Connect with us

Nasional

Bamsoet Ajak Pelajar Jihad Lawan Narkoba

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (bamsoey) mengenang masa remajanya saat bersekolah, bersenda gurau dan mengasah keterampilan di SMA 14 Jakarta. Seperti remaja umumnya, Bamsoet mengakui bahwa masa-masa paling indah adalah masa-masa di SMA.

“Saya sangat bangga sebagai alumnus SMA 14 Jakarta. Kalau saya sekarang berhasil menjadi Ketua DPR RI, salah satunya karena jasa-jasa guru sekolah disini. Ini harus menjadi inspirasi dan motivasi bagi kalian untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya,” tegas Bamsoet saat mengisi Pembekalan Umum Siswa SMA 14 Jakarta, Rabu (06/03/18).

Demikian keterangan yang disampaikan Humas DPR RI Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Tak hanya memberikan motivasi serta sharing pengetahuan dan pengalaman, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mengajak para siswa dan keluarga besar SMA 14 Jakarta agar berjihad melawan Narkoba.

Walaupun laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) Badan Narkotika NAsional (BNN) mencatat adanya tren penurunan penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, namun jumlahnya masih terbilang cukup tinggi.

“Di tahun 2016 angkanya tercatat 8 dari 100 pelajar dan mahasiswa memakai Narkoba. Menurun menjadi 7 dari 100 di 2009, kemudian 4 dari 100 di 2011, dan 3 dari 100 di 2016. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pernah melaporkan dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta diantaranya pernah memakai Narkoba,” ujarnya.

Menurut politisi Golkar itu, data hasil survei BNN tahun 2017 menunjukkan bahwa pengguna Narkoba di Indonesia jumlahnya mencapai 3,3 juta, dimana 24 persen di antaranya dari kalangan pelajar.

Sedangkan data World Drugs Report tahun 2016 menunjukkan seperempat dari jumlah penduduk dunia usia 15-64 tahun atau 1 dari 20 orang dewasa telah mengkonsumsi satu jenis narkoba. Selain itu, terdapat 207.400 kasus kematian yang diakibatkan penyalahgunaan Narkoba di dunia.

“Temuan survei ini tentu sangat  memprihatinkan kita semua. Pelajar yang seharusnya fokus mengejar cita-cita, justru harus kehilangan masa depan karena terjerumus ke dalam tindak penyalahgunaan Narkoba,” tutur Bamsoet.

Dikatakan, banyak faktor yang menyebabkan seorang pelajar terlibat penyalahgunaan Narkoba, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Misalnya minimnya pengawasan orangtua, tidak harmonisnya hubungan antara orangtua dan anak, maupun akibat pergaulan bebas.

“Apa pun faktor penyebabnya, penyalahgunaan Narkoba membawa dampak buruk bagi pemakainya, baik gangguan fisik maupun psikis,” tambah Bamsoet.

Dalam konteks ini kata Bamsoet, pendidikan merupakan salah satu unsur yang memegang peran penting dalam kampanye anti Narkoba. Orang tua dan pendidik berperan sangat besar untuk pencegahan maupun penanggulangan penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

“Dan, tanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik ada di pundak semua pihak, termasuk generasi muda. Sudah saatnya generasi muda bangkit dan mengambil peran dalam pembangunan sesuai dengan porsinya,” pungkasnya.

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending