Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kesehatan

Ketahuilah 5 Manfaat Seks Untuk Kesehatan

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com.- Menghabiskan libur bersama pasangan tentu menarik jika diisi dengan kegiatan bersama. Sekspun menjadi kegiatan yang sayang untuk ditinggalkan. Selain semakin intim dengan pasangan, seks juga merupakan ‘kelas gym’ gratis yang mampu membakar kalori.

Tak hanya membakar kalori, rupanya seks juga membawa sejumlah manfaat untuk kecantikan.

1. Kulit makin berkilau dan halus

Hubungan intim membuat tubuh melepas hormon endorfin. Hormon ini memiliki fungsi antiinflamasi atau peradangan untuk kulit.

Selain endorfin, tubuh pun melepas hormon estrogen. Hormon ini yang berkontribusi pada elastisitas kulit dan produksi kolagen. Dari kedua hormon ini, bercinta bisa mencegah kemunculan tanda penuaan dini seperti kerut atau keriput kulit terutama wajah. Kulit pun halus, segar, dan berkilau.

2. Rambut sehat

Seks secara teratur membantu tubuh untuk lebih maksimal menyerap nutrisi termasuk untuk kesehatan rambut, kulit dan kuku. Secara tidak sadar, bercinta membuat rambut makin sehat dan berkilau berkat pasokan hormon estrogen yang kaya.

Kuku pun turut mendapat manfaat lewat bercinta. Kuku makin kuat dan tidak gampang patah.

3. Bibir tampak penuh

Memimpikan bibir seksi ala Kylie Jenner? Tak perlu operasi bibir atau filler bibir, cukup berhubungan intim dengan pasangan. Naiknya aliran darah selama bercinta turut mempengaruhi bibir.

Tak hanya itu, jurus foreplay pasangan juga memainkan peranan penting untuk bibir yang terlihat penuh dan merona meski tanpa lipstik.

4. Pembesar payudara alami

Tak hanya bibir yang makin penuh, payudara pun bisa makin berisi karena bercinta. Dikutip dari Mind Body Green, payudara bisa membesar hingga 25 persen selama sesi di ranjang.

Puting bisa makin panjang hingga satu setengah inci. Lagi-lagi, peran pasangan sangat membantu demi payudara yang lebih penuh dan berisi tanpa bantuan push up bra.

Baca Juga :   Inilah Dampaknya Bagi Wajah Akibat Sering Memakai Tisu Basah

5. Pipi merona tanpa blush on

Tampaknya Anda tak lagi memerlukan blush on agar pipi makin merona. Saat bercinta, denyut jantung terasa lebih cepat. Otomatis aliran darah makin deras dan kencang. Ini bisa tampak dari pipi yang merona sehingga ada istilah sex blush atau pretty rose cheeks.****

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Kabut Asap, Puskesmas di Riau Siaga 24 Jam

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Puskesmas di Provinsi Riau beroperasi selama selama 24 jam, untuk bersiaga melayani masyarakat yang terganggu kesehatannya karena terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu sebagaimana keterangan pers resmi dari Kementerian Kesehatan Minggu (15/9/2019).

Menurut pernyataan itu, seluruh masyarakat terdampak asap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas tanpa dikenakan biaya.

“Satgas kesehatan juga telah melaksanakan tugasnya. Seluruh puskesmas sekarang adalah posko tempat mengadu seluruh masyarakat Riau yang terkena ISPA,” kata Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution.

Dia menyatakan Gubernur Riau juga telah menginstruksikan kepada 15 kabupaten-kota/kota di Provinsi Riau untuk melakukan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah masing-masing.

“Bahkan hari ini Satgas Kesehatan mengoperasikan tiga ambulans yang siap sewaktu-waktu dihubungi di nomor 119 selama 24 jam,” kata Edy.

Selain Puskesmas, Dinas Kesehatan Riau mewajibkan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di Pekanbaru untuk melayani masyarakat terdampak karhutla. “Masyarakat yang terdampak karhutla wajib dilayani tanpa pungutan biaya satu rupiah pun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.

Menurut Mimi, Rumah sakit harus menyediakan ruangan evakuasi yang aman jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Ruang evakuasi juga tersedia di seluruh Puskesmas yang sudah disiagakan selama 24 jam.

Dinas Kesehatan Riau telah membagikan lebih dari 700 ribu masker kepada masyarakat yang membutuhkan. Pembagian masker dilakukan di delapan titik di Pekanbaru, yaitu di depan kantor gubernur, simpang Harapan Raya, Rumbai, Kubang, Pattimura dan lainnya.

Menurut catatan Dinas Kesehatan terjadi peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan dengan kasus ISPA. Hingga tanggal 11 September 2019, Dinkes Riau mencatat 9.931 kunjungan kasus ISPA.

Berdasarkan data Kemenkes, efek buruk paparan asap kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada balita. PSC 119 membawa pasien seorang balita ke RSUD Arifin Ahmad dengan kondisi tubuh demam, batuk pilek, dan mata merah berair.

Baca Juga :   Tim dokter Kepresidenan dan Paspampres hari ini diberangkatkan ke Muenchen, Jerman Dampingi BJ Habibie Untuk Berobat

Pasien balita mendapat pemeriksaan kesehatan, nebulizer dan cek darah di laboratorium. Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak menyebutkan pasien menderita ISPA.

