Connect with us

Ekonomi

Staf Kepresidenan Dorong Percepatan Pembangunan Trading House di Subang

Published

on

Pelabuhan Laut Internasional Patimban, Subang JawaBarat

Subang, Realitarakyat.com. – Keberadaan Gedung Trading House di Subang, yang sudah ditandatangani oleh Plt. Bupati Subang Ating Rusnatim pada Oktober 2018 lalu, semestinya harus direspon secara cepat oleh Pemerintah. Karena menurut Staf Kepresidenan Bambang Suryadi, keberadaan Trading House tersebut, sebagai jawaban atas keberadaan Pelabuhan Laut Internasional Patimban nanti.

Sehingga akan mempermudah perdagangan ekspor hasil bumi dari Subang, yang sudah digagas oleh Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, dengan dua negara Asia.

“Trading House itu nantinya akan menjadi titik central perdagangan berbagai hasil bumi, dan produksi olahan dari home industry, atau para pelaku UMKM, untuk go internasional, melalui Pelabuhan Laut Internasional Patimban, terlebih kerjasama perdagangan rempah-rempah antara LAK Galuh Pakuan dan dua negara Asia yakni Singapura dan Malaysia sudah ditandatangani oleh Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi dengan pengusaha dari Singapura dan Malaysia,” ujar Bambang kepada Wartawan di Subang, Selasa (26/2/2019).

Maka dari itu kata Bambang, Menteri Keuangan Sri Mulyani, segera menjawab surat dari warga Subang, guna membuka peluang sebuah kesempatan bagi warga Subang, untuk membangun perekonomian yang berbasis kerakyatan.
“Trading House ini sebenarnya hanya tinggal menunggu action dari Bu Menteri keuangan Sri Mulyani saja, dan masyarakat Subang sangat membutuhkan keberadaan Trading House tersebut, sehingga akan menggerakkan ekonomi yang ada di Subang,” jelasnya.

Lebih lanjut Bambang menyatakan, Trading House di Subang itu, sebagai proyek strategi, yang diharapkan, akan berfungsi sebagai pusat pengembangan dan pelayanan perdagangan internasional dalam mempermudah akses pelaku UMKM ke pasar global, sebagaimana halnya yang dilakukan Sogo Shisha Jepang, dan KGTC atau Chaebokdi Korea Selatan.

Baca Juga :   Inilah Postur RAPBN 2019, Belanja Negara jadi Rp2.461,1 Triliun

“Semua ini sebenarnya merupakan gagasan dari Presiden Jokowi, dan gagasan warga Subang dalam hal ini Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi, yang sudah nyambung dengan Bapak Jokowi,” tandas Bambang.(Ujang S)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending