Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hukum

Polda NTB Tetapkan Tersangka Mantan Kadis PUPR Kabupaten Bima

Published

on

Mataram, Realitarakyat.com. – Penyidik Subdit III Bidang Tipikor Polda NTB, setelah menetapkan tersangka Ir. HM. Taufik Rusdi, M.Ap, kasus tindak pidana korupsi pengadaan sampan fibreglass yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Transdes Kementerian Dalam Negeri, senilai Rp991,6 Juta, dengan kerugian negara senilai Rp159,8 Juta.

Dalam keterangan Pers, Kamis (28/2/2019), Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama,SIK, menjelaskan BAP tersangka sudah P21 dan sudah dilimpahkan kepihak Kepihak Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/2/2019), dan tersangka dititipkan di sel tahanan Lapas Mataram sambil menunggu proses hukum.

Proses penyidikan kasus ini, cukup lama sejak tahun 2013 lalu oleh Polres Bima, namun karena tak kunjung tuntas, akhirnya kasus inipun dilimpahkan ke Polda NTB pada tahun 2016.

Empat tahun berjalan penyelidikan kasus ini, hingga diawal tahun 2019 ini baru berhasil menetapkan satu tersangka yaitu Ir. HM. Taufik Rusdi, M.Ap.

Tersangka diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dan jabatan saat, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bima tahun 2012 lalu.

Tersangka selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPATK) melakukan proses penunjukan langsung pekerjaan pengadaan sampan fibreglass pada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Bima tahun anggaran 2012.

Kabid Humas, AKBP Purnama, menegaskan kasus ini masih dalam pengembangan kemungkinan masih ada tersangka lain dalam kasus ini.

“Untuk kasus dugaan korupsi fibreglass ini baru satu tersangka. Penyidik dalam hal ini masih melakukan pendalaman menyangkut ketertiban pihak lain, yang turut serta membantu terjadinya kasus tindak pidana korupsi ini,” ujar Purnama.

Artinya penyidik masih mengembangkan keterlibatan pihak lain. Sebab penyidik meyakini tidak mungkin tidak ada pihak lain yang tidak terlibat dalam kasus ini. Jadi apabila dalam penyelidikan nanti, ada pihak terkait yang diduga turut serta atapun pelaku utama akan diproses.

Baca Juga :   Polisi Buru Pelaku Pengecor Mayat Dalam Drum

“Sementara masih kami rahasiakan. Ada dua orang masih kami dalami keterlibatannya, disebut-sebut ikut serta dalam tindak pidana korupsi feberglass ini, kita tunggu saja prosesnya,” katanya.

Penyidik Polda NTB, pada pelimpahkan tersangka Ir. HM. Taufik Rusdi, ke penyidik Kejaksaan, sudah memeriksa 42 orang saksi dan 4 saksi ahli, teridiri dari saksi ahli Keungan Negara, Ahli Keuangan Daerah, Ahli LKPP, Pengadaan Barang dan Jasa dan BPKP.

Selain itu, menyita sejumlah dokumen pengadaan RKS, HPS, RAB, Gambar Spesifikasi, SK Penunjukan Langsung dan Pengadaan Barang dan Jasa, Surat Perjanjian Kerjasama (Kontrak), Dokumen pembayaran berupa SPP, SPM-LS, Kuitansi yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan. (Zal)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

Basaria Panjaitan Hormati Keputusan DPR Sahkan Revisi UU KPK

Published

on

Komisioner KPK, Basaria Panjaitan. (foto: ist)
Continue Reading

Hukum

Judicial Review, UU Hambat Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

Published

on

Kuasa Hukum Bawaslu Veri Junaidi (foto: ist)
Continue Reading

Hukum

Laode Sebut Pengesahan Revisi UU Lumpuhkan Penindakan KPK

Published

on

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode M. Syarif / Net
Continue Reading
Loading...




Loading…