Kualitas udara di Provinsi Riau masih dalam kategori buruk karena dampak asap serta polutan kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. [ipg]

Continue Reading

Kesehatan

BPJS Wacth Dukung Pelibatan RT/RW Jadi Juru Tagih Iuran BPJS Kesehatan

Published

on

- Koordinator Advokasi BPJS Wacth, Timboel Siregar. (foto: ist/net)

Jakarta, Realitarakyat.com – Koordinator Advokasi BPJS Wacth, Timboel Siregar, mendukung keterlibatan RT/RW untuk membantu penagihan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Karena hal yang baik dan tidak bertentangan dengan kaidah hukum yang ada. Justru dengan dijadikannya JKN sebagai program strategis nasional, maka Pemda harus terlibat aktif,” ujarnya, saat dihubungi Realitarakyat.com, Jumat (13/9/2019).

Dengan demikian, kata Timboel, ujung tombak Pemda di masyarakat adalah RT/RW.

“Dengan pelibatan RT/RW ini, maka akan ada perasaan segan dari masyarakat yang dihubungi ketua RT atau RW sehingga masyarakat dengan mudah akan membayar tunggakan iuran,” jelasnya.

Sehingga, kata Timboel, ada proses pengingat bagi masyarakat untuk membayar JKN.

Tetapi, kata Timboel, ada beberapa hal yang harus dilakukan BPJS kesehatan dan pemda. Pertama, RT/RW diberikan pemahaman tentang JKN. “Baik tentang hak maupun kewajiban peserta JKN,” tuturnya.

Kemudian harus ada upah pungutan yang diberikan BPJS kepada RT/RW atas tunggakan iuran yang berhasil dipungut.

“Demikian juga RT/RW diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang teknik meyakinkan masyarakat untuk bayar iuran sehingga proses penarikan tunggakan iuran dilakukan secara persuasif,” tuturnya.

Realitarakyat.com yang mencoba konfirmasi Direktur BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, hingga berita ini diturunkan, belum menjawab pesan singkat yang dilayangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini BPJS Kesehatan melakukan berbagai cara untuk mengurangi tumpukan utang.

Jika sebelumnya BPJS Kesehatan berencana menaikkan iuran peserta mandiri awal tahun 2020, kali ini BPJS Kesehatan menggandeng Ketua RT dan RW, untuk menagih peserta BPJS mandiri, yang memiliki tunggakan, atau belum membayar iuran.

Seperti di Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Berdasarkan surat edaran Lurah Mekarjaya bernomor 460/121-kemaspel kepada seluruh Ketua RW Kelurahan Mekaryaja tanggal 22 Agustus 2019, kelurahan itu telah meneken nota kesepahaman dengan BPJS Kesehatan Cabang Depok.

Baca Juga :   Inilah Dampaknya Bagi Wajah Akibat Sering Memakai Tisu Basah

Nota kesepakatan itu, berkaitan dengan pelaksanaan program Desa JKN. Adapun isi surat itu antara lain memerintahkan seluruh ketua RW terlibat dalam penagihan tunggakan iuran peserta JKN di kelurahan ini yang nilainya mencapai Rp 9 miliar. (ndi)

Continue Reading

Daerah

RT dan RW Jadi ‘Juru Tagih’ BPJS

Published

on

Depok, Realitarakyat.com – Berbagai cara mulai dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk mengurangi tumpukan utang.

Jika sebelumnya BPJS Kesehatan berencana menaikkan iuran peserta mandiri awal tahun 2020, kali ini BPJS Kesehatan menggandeng Ketua RT dan RW, untuk menagih peserta BPJS mandiri, yang memiliki tunggakan, atau belum membayar iuran.

Seperti di Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Berdasarkan surat edaran Lurah Mekarjaya bernomor 460/121-kemaspel kepada seluruh Ketua RW Kelurahan Mekaryaja tanggal 22 Agustus 2019, kelurahan itu telah meneken nota kesepahaman dengan BPJS Kesehatan Cabang Depok.

Nota kesepakatan itu berkaitan dengan pelaksanaan program Desa JKN. Adapun isi surat itu antara lain memerintahkan seluruh ketua RW terlibat dalam penagihan tunggakan iuran peserta JKN di kelurahan ini yang nilainya mencapai Rp 9 miliar.

Saat ditemui wartawan, Rabu (11/9/2019), Lurah Mekarjaya, Zainal Arifin membenarkan. Menurutnya, ini adalah pilot projek BPJS. Pihaknya, kata dia, telah mengutus seluruh RT dan RW, serta dua warga yang direkrut BPJS untuk melakukan penagihan kepada warga yang menunggak iuran BPJS.

Menurut pengakuan dirinya sebagaimana catatan yang ia miliki, jumlah warganya 73 ribu, dari jumlah itu, 60 ribuan terdaftar sebagai peserta BPJS, dari 60 ribuan itu, 3.000 warga yang menunggak. Dari 3.000 warga yang menunggak, hingga akhir Juli, informasi yang ia terima jumlah tunggakan mencapai Rp 9 miliar.

Adapun alasan warga yang menunggak iuran BPJS, kata Zainal, beragam. Ada yang lupa bayar, pindah alamat susah dicari, pindah asuransi ke swasta, dan ada pula yang tidak mampu bayar.

“Kalau tidak mampu bayar kita buatkan penelusuran apakah nantinya dibantu program APBD atau APBN,” kata dia.

Baca Juga :   Tim dokter Kepresidenan dan Paspampres hari ini diberangkatkan ke Muenchen, Jerman Dampingi BJ Habibie Untuk Berobat

Nah, kata dia, para RT dan RW itu akan membantu mensosialisasikan keterangan BPJS di forum warga maupun pengajian lingkungan.

Untuk diketahui, surat edaran terkait tunggakan yang dilampirkan oleh pihak BPJS itu viral di jagat media sosial. Belakangan diketahui, surat tersebut rupanya telah disosialisasikan sejak 22 Agustus 2019 lalu. [ipg]

Continue Reading
Loading…