Connect with us

Politik

Jawab FUI, Wahyu: KPU Tak Mendata Orang Gila

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Wahyu Setiawan menegaskan, jika pihaknya tidak mendata orang dengan gangguan jiwa (gila) yang berada di jalanan ke Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu.

KPU hanya mendata pemilih tunagrahita yang berada di rumah-rumah yang tinggal bersama keluarga. Sebab, mereka punya hak untuk memilih sama dengan warga negara Indonesia lainnya dan itu sesuai dengan UU.

Pernyataan tersebut disampaikan Wahyu saat menerima perwakilan Forum Umat Islam (FUI) di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

FUI menuding KPU mendata orang dengan gangguan jiwa ke DPT pemilu dan jumlahnya mencapai 14 juta jiwa. “Bukan, mohon maaf, bukan orang gila yang auratnya tidak tertutup di jalan yang kita data. Insyaallah kami tidak pernah mendata orang gila, kami tak pernah lakukan,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, aturan soal pemilih tunagrahita telah diatur dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XIII/2015.

Tunagrahita yang dicatat di DPT pun, mereka yang dinilai mampu untuk mengambil keputusan sendiri. Misalnya, yang bersangkutan bisa makan sendiri atau mengurus badannya sendiri.

Wahyu mengatakan bahwa jumlah pemilih tunagrahita yang dicatat di DPT tak mencapai 14 juta orang. “Total pemilih disabilitas dalam DPT sebanyak 360.482, sementara pemilih kategori tumagrahita sebanyak 53.842,” pungkasnya.

Baca Juga :   Utut Adianto akan Dilantik 5 Maret Wakil Ketua DPR
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending