Connect with us

Ragam

Andi Arief Mengundurkan Diri dari Jabatan Wasekjen

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Setelah diduga terlibat dalam kasus narkoba, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyatakan mundur dari posisinya.

Hal itu disampaikan  politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik yang telah menemui Andi Arief.

Menurut Rachland, dirinya telah diminta Andi untuk menyampaikan permohonan pengunduran diri kepada DPP Pusat Partai Demokrat.

“Saya akan segera sampaikan kepada Ketua Umum dan ada mekanisme yang berjalan untuk memutuskan pengunduran ini,” kata Rachland di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Rachland menjelaskan, pihak Partai Demokrat menyayangkan Andi Arief terlibat dalam dugaan penyalahgunaan narkoba. Sebab, Andi dikenal sebagai sosok yang telah berkontribusi dengan baik bagi partai.

“Tetapi juga kepada pertumbuhan demokrasi di Indonesia. Tetap harus dikatakan bahwa ini adalah kasus pribadi dengan demikian partai tidak punya ketersangkutan apapun,” katanya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam

Khofifah Bantah Pernyataan Rommy

Published

on

Surabaya,Realitarakyat.com. URABAYA, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah pernyataan Romahurmuziy (Rommy) yang menyebut dirinya ikut merekomendasikan Haris Hasanudin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

“Silakan tanya kepada Pak Romy sendiri. Yang saya takut, ada yang mengatasnamakan saya dalam kasus tersebut,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3/2019).

Khofifah mengaku kaget saat tahu bahwa Romy menyebut namanya dalam kasus tersebut. “Saya juga kaget, rekomendasi apa yang dimaksud. Bisa ditanya Mas Romy saja,” kata Khofifah.

Khofifah mengaku bertemu Romy pada pertengahan Februari lalu di Istana Negara saat acara pelantikannya sebagai Gubernur Jawa Timur oleh Presiden Joko Widodo. Sebagai Gubernur Jawa Timur, Khofifah tidak memiliki kepentingan untuk mengetahui proses seleksi Kepala Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

“Untuk tahu saja saya tidak punya kepentingan, apalagi sampai ikut campur. Itu urusan kementerian masing-masing,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Romahurmuziy kepada wartawan mengaku hanya memfasilitasi tokoh Jawa Timur, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, agar merestui Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Selain itu Khofifah membantah telah mengintervensi proses seleksi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Sebagai anggota DPR, dia hanya menghimpun aspirasi dari berbagai pihak tentang sosok Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Dalam kasus ini, Romy diduga menerima uang total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi. Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

 

Continue Reading

Ragam

Jadi Plt Ketum PPP, Suharso akan Fokus Pemilu 2019

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Setelah terpilih dan dukukuhkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, akhirnya mundur dari Wantimpres (Dewan Petimbangan Presiden) RI, agar bisa fokus di PPP khususnya menjelang pemilu 2019.

“Setelah dikukuhkan sebagai Plt (pelaksana tugas) ketua umum, saya akan menyediakan banyak waktu mengawasi dan mengecek kegiatan PPP di seluruh daerah di Indonesia. Agar fokus, saya akan mundur dari Wantimpres,” tegas Suharso Monoarfa di acara Mukernas III PPP, di Cisarua, Rabu (20/3) malam.

Menurut Suharso, PPP harus diselamatkan agar terus eksis dan tetap berada di parlemen, sehingga PPP harus melampaui syarat “parliamentary threshold” empat persen (4%) untuk lolos ke Senayan.

Dalam sisa waktu yang hanya tinggal 27 hari menuju ke Pemilu 209, dirinya akan mengunjungi seluruh daerah di Indonesia untuk mengawasi dan mengecek kerja struktur partai, yakni DPW dan DPC PPP di seluruh Indonesia.

“Saya akan militan untuk membesarkan PPP. Saya akan mematuhi keputusan-keputusan dalam Muktamar, karena hal itu adalah keputusan partai. Namun saya juga akan mengawasi dan mengecek kerja saudara-sudara, di provinsi dan kabupaten kota,” ujarnya.

Dikatakan, dalam sisa waktu yang tidak sampai satu bulan menuju Pemilu 2019, dirinya akan militan untuk membesarkan partai, tapi dia juga meminta struktur di daerah, terutama DPW dan DPC, untuk kompak, loyal, dan militan dalam membesarkan partai.

Suharso mengingatkan, PPP pernah jadi partai besar pada era Orde baru hingga awal reformasi. PPP memperoleh 59 kursi pada pemilu 2004 dan berada di posisi keempat. “Ini fakta, tercatat dalam sejarah, dan ada blue print-nya,” katanya.

Namun, pada pemilu-pemilu berikutnya, perolehan suara dan kursi parlemen terus menurun. “Ini harus menjadi koreksi bagi seluruh kader dan kemudian berusaha keras untuk bangkit membesarkan partai,” pungkasnya.

Continue Reading

Ragam

Pengemis Bogor Punya Sopir Pribadi Rp1,5 Juta per Hari

Published

on

Bogor,Realitarakyat.com. – Herman alias Enur setiap harinya biasa mangkal di simpang lampu merah Yasmin Kota Bogor, Jawa Barat. Tapi, tak ada yang menyangka seorang pengemis paruh baya itu punya mobil dan biasa diantar-jemput sopir pribadi, sampai akhirnya foto dia viral seusai diunggah di media sosial.

Herman ditangkap Polisi Pamong Praja pada Rabu (20/3) siang bersama anak jalanan dan pengemis lainnya yang berkeliaran di jalan-jalan utama Kota Bogor.

Saat diinterogasi petugas, Herman mengaku dalam waktu setengah jam saja dia bisa meraup uang Rp150 ribu dari hasil minta-minta. “Kalau hari biasa Rp150 ribu minimal normalnya. Kalau Sabtu-Minggu beda lagi,” kata Herman.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas mendapati temuan bahwa kakek asal Cibungbulan itu juga memiliki mobil Toyota Fortuner dan bisa meraup Rp1,5 juta dalam sehari.

Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Ajrin Samsudin berencana mengirim Herman ke panti agar tak mengulangi lagi aksinya tersebut.

“Hasil investigasi, dia cuma pura-pura. Tadi ada mobil Fortuner segala macam. Hasil investigasi anak-anak, dia bisa dapatkan sampai Rp1,5 juta per hari. Kalikan saja 30 hari dalam sebulan bisa berapa,” kata Ajrin.

Menurut kesaksian warga, Herman biasa memarkirkan mobilnya berjenis Toyota Avanza di lokasi yang agak berjauhan dengan tempat dia mangkal. Mobil itu diparkir di sebuah lahan belakang warung, tak jauh dari sebuah masjid di kawasan mangkalnya.

“Kalau mobil memang di sini, karena kalau ditaruh di masjid mungkin enggak enak, jadi ditaruh di sini. Tiap hari pakai mobil bawa sopir,” kata Joko Sudarsono, warga yang menyaksikan Herman biasa diantar-jemput oleh sopir pribadinya.

Petugas kini masih mendalami aset milik pengemis yang belakangan viral di media sosial tersebut. Mobil dan uang hasil mengemis untuk sementara diamankan oleh petugas.

Jika tebukti melanggar peraturan daerah tentang ketertiban umum, Herman terancam hukuman enam bulan penjara dengan denda mencapai Rp50 juta.

 

Continue Reading
Advertisement

#Trending