terpenuhi Unsur Pidana, Kasus Kredit Fiktif Bank NTT Naik Status
Continue Reading
Loading…