Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Menhan RI : Indonesia Mampu Hadapi Ancaman Kedaulatan Negara

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Menhan RI Riyamizard Riyacudu menegaskan dalam masalah pertahanan, Presiden RI telah memberikan kewenangan penuh kepada Menteri Pertahanan RI untuk melaksanakan pertahanan negara dari segala ancaman yang ada.

“Adapun ancaman terhadap pertahanan negara dilihat dari hakikat hakikat ancaman dengan postur alat pertahanan negara yakni TNI bagaimana kekuatan personilnya, dan alutsistanya, kita bisa mengatasinya secara efektif dan efisien dengan target yang jelas,* tegas Riyamizard,  Rabu (27/2/2019).

Hal itu disampaikan dalam rapat pelo khusus Lembaga Pengkajian MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan. Jakarta. Hldir antara lain Panglima TNI.Jenderal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernus Lemhanas Agus Widjojo, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Ketua Lemkaji MPR RI Rully Choirul Azwar, M. Ja’far Hafsjah, Syamsul Bahri, dan lain-lain.

Hakikat ancaman, lanjut Ryamizard, pertama ancaman yang belum nyata yakni perang terbuka antar negara.  Perang terbuka saat ini kurang diminati, jamanya sudah beda.  Di negara-negara Asia saja sudah komitmen jika ada masalah diselesaikan secara baik-baik dan selama ini kawasan Asia aman dan damai.

Tapi, ancaman yang belum nyata akan menjadi nyata jika memenuhi unsur, kalau kedaulatan, keutuhan dan keselamatan negara terganggu maka baru siapkan perang dan perangnya bersifat semesta secara fisik dan non fisik.

Ancaman berikutnya lanjut Riyamizard, adalah ancaman nyata yang sangat jelas menganggu yakni aksi terorisme, pelanggaran perbatasan, pemberontakan, narkoba, bencana alam yang berulang-ulang, dan cyber intelijen.

“Ancaman inilah yang sangat nyata.  Untuk itu seluruh kekuatan personil dan alutsista TNI harus dikerahkan.  Sedangkan menghadapi ancaman yang belum nyata cukuo waspada,” ujarnya.

Panglima TNI mengatakan,  dalam menjaga keutuhan wilayah, terutama di wilayah perbatasan TNI mengambil langkah-langkah sesuai kebijakan pemerintah. Yaitu melakukan penanganan tidak semata-mata penanganan keamanan tapi lebih komprehensif terkait dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Baca Juga :   Diminta Buktikan di Pengadilan, Melki Laka Lena No Commen

“Karena tugas pokok TNI adalah pertahanan untuk menegakkan kedaulatan negara, maka mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945, dan melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.

Agus Widjojo mengatakan jika membahas soal pertahanan negara walaupun ada pemisahan kata antara pertahanan dan keamanan, namun sulit tanpa melibatkan peran Polri.

“Intinya peran TNI dan Polri dalam pertahanan negara terutama untuk melindungi segenap bangsa Indonesia adalah peran yang penting dan sangat dibutuhkan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

 

Advertisement
Loading...
Loading…