Connect with us

Politik

Bloomberg Rilis Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Bloomberg sebagai media bisnis dan riset terkemuka di dunia, memuat berita hasil suvey dari Roy Morgan atas kedua capres, Jokowi dan Prabowo. Survey menyimpulkan bahwa Jokowi menang dalam kisaran dua digit atau 16%.  Perolehan suara Jokowi sebesar 58%, sementara Prabowo sebesar 42%.

Yang menarik atas berita ini adalah tidak mudah bagi bloomberg untuk memuat hasil survey dari lembaga survey. Kalau tidak jelas reputasinya , tidak mungkin dijadikan konten . Mengapa ? karena sebagian besar pembaca bloomberg adalah orang bisnis dan mereka engga gratis untuk mendapatkan informasi secara lengkap. Kalau informasi tidak tepat akan berdampak buruk bagi bisnis para pembacanya. Makanya Bloomberg sangat hati hati memuat data survey, apalagi yang berkaitan dengan politik.

Maklum members bloomberg adalah trader dan investor yang punya kepentingan dengan situasi politik di Indonesia. Sebetulnya sejak awal Februari sudah ada sinyal dari JP Morgan bahwa pasar saham Indonesia bullish dan tumbuh double digit.

Sepanjang bulan Februari 2019 arus modal asing sebesar Rp 63 triliun. Ini menunjukan kepercayaan yang besar kepada pemerintah Jokowi. Indonesia  kini telah menjadi ekonomi G20 dengan kinerja terbaik kedua, setelah China. Dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 5 persen selama masa jabatan Jokowi.

Dengan ada nya survey ini maka aliran modal asing akan terus meningkat, karena masih ada ruang untuk nilai tukar rupiah menguat dan mempertimbangkan imbal hasil aset keuangan di dalam negeri yang masih menarik dibandingkan negara lainnya.

Roy Morgan adalah lembaga survey dan riset yang sudah berdiri sejak tahun 1941 oleh Mr. Roy Morgan. Kantor pusatnya ada di Melbourne. Punya cabang Sydney, Perth dan Brisbane . Roy Morgan juga punya kantor di Auckland, London, New York City, Princeton and Jakarta. Hampir semua hasil survey nya tidak pernah meleset. Teman saya di New York kirim email kesaya mengenai pendapatnya atas hasil suvey Roy Morgan ini.

Jokowi Terbaik

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencatatkan rapor sebagai pemimpin terbaik atau paling unggul di antara para pemimpin Asia-Australia pada tahun 2016 versi Bloomberg.

Seperti dilansir dari Antara, Sabtu (31/12), Presiden Jokowi merupakan satu-satunya pemimpin negara yang memiliki performa positif dalam seluruh aspek yang dinilai, yaitu menaikkan kekuatan nilai tukar (2,41 %), menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 % skala tahun ke tahun) dan memiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi (69 %).

Data tersebut juga menunjukkan bahwa bila dibandingkan dengan pemimpin negara lainnya yang memiliki ukuran ekonomi setara atau lebih besar, prestasi Presiden Jokowi masih menonjol daripada lainnya. Malaysia dan Filipina sama-sama tercatat memiliki nilai tukar negatif sebesar 4,26 % dan 5,29 %.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye memiliki catatan merah untuk semua aspek. Fakta tersebut didukung dari data bahwa, nilai tukar Won menurun sebesar 2 % dan pertumbuhan ekonomi yang hanya di angka 2,87 %, Geun Hye juga memiliki reputasi tingkat penerimaan publik atas dirinya hanya sebesar 4 % yang menyebabkan dirinya dipaksa untuk mengundurkan diri.

Presiden Jokowi telah menekankan otoritasnya kepada lembaga-lembaga politik selama 2016, dengan menggabungkan kepemimpinan dan kepiawaian politiknya, dengan data bahwa ia mengendalikan dua per tiga kursi di parlemen. Program keberhasilan “amnesti pajak” juga mampu membiayai program pembangunan infrastrukturnya.

Dari keseluruhan pemimpin yang dinilai oleh Bloomberg yaitu delapan pemimpin negara, Jokowi satu-satunya pemimpin dunia yang memiliki semua indikator positif untuk tiga kategori yaitu fluktuasi kurs, pertumbuhan ekonomi dan rating penerimaan publik.

Sementara itu, penerimaan publik paling tinggi dimiliki oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte dengan rating 83 %, ia juga mendapatkan nilai 7,1 % dalam upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, namun dalam nilai tukar mata uang Peso menurun drastis 5, 29 % atau mendapat rapor merah.

Pertukaran nilai mata uang paling rendah dimiliki oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping yang menurut data telah turun sebesar minus 6,63 %, paling rendah di antara yang lain.

Kedelapan pemimpin yang didata Bloomberg adalah Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (disebutkan tanpa berurutan peringkat).

 

 

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending