Connect with us

Daerah

Setelah di Tutup, Ternyata KD Masih Beroperasi

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Lokalisasi prostitusi Karang Dempel (KD) Alak yang telah ditutup secara resmi sejak 1 Januari 2019, ternyata masih beroperasi.

Dalam operasi yang dilakukan Sat Pol PP Kota Kupang, para penghuni KD kedapatan masih bekerja menerima tamu.

Hal ini disampaikan Kepala Sat Pol PP Kota Kupang Felisberto Amaral kepada wartawan, Rabu (27/2).

Felisberto menjelaskan, Sat Pol PP menggelar operasi pada Minggu (24/2) malam, dan ternyata di KD ditemukan masih ada praktik prostitusi.

“Kami menemukan ada satu pasangan di dalam kamar. Kedua orang ini langsung kami amankan dan dibawa ke Polsek Alak untuk diperiksa,” katanya.

Dijelaskan, pelaku perempuan merupakan mantan PSK KD yang saat ini menunggu waktu untuk dipulangkan. Sementara pasangan pria merupakan warga luar Kota Kupang.

“Yang pria bukan warga Kota Kupang, dia merupakan pendatang yang baru beberapa hari di Kupang. Kami sudah bawa kedua orang ini ke Polsek Alak untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.

Dengan adanya temuan ini, lanjut Felisberto, tentunya Sat Pol PP akan terus meningkatkan patroli pemeriksaan. Bukan hanya di KD, tetapi juga di tempat-tempat yang terindikasi menjadi tempat prostitusi.

“Kami juga akan menyisir jalan-jalan dan tempat-tempat hiburan malam yang terindikasi ada praktik atau transaksi seks. Semua informasi yang diperoleh akan kami himpun dan akan kami periksa, pemeriksaan akan dilakukan secara rutin, tentunya waktunya tidak disampaikan karena dikhawatirkan akan sampai pada pelaku-pelaku terkait,” jelas dia.

Felisberto mengaku, di papan atau plang penutupan KD, ada oknum yang sengaja mencoret tulisan ditutup. Artinya ada orang yang sengaja mencoret tulisan ini dengan tujuan tertentu.

Hal ini kata dia, sudah dilaporkan ke Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti, terkait plang penutupan KD dan terkait adanya praktik atau transaksi seks yang masih dilakukan oleh para pekerja seks di KD Alak.

“Kami sudah koordinasikan dengan Dinas Sosial untuk mengambil tindakan. Kami hanya bertugas untuk menertibkan dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saja,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang drg. Retnowati, mengatakan, merusak plang atau fasilitas pemerintah merupakan pelanggaran dan harus ditindak secara tegas.

“Dalam menghadapi masalah ini, peran RT-RW, dan lurah harus mencaritahu siapa pelakunya yang merusak fasilitas pemerintah, karena plang tersebut merupakan fasilitas pemerintah,” katanya.

Dinas Sosial, lanjut Retnowati, akan melakukan koordinasi dengan lurah terkait untuk mencari siapa pelaku pengrusakan plang penutupan KD tersebut.

“Selain itu, terkait masih adanya transaksi seks di KD, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan LKS yang telah ditunjuk agar dapat memberikan pendampingan,” ujarnya.

Dia berharap peran semua pihak dan satuan kerja yang telah dibentuk, semua harus bisa berperan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, termasuk RT-RW, lurah dan semua stakeholder terkait.(rey)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending