Connect with us

Luar Negeri

Fadli Zon Serahkan MoU Kerjasama ke Parlemen Mesir Untuk Peningkatan Perdagangan RI-Mesir

Published

on

Mesir, Realitarakyat.com. – Pimpinan Delegasi Muhibah DPR RI ke Mesir, Fadli Zon menyerahkan Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan group kerjasama bilateral Indonesia-Mesir kepada Wakil Ketua Parlemen Mesir, Mahmoud El-Sharif saat menggelar pertemuan bilateral di gedung Parlemen Mesir Kamis (7/3/2019).

“Dengan adanya MoU GKSB antara Parlemen Indonesia dan Mesir, harapannya ke depan ada optimalisasi kerjasama antara Indonesia-Mesir khususnya di bidang perdagangan, investasi dan ekonomi” ujar Fadli dalam keterangan pers yang diterima Realitarakyat.com, Senin (11/3/2019).

Dalam pertemuan itu, Fadli Zon didampingi Ria Dwi Latifa (Komisi II), Betty Shadiq Pasadigoe (Komisi IX), Pius Lustrilanang (Komisi IX), Taslim Azis (Komisi VII), Jazuli Juwaini (Komisi I) dan DCM Duta Besar RI di Mesir, Helmy Fauzi.

Sementara dari Parlemen Mesir, Wakil Ketua I Parlemen Mesir, Mahmoud El-Sharif didampingi oleh Mr. Abdel Hadi Al Kasabi, (Head of the Egypt Support Coalition the Egyptian Parliament’s Majority Bloc)
Prof. Dr. Mohga Ghaleb Hashemdan Sheikh dan Dr. Usama Al-Sayed Al-Azhari.

“Forum bilateral antar parlemen menjadi penting untuk terus mengoptimalkan kerjasama yang sudah ada. Juga membentuk dan memperkuat peluang-peluang kerjasama yang belum terjalin,” ungkapnya.

Lanjutnya, peluang kerjasama ekonomi Indonesia dengan Mesir, khususnya di bidang investasi dan perdagangan masih terbuka lebar karena didukung oleh beberapa faktor, diantaranya, posisi geo-strategis Mesir dengan keberadaan terusan Suez yang menjembatani Asia, Afrika dan Eropa, jumlah penduduk hampir 83 juta (terbesar di Timur tengah dan kedua di Afrika dengan pendapatan per kapita sekitar USD 5.800 (berdasarkan purchasing power parity – PPP)

Selanjutnya, kata dia, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi 7,1 persen (2006-2007), 7,5 persen (2007-2008) dan bahkan pada masa krisis (2008-2009) Mesir berhasil mencapai pertumbuhan 4,5%, sehingga dari tahun ke tahun daya beli masyarakat Mesir terus meningkat dan jumlah kalangan menengah semakin tumbuh.

Baca Juga :   Prabowo Tolak Hasil Pemilu, Nono Sampono: Nggak Akan Ada Pengaruh

” Sebagai gerbang untuk mengakses berbagai pasar di kawasan Eropa, Afrika, Timur Tengah dan bahkan Amerika Serikat, Mesir memiliki berbagai kesepakatan perdagangan bebas dengan berbagai pihak,” terangnya.

“Mesir menjadi pintu masuk Indonesia ke Afrika. Ini menjadi peluang untuk kerjasama di bidang perdagangan, investasi dan ekonomi. Kita harus memperkuat kerjasama ini,” tambahnyam

Lebih jauh, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa produk utama Indonesia yang masuk ke pasar Mesir adalah minyak kelapa sawit, serat dan benang, produk kertas, plywood, kopi, sabun, pecah belah, pakaian jadi, mebel, bahan kimia, kapas, tetes tebu, dan produk karet seperti ban.

Adapun produk utama Mesir yang diimpor Indonesia antara lain adalah fosfat, kapas, tetes tebu, pupuk kimia, kurma dan buah-buahan, karpet, produk tekstil dan benang katun.

“Saya sampaikan kepada Wakil Ketua Parlemen Mesir, untuk mendukung people to people contact dengan cara memberikan bebas visa bagi masyarakat Indonesia ke Mesir. Dengan dibukanya people to people contact, secara otomatis akan membuka peluang-peluang dalam membangun kerjasama di bidang pariwisata, sosial budaya dan perekonomian,” imbuhnya.

Menurut Fadli perhatian parlemen pada hubungan Indonesia-Mesir harus terus ditingkatkan. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mesir juga bersama Indonesia merajut persahabatan di kalangan bangsa-bangsa Asia-Afrika melalui Konferensi Asia Afrika (KAA).(Es)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending