Connect with us

Daerah

Walau Hujan, Kebakaran Lahan di Meranti Tak Kunjung Padam

Published

on

Pekanbaru, Realitarakyat.com – Ratusan hektare hutan dan lahan terbakar di Desa Mereng dan Sokop Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Api belum pada sejak delapan hari lalu hingga saat ini. Ratusan tim gabungan dibantu karyawan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) sedang berusaha memadamkan api.

“‎Lahan yang terbakar rata-rata belukar pakis pakisan, hutan dan perkebunan tersebut mulai terbakar sejak 8 hari lalu. Luasnya sekitar 200 hektare, terdeteksi di beberapa titik,” ujar Komandan Regu Pemadam Kebakaran PT SRL‎ Yunan Helmi, saat dihubungi wartawan , Rabu (6/3).

Menurut Yunan, semua lahan terbakar berada di luar konsesi PT SRL. Namun pihak perusahaan mengklaim tetap all out membantu pemadaman tersebut bersama BPBD,TNI Polri dan Masyarakat Peduli Api.

“Sampai hari ini hari ke sembilan pemadaman kita sudah turunkan sebanyak 150 orang RPK, peralatan berupa Mark3 7 unit, Ministriker 8 unit, Fluto 2 unit, alat berat 1 unit untuk pembuatan sekat bakar,” jelasnya.

Saat ini, kata Yunan, tim bekerja di lokasi juga didatangkan dari Pulau Rupat. Karena sebelumnya, tim pemadam PT SRL berjibaku memadamkan api yang membakar lahan dan hutan di beberapa desa di Rupat bulan januari sampai akhir Februari lalu.

“Kondisi lahan yang terbakar di Desa Mereng dan Sokop sudah mulai bisa terkendali. Tim kita kerja all out di lapangan, sehingga sebagian lokasi sudah ada yang mulai pendinginan sisa-sisa kebakaran yang masih mengeluarkan asap,” jelasnya.

Terpisah, Humas PT SRL Abdul Hadi menjelaskan, untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan itu, pihaknya mendirikan Posko Kesehatan gratis bagi warga sekitar dan seluruh tim pemadam.

Sama dengan di Rupat sebelumnya, pihaknya juga mendirikan posko kesehatan gratis di Desa Terkul. Selama di Rupat setidaknya lebih dari 200 warga yang datang berobat ke posko kita.

Baca Juga :   Ditanya Soal Kasus RSJ Naimata, Kajari Minta Kasi Pidsus Yang Menjelaskan

“Sementara di Rangsang sekarang, kita manfaatkan bangunan pos siskamling di Desa Tubun, Dusun Mereng untuk dijadikan posko kesehatan Gratis. mengingat di desa ini cukup dekat dengan lahan yang terbakar,” kata Hadi.

Hadi menyebutkan, posko kesehatan tersebut dibekali dengan peralatan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan serta didukung oleh 1 orang dokter wanita yang cantik dan ramah serta dua orang perawat.

“Kita stanbykan dokter yang cantik dan profesional di posko kesehatan. Itu sudah kita siapkan sejak tanggal 4 Maret lalu dan terus dibuka sampai hari ini. Kita berharap keberadaan Posko kesehatan ini bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar serta seluruh pihak yang terlibat aktif dalam pemadaman api di Pulau Rangsang,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten 1 Setda Pemprov Riau, Ahmad Syah H‎arrofie menyebutkan, jumlah total luas lahan yang terbakar mencapai 1.447,16 hektare sejak awal Januari hingga sekarang.

“Paling luas terbakar di Bengkalis mencapai 912,5 hektare, dan masih dilakukan pemadaman lanjutan hingga saat ini. ‎Di Rokan Hilir 218 ha, masih pendinginan, di Dumai 96,5 ha api sudah padam, di Siak 68,25 ha,” kata Ahmad.

Selain itu, api juga melahap lahan di Kepulauan Meranti seluas 63,4 ha. Namun, jumlah luasan lahan yang terbakar di Meranti belum ditotalkan seluruhnya karena hingga saat ini api masih melahap lahan tersebut.

Api juga pernah membakar 19 ha lahan di Kampar namun sudah padam. Di Indragiri Hilir 38 ha, di Pelalawan 10 ha, dan Pekanbaru 21,51 ha. Pemadaman dilakukan melalui darat dan udara.

“Untuk penegakkan hukum, kepolisian telah menangkap 6 orang pelaku ‎pembakaran lahan di sejumlah daerah. Polres Dumai ada 4 tersangka, Polres Meranti 1, dan Polres Bengkalis 1,” kata Ahmad.(H Manurung)

Baca Juga :   Merasa Kebal Hukum, SPBU di Tanjung Balai Jual BBM Bersubsidi ke Pabrik
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending