Connect with us

Daerah

Pemkot Bentuk Komunitas “Pene Ma Kiso”

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Untuk mengatasi masalah traficking dan kekerasan terhadap perempuan di Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan Anak (PPPA) membentuk komunitas “Pene Ma Kiso” atau komunitas anti traficking dan kekerasan terhadap perempuan.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Pelindungan Anak (PPPA) akan membentuk 25 komunitas “Pene Ma Kiso” atau komunitas anti traficking dan kekerasan terhadap perempuan berbasis masyarakat di tiap kelurahan.

“Pemerintah memiliki kepedulian terhadap perempuan dan anak. Adanya komunitas dari tingkat paling bawah menjadi jembatan pemerintah untuk mencegah perempuan menjadi subjek kekerasan dan traficking,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Yos Rera Beka, Rabu (6/3).

Terpisah, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan Dinas PPPA Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan pembentukan komunitas anti traficking atau “Pene Ma Kiso” merupakan komunitas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang yang dibentuk dan tersebar di berbagai kelurahan dan melibatkan warga sekitar lingkungan yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh anak.

“Diharapkan dengan adanya komunitas ini, warga juga dilibatkan untuk sadar dan tahu akan pentingnya deteksi dini terhadap perilaku-perilaku perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan di lingkungan sekitar,” kata Ernest.

Komunitas anti traficking berbasis warga dibentuk guna meminimalisir masalah kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).(rey)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending