Connect with us

Daerah

DPRD dan Polres Kota Mataram Bahas Situasi Kamtibmas Jelang Pemilu

Published

on

Mataram, Realitarakyat.com. – DPRD Kota Mataram, Jumat (8/3/2019) menggelar pertemuan dengan Polres Mataram membahas situasi keamanan dan ketertiban jelang Pemilu Legislatif dan Pilpres, 17 April 2019.

Rombongan DPRD Kota Mataram dipimpin I Gede Sudiartha, selaku Ketua Komisi I, Bidang Hukum dan Aparatur Pemerintahan, bersama Ketua Komisi II Bidang Pendidikan/Keuangan dan Pendapatan Daerah, Komisi III, Bidang Infrastruktur, Komisi IV Bidang Pendidikan dan Kesehatan.

Rombongan DPRD Kota Mataram diterima Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam,SH,SIK, MH diruang kerjanya.

Dalam pertemuan itu, kedua lembaga ini sepakat untuk meningkatkan kerjasama dibidang Kamtibmas, terutama jelang Pileg dan Pilpres 2019, diantara yang dibahas adalah mengantisipasi peredaran berita hoax, ujaran kebencian yang marak di media sosial.

Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, I Gede Sudiartha menyatakan dalam menghadapi Pemilu Pileg dan Pilpres, DPRD Kota siap bekerjasama dengan Kepolisian Polres Mataram untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban.

“Kami siap turun bersama-sama dengan Polres Mataram dalam upaya menciptakan situasi keamanan,” ujar Sudiartha.

Selain itu, menjamin investor yang datang untuk membuka usaha di Mataram dengan garansi keamanan.

Para anggota DPRD ini juga menyampaikan kasus yang menonjol di Kota Mataram adalah narkoba. Ini kasus yang sangat dilematis. Kedepannya diharapkan menjadi perhatian dari pihak Kepolisian dan BNN.

“Kepada masyarakat juga dapat bekerjasama dengan kepolisian dalam memberantas masalah narkoba. Intinya kami (DPRD, red) sangat mendukung pihak kepolisian dan BNN memberantas peredaran narkoba, termasuk mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor,” jelasnya.

Persoalan lain juga disampaikan termasuk beberapa rencana kedepannya dalam rangka mendukung pengembangan Polres Mataram yang ingin membangun Polsek, terkait belum memiliki lahan, DPRD dalam hal ini juga siap membantu dan memberikan dukungan untuk membicarakannya ditingkat Komisi.

Hal ini karena DPRD melihat situasi perkembangan sudah semakin maju di wilayah perbatasan antara Mataram dan Lombok Barat yang ditandai munculnya kerawanan.

“Kedepannya rencananya akan didukung pembangunan Pos Polisi di perbatasan Mataram-Lombok Barat,” kata salah seorang anggota DPRD.

Selain itu sektor pariwisata juga menjadi pembicaraan serius antara kedua belah pihak. DPRD menyarankan adanya pos-pos untuk recovery pasca gempa mengangkat pariwisata khususnya Kota Mataram. Tamu-tamu wisata yang mulai datang, agar tetap dijaga keamanannya

Sementara itu, Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam,SH, SIK, MH, menegaskan ada empat point yang disampaikan, yaitu menyangkut berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian yang sedang dilawan dan antisipasi, kasus curat, curas dan curanmor atau 3C yang cukup tinggi, tetap menjadi perhatian serius Polres Mataram dengan penindakan hukum, meski kasus 3 C masih tetap terjadi.

Selain itu jajaran tribrata juga memberikan atensi terkait trek-trekan. Pihak kepolisian dikatakan telah melakukan antisipasi melalui Millenneal Road Safety Festival 2019. Harapannya kegiatan itu dapat menekan pelanggaran lalu lintas dan trek-trekan dapat di tekan.

Atensi terakhir adalah soal narkoba. Menurutnua masih terus diupayakan untuk dicegah melalui penegakan hukum. Contoh beberapa waktu lalu, Polres Mataram berhasil mengungkap 20 kg ganja. Diharapkan kerjasama dengan masyarakat semakin ditingkatkan, agar kasus narkoba juga dapat ditekan.

Diakhir sambutannya, terkait peningkatan type Polda menjadi Type A. Tentu Polres juga akan ditingkatkan menjadi Polresta. Diharapkan keterbatasan anggota dari 800 orang personil dapat ditingkatkan, agar mencakup semua tugas-tugas yang dibutuhkan.(Zal)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending