Connect with us

Kriminal

Kejari Kota Kupang Eksekusi Terpidana Korupsi Jembatan Nuataus

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Rabu (27/2) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang melalui jaksa eksekutor mengeksekusi terpidana perkara korupsi Anny Kapioru ke Lapas Wanita Kelas 3 Kupang.

“Ya, eksekusi terhadap terpidana atas nama Anny Kapioru yang sekian lama menjadi tunggakan Kejari Kota Kupang akhirnya berjalan dengan lancar,” kata Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang, Fredrix Bere, Rabu (27/2).

Dijelaskan Bere, terpidana Anny Kapioru dihukum dalam perkara tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Nuataus di Desa Nuataus, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang pada Dinas Nakertrans Provinsi NTT Tahun Anggaran (TA) 2005 – 2006.

Menurut Bere, sekitar pukul 09.00 wita, terpidana bersama suami dan anak-anaknya datang ke kantor Kejari Kota Kupang memenuhi panggilan nya.

Selanjutnya, didampingi Kasi Intel Chris Malaka dan Kasi Datun serta staf Pidsus mengantar terpidana untuk diperiksa kesehatannya di RSUD S.K. Lerik.

Kemudian sekitar pukul 10.00 wita, setelah diperiksa dan hasilnya memungkinkan untuk dieksekusi, namun tim memberi kesempatan kepada terpidana bersama keluarga untuk pulang ke rumahnya mempersiapkan diri dan bertemu kembali di Lapas Wanita Kupang pada pukul 13.00 wita.

“Selanjutnya setelah diperiksa administrasi dan kesehatan oleh petugas dan perawat pada Lapas Wanita memenuhi syarat, maka sekitar pukul 14.00 wita, terpidana diterima oleh petugas Lapas Wanita untuk menjalankan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan,” jelas Fredrix Bere.

“Eksekusi berjalan dengan lancar walau ada penolakan dan adu argumentasi dengan keluarga terpidana,” sambung Bere.(rey)

Kriminal

Oknum Mahasiswa, Korban Penikaman Meninggal Dunia

Published

on

Kefamenanu, realitarakyat.com – Kapolres Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto menuturkan MKSB oknum mahasiswa yang menjadi korban penikaman oleh RT di perumahan BTN, Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, telah meninggal dunia.

Dijelaskannya, korban meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Belu sekira pukul 04:00 Wita.

“Korban meninggal dunia pada sekira jam 04.00 wita di RSUD Atambua,” kata Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada wartawan, Sabtu (23/3).

Rishian mengatakan, setelah terjadi penikaman, korban kemudian dilarikan ke RSUD Belu. Namun korban dilaporkan telah meninggal pada dini hari sekitar pukul 04:00 Wita.

Lebih jauh, jelas Rishian, pelaku penikaman sempat melarikan diri dari upaya pengejaran oleh aparat kepolisian, namun berhasil ditangkap di lokasi belakang tempat kos pelaku di BTN, km 9, Kefamenanu.

“Pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap di lokasi belakang t4 kos pelaku di BTN Km.9 setalah dilakukan pengejaran dan pencarian oleh tim khusus polres TTU dan selanjutnya dilaks penyidikan,” jelasnya

Sebelumnya, salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten TTU berinisial RT (24), melakukan penikaman kepada korban berinisial MKSB.

Akibatnya, MKSB mendapat dua luka tusukan serius sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Belu untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pada saat itu, pelaku melakukan penikaman menggunakan sebila pisau kepada korban sehingga mengenai pada bagian perut sebanyak dua kali hingga menembus lambung.

Teman korban kemudian melaporkan kejadian penikaman tersebut kepada pihak Polres TTU guna diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sampai dengan saat ini, belum diketahui apa motif, sehingga pelaku kemudian melakukan penikaman kepada korban.(rey)

Continue Reading

Kriminal

Polres TTU, Tangkap Mahasiswa Pelaku Penikaman

Published

on

Foto : Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto

Kefamenanu, realitarakyat.com – Polres Timor Tengah Utara (TTU) berhasil membekuk RT, oknum mahasiswa yang merupakan pelaku penikaman terhadap MKSB.

RT berhasil dibekuk oleh aparat kepolisian Polres TTU di perumahan BTN Kelurahan Sasi, Kecamatan Kefamenanu.

Demikian diungkapkan Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada wartawan, Sabtu (23/3).

Dijelaskan Kapolres, awalnya Polres TTU menerima laporan polisi terkait dengan kasus penikaman teehadap mahasiswa oleh mahasiswa.

Mendengar laporan tersebut, pihaknya langsung menangkap pelaku RT (24) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di perumahan BTN Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu.

“Kalau tersangka penikaman sudah kami tangkap di BTN, km 19,” kata Rishian.

Terkait dengan motif pelaku sehingga melakukan penikaman kepada korban, jelas Rishian, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan laporan hasil penyelidikan dari penyidik Reskrim Polres TTU.

“Ini yang belum saya dapat dari anggota. Nanti saya tanyakan kepada anggota ya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten TTU berinisial RT (24), melakukan penikaman kepada korban berinisial MKSB.

Akibatnya, MKSB mendapat dua luka tusukan serius sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Belu untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pada saat itu, pelaku melakukan penikaman menggunakan sebila pisau kepada korban sehingga mengenai pada bagian perut sebanyak dua kali hingga menembus lambung.

Teman korban kemudian melaporkan kejadian penikaman tersebut kepada pihak Polres TTU guna diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sampai dengan saat ini, belum diketahui apa motif, sehingga pelaku kemudian melakukan penikaman kepada korban.(rey)

Continue Reading

Kriminal

Terkuak, Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Dalam Kasus Korupsi

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Sidang kasus dugaan korupsi dana pengawasan Pilkada Kota Kupang tahun 2017 membuka tabir dugaan keterlibatan FM oknum polisi Polres Kupang Kota.
 
Fakta itu terkuak dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.
 
Fransisco B. Bessi selaku kuasa hukum dari terdakwa Jance Junike Kaborang selaku PPK kepada wartawan, Jumat (22/3) menegaskan bahwa dalam persidangan terungkap jelas bahwa FM oknum polisi menerima sejumlah uang senilai Rp 27 juta dari dana Pilkada Kota Kupang tahun 2017.
 
“Fakta sidang jelas bahwa ada dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kasus itu karena terima Rp 27 juta,” tegas pengacara muda yang akrab disapa Sisco.
 
Namun, kata Sisco, pihak penyidik pada Polres Kupang Kota tidak menyentuh ataupun memeriksa oknum FM dalam kasus dugaan korupsi dana Pilkada Kota Kupang.
 
Diakuinya, dalam persidangan terdakwa mengakui kesalahannya dan mengatakan sebagian dana Pilkada digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa.
 
“Jangan tebang pilih karena ada oknum polisi yang juga terima uang Rp 27 juta dan itu terungkap dalam persidangan,”ucap Sisco.
 
Sisco kembali menegaskan dirinya akan melihat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang serta putusan majelis hakim dalam perkara tersebut.
 
“Dalam pembelaan nanti saya akan ulas sesuai fakta persidangan terkait dugaan keteibatan oknum polisi FM,” tegasnya.
 
Sisco menambahkan terkait dengan kasus dana Pilkada Kota Kupang, FM oknum polisi telah diperiksa secara internal dan dinyatakan terbukti sehingga diberikan sanksi oleh pimpinan.
 
“Oknum polisi diperiksa internal ternyata terbukti langgara kode etik. Jadi jangan bebankan kerugian negara hanya kepada terdakwa Jance Junike Kaborang,” ungkap Sisco.(rey)
Continue Reading
Advertisement

#Trending