Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Jokowi Minta Kaum Intelektual dan Kaum Milenial Perangi Hoaks

Published

on

Bandung,Realitarakyat.com. – Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo meminta kalangan intelektual tidak mudah percaya pada hoaks, terlebih terbawa arus pesimisme yang disampaikan oleh pihak-pihak lawan.

Hal itu disampaikan Capres Petahana ini dalam pidatonya saat menghadiri deklarasi Alumni Jawa Barat (Jabar) Ngahiji, di Monumen Perjuangan, Jalan Dipati Ukur, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/03/2019).

Jokowi pun meminta masyarakat untuk mengingatkan dirinya jika melakukan kesalahan.

“Sebagai intelektual di negara ini harus berani menyuarakan yang benar, katakan benar, yang salah katakan salah, saya tidak ingin dipuji-puji, kalau saya salah peringatkan saya salah, jangan sampai masyarakat kita diberikan pelajaran tidak benar,” kata Jokowi.

Jokowi yang juga Presiden ketujuh Republik Indonesia ini mengatakan saat ini kampanye – kampanye hitam serta fitnah dan hoax telah disebar melalui pintu ke pintu. Oleh karena itu, Jokowi meminta semua masyarakat untuk melawan serta perangi hoax yang membahayakan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

“Coba kalau kita lihat yang namanya hoaks, kabar fitnah, kabar bohong, bukan hanya medsos tapi juga dari door to door, ini bahaya sekali bagi persatuan dan kesatuan kita sebagai negara besar, harus kita perangi, harus kita lawan, jangan kita diam,” tegas Jokowi.

Jokowi pun menyinggung kampanye tiga perempuan di Karawang, yang menyebut suara azan di masjid akan dilarang dan pernikahan sejenis akan dilegalkan jika dirinya kembali terpilih sebagai presiden.

Namun, yang membuatnya heran, justru ada sekitar 9 juta masyarakat Indonesia yang mempercayai fitnah dan hoax itu Oleh karena itu, hal tersebut harus dicegah agar tidak membuat keresahan bagi masyarakat.

“kalau lihat isu di bawah, katanya kalau kita menang azan dilarang, pendidikan agama akan dihapuskan, logikanya di mana? logikanya tidak masuk, tapi perlu bapak ibu ketahui 9 juta lebih masyarakat kita percaya terhadap itu, kalau kita diam, kalau tidak melawan bisa jadi 15,20, 30 juta, harus kita lawan yang ini, jawabnya seperti bapak ibu teriakan, lawan! jangan diam sebagai intelektual, jangan diam atas proses demokrasi yang tidak betul seperti itu dan harus di lawan, ” kata Jokowi.(Ujang S)

Baca Juga :   TKN Akan Cari Aktor Intelektualnya, Emak-emak Berkampanye Hitam itu
Advertisement
Loading...
Loading…