Connect with us

Politik

Fahri Hamzah: Tidak Fair, Jokowi Harus Pakai Etika

Published

on

JAKARTA, Realitarakyat.com– Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta kepada calon presiden (capres) petahana, Joko Widodo (Jokowi) fair dan memakai etika dalam situasi kampanye seperti sekarang ini.

Sebaiknya, ungkap Fahri kepada awak media di Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/3), Jokowi harus cuti dari jabatannya sebagai presiden.

Selain itu, Jokowi juga harus mengurangi konsolidasi jajaran birokrasi baik aparat negara sipil maupun militer, sebab ada penilaian orang bahwa Jokowi tidak fair.

“Orang menilai Jokowi curang karena menggunakan kewenangan dan kekuasaan serta uang negara dalam masa kampanye. Menkonsolidasi aparat sipil negara dan militer, itu nggak bagus,” kata Fahri.

Contoh yang paling kontras, menurut Fahri adalah kasus Kartu Pra Kerja yang dijanjikan Jokowi jika terpilih kembali menjadi presiden pada ajang Pilpres April mendatang.

“Ini kan sebenarnya kontras jadinya. Karena sebenarnya ini kan janji sepihak pak Jokowi. Sebagai pemerintahan, pak JK (Wapres Jusuf Kalla) menjawab itu tidak benar. Gitu loh,” ujar inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu.

Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut juga menilai, Kartu Pra Kerja (KPK) yang dijanjikan Jokowi adalah kampanye karena itu bukan program yang masuk akal. Kenapa? Karena itu kan soal uang. padahal uangnya tidak ada.

“Kepala Desa sudah diberi janji akan dinaikan gajinya, ditarik lagi. Itu korban gempa di Lombok nggak dibangun, masih tinggal di tenda. Ini sudah hampir setahun loh. Ini aja diberesin dulu. Kalau ngak sanggup atau ngak mampu, jangan janji lagi” sindir Fahri,

Dalam situasi kampanye seperti sekarang ini, jelas Fahri, sebaiknya yang terkait dengan kebijakan pemerintah itu dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), bukan Jokowi.
Soalnya, apa yang dilakukan Jokowi itu sudah tidak fair terhadap rivalnya di Pilpres 2019, Prabowo yang tidak boleh bertemu gubernur, bupati dan kepala desa di lapangan.

Baca Juga :   Roy Suryo Tolak Teliti Video Syur Mirip Politisi Gerindra

“Kalau pak Prabowo kan nggak bisa menjanjikan naikan gaji dan tambah fasilitas. Ngak bisa dia. Sementara pak Jokowi melakukannya. Itu tidak etis,” tegas Fahri.

Fahri khawatir dengan cara yang dilakukan ini, Jokowi selaku presiden akan menjanjikan semua hal agar dirinya terpilih kembali. Bukan dengan melihat kondisi keuangan negara saat ini.

“Pak JK fair, melihat kondisi keuangan kita saat ini. Ngak mungkin kebijakan Kartu Pra Kerja itu diterapkan, karena orang nganggur di Indonesia kan bisa seratus juta. Dan pastinya mengganggu APBN. Nggak masuk akal itu,” demikian Fahri Hamzah. (tanjung)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